Cari Blog Ini

Minggu, 25 Juni 2017

“Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya” di NTB Pecahkan Rekor MURI

Mataram – (25/6/2017) Karnaval takbir bertajuk “Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya” yang digelar Pemprov NTB dan Pemkot Mataram berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Tidak kurang dari 29.000 peserta meriahkan karnaval takbiran itu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Mohammad Faozal, S.Sos, M. Si dalam sambutannya pada acara pembukaan Sabtu, 24 Juni 2017 malam. Menurutnya karnaval takbiran itu merupakan salah satu rangkaian dari Pesona Khazanah Ramadan 2017.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang ke-28 bapak gubernur dari 28 rangkaian kegiatan yang kita agendakan dalam rangka memeriahkan Pesona Khazanah Ramadan 2017,” kata Faozal.

Faozal menyebutkan, tidak kurang dari 29 ribu peserta hadir mengumandangkan takbir di Kota Mataram. Dengan jumlah itu, acara karnaval takbiran itu memecahkan rekor MURI takbir keliling dengan peserta terbanyak.

Perwakilan dari MURI, Awan Raharjo mengatakan rekor MURI diberikan untuk menggelorakan semangat kebanggaan yang dikobarkan di seluruh nusantara.

Ia menegaskan acara “Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya” di Mataram berhasil memecahkan rekor MURI takbir keliling dengan peserta terbanyak. Menurutnya pemberian rekor MURI merupakan sebuah kebanggaan.

“Untuk itu dengan bangga dan hormat MURI mencatatnya sebagai sebuah rekor,” ujarnya.

Ia juga mengajak semua masyarakat untuk mengumandangkan takbir sebagai wujud kemenangan.
Setelah itu, perwakilan MURI menyerahkan secara langsung piagam kepada Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi.

Masyarakat yang menyaksikan momen itu spontan meneriakkan takbir.

Kegiatan itu diikuti 120 utusan dari Kota Mataram. Acara itu dibagi menjadi dua tingkatan yaitu tingkat Kota Mataram dan Provinsi NTB. Peserta takbiran tingkat Kota Mataram berjajar di Jalan HOS Cokroaminoto. Sedangkan peserta takbiran tingkat Provinsi NTB berbaris di Jalan Pejanggik. ( bur /suarantb.com ).

Jumat, 02 Juni 2017

Polresta Pekanbaru Gelar Razia Ramadhan, Berantas Narkoba dan Penyakit Masyarakat

PEKANBARU - (2/6/2017) AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK selalu memberi warna positif dimanapun berdinas. Setalah membuat Kampar bersinar dengan berbagai inovasi pelayanan publik dan giat Kamtibmas yang mengesankan, kali ini giliran Pekanbaru yang mendapat sentuhan humanisnya.

Menjabat sebagai Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK terjun langsung memimpin 30 personil gabungan Lantas, Sabhara,  Reskrim,  Narkoba,  Intel dan Binmas untuk melakukan giat cipta kondisi / cipkon.

Kegiatan Cipkon ini dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan serta untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat kota Pekanbaru,  Polresta Pekanbaru melaksanakan Kegiatan rutin yang Ditingkatkan.

Kegiatan Cipta Kondisi ini diawali dengan mendatangi Cafe yang terletak di Jl. Mustika Kec. Limapuluh Pekanbaru. Di cafe milik sdr. Ronal ini, petugas menemukan adanya live musik yang dapat mengganggu ke khusukan warga dalam melaksanakan ibadah sebab letaknya berdekatan dengan Mesjid.

Setelah diberi himbauan oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP EDY SUMARDI PRIADINATA,  S.I.K selanjutnya dengan penuh kesadaran pemilik cafe berjanji tidak akan menghidupkan lagi live musiknya selama bulan Ramadhan.

"Kami menghimbau agar pengelola Cafe untuk menghargai masyarakat yang melaksanakan ibadah dengan tidak menghidup kan live musik " ujar AKBP EDY SUMARDI PRIADINATA,  S.I.K.

Selanjutnya kegiatan Cipta Kondisi bergeser dengan memilih sasaran Hotel Holiday yang terletak di Jl. Tanjung Datuk ujung Kec. Limapuluh Pekanbaru. Dari tempat tersebut petugas melakukan Pengecekan terhadap muda mudi yang sebagian besar tidak memiliki KTP berikut sepeda motor yang mereka bawa.

Salah seorang tokoh masyarakat yang juga ketua RT setempat bernama bpk. RAJA HASYIM mengatakan bahwa inilah manusia manusia yang membuat resah masyarakat sekitar Tanjung datuk yang kami sendiri tidak tahu darimana asalnya dan menurut kami mereka ada yang terlibat Narkoba,  Curanmor bahkan perampokan.

Ketua RT 01 RW 05 Kel. Tanjung Rhu Kec. Limapuluh Pekanbaru ini menambahkan lagi bahwa mereka senang dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Polresta Pekanbaru ini dan berjanji akan berkoordinasi kedepannya guna menekan penyakit masyarakat yang ada ditempatnya.

Dari hasil pantauan diketahui sebanyak 17 laki-laki dan 8 perempuan yang diamankan dari hotel Holiday tersebut. Dan saat ini mereka sedang dilakukan pemeriksaan Urine di ruang Sat. Res. Narkoba Polresta Pekanbaru. (Humas Resta Pekanbaru / ALH/Bhayangkara Indonesia News).