KEBUMEN- (5/10/2016) Berita duka menyelimuti keluarga besar Polres Kebumen. Pada hari Rabu (5/10), bertepatan dengan hari jadi TNI ke-71, sekira pukul 11.00 WIB diketahui telah meninggal dunia, Ipda Nyariman, Kapolsek Karangsambung, Kebumen.
Ipda Nyariman menghembuskan nafas terakhir dengan cara bunuh diri di ruang kerjanya, Poksek Karangsambung, Kebumen. Diduga, yang menjadi penyebab yang bersangkutan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis adalah persoalan keungan.
Ipda Nyariman diketahui terlibat permasalahan keuangan dengan sesama anggota polri, Aiptu Sudiman, anggota Polsek Buayan, Kebumen. Menurut Aiptu Sudiman, Ipda Nyariman bersedia menjadi fasilitator dan menjanjikan bisa membantu melancarkan putranya yang hendak mendaftar menjadi anggota polri melalui Secaba Polri.
Aiptu Sudiman telah menyerahkan uang sejumlah Rp 250jt kepada Ipda Nyariman, untuk biaya pengurusan putranya. Namun ternyata putranya gagal masuk Secaba Polri, maka Aiptu Sudiman minta uang kembali dan Ipda Nyariman berjanji akan mengembalikan.
Terkait permasalahan tersebut sebelumnya sudah dimusyawarahkan dengan mediator Kapolres Kebumen, AKBP Alpen, disaksikan beberapa PJU (Pejabat Utama) di Polres Kebumen. Namun dalam perkembangannya tiba-tiba Kapolsek Karangsambung mengambil jalan pintas dengan masuk ruang kantornya dan ketika lama tidak keluar dan diketuk-ketuk tidak keluar, setelah di cek ternyata sudah gantung diri.
Peristiwa ini menjadi pelajaran buat masyarakat Indonesia, khususnya Kebumen, bahwa rekruitmen anggota polri _termasuk TNI _ tidak dipungut biaya. Jajaran pimpinan TNI-POLRI, dalam banyak kesempatan sudah mengingatkan kepada masyarakat agar tidak percaya kepada oknum yang mengaku-ngaku dapat memasukkan putra-putrinya menjadi anggota TNI-POLRI dengan syarat sejumlah uang.
Ini juga peringatan keras kepada oknum masyarakat maupun anggota TNI-POLRI, bahwa siapapun yang terlibat kecurangan dalam proses rekrutmen anggota akan ditindak tegas, tindakan ini masuk kategori penipuan.
Kapolri, Jenderal Polisi HM Tito Karnavian, MA, PhD, dalam program 100 harinya menekankan semboyan PROMOTER (profesional, modern, terpercaya). Hal ini dimulai dari proses rekrutmen anggota yang _fair_, transparan dan akuntabel. Jika memang ada calon anggota yang memenuhi syarat dan lulus semua proses seleksi, maka dia berhak menjadi anggota meski tanpa uang sepeser pun. Sebaliknya, jika ada calon siswa yang tidak memenuhi persyaratan menjadi anggota polri, meski dia anak seorang jenderal atau presiden sekalipun, maka dia tidak bisa diloloskan. Apalagi dengan menyogok sejumlah uang.
Proses seleksi anggota TNI-POLRI saat ini diawasi secara ketat oleh lembaga dan institusi yang independen. KPK, Kejaksaan dan jajaran intelejen ikut dilibatkan dalam pengawasan proses seleksi anggota TNI-POLRI. Hal ini untuk menghasilkan aparat penegak hukum dan penjaga negara yang amanah dan berkualitas.
Sekali lagi, peristiwa tragis ini adalah pelajaran buat kita semua masyarakat Indonesia. Jangan coba-coba mengambil jalan pintas untuk meraih sesuatu. Jika putra-putri Anda ingin menjadi anggota TNI-POLRI, persiapkan diri dengan baik. Kemampuan akademiknya, kondisi fisik dan kesehatannya. Jauhkan dari narkoba, miras dan pergaulan bebas.
#Dirgahayu TNI ke 71.
#Jayalah TNI-POLRI.
#Jayalah TNI-POLRI.
Salam PROMOTER
Arief Yuswandono (Bharindo News / MASPOLIN).
Arief Yuswandono (Bharindo News / MASPOLIN).

