Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Polisi Promoter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi Promoter. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2018

Atasi Begal dan Premanisme, Takdir Mattanete Bentuk TEKAP

Banyaknya aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat, bahkan ada yang meninggal menjadi perhatian Polri, dan utamanya Polres Banjar. Walau di Kabupaten Banjar tergolong aman, Polres Banjar tak ingin kecolongan.

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete mengatakan, Polres Banjar membentuk Tim Anti Fremanisme (Tekap) yang akan menghandle wilayah hukum Polres Banjar. Pihaknya lebih baik mencegah dan selama ini aman tetapi mencegah lebih bagus

“Tim ini siang malam mobile melakukan penindakan sesuai arahan pimpinan dan keinganan masyarakat tentunya rasa aman dan nyaman dari aksi fremanisme,” katanya.

Dia menjelaskan, tim dibentuk khusus ada 13 diluar Kanit dan Kasat ada personel yang dipersenjantai lengkap. Tim ini memberantas aksi fremanisme.

Dengan masa kerja yang setiap bulannya dievaluasi. Mengingat masih ada beberapa bentuk aksi fremanisme di Kabupaten Banjar yang harus diberantas seperti pencurian kecil, penjambretan, terutama daerah yang menjadi perhatian sepanjang Jalan A Yani sampai Kabupaten Tapin dan arah Pelaihari.

Takdir tidak main-main bahkan memerintahkan anggotanya untuk tembak ditempat pelaku jika membahayakan nyawa anggota dan masyarakat. Tentunya tindakan tegas yang dilakukan haruslah terukur dan tidak arogan.

Adapun rekapitulasi tahunan 2017 Satuan Reskrim dan Polsek-Polsek Polres Banjar, untuk jenis kasus pencurian dengan pemberatan ada 53 kasus, pencurian dengan kekerasan ada empat kasus, pencurian biasa 53 kasus, curanmor ada 47 kasus, percobaan pencurian ada dua kasus.

Penganiayaan ada 34 kasus, pengeroyokan ada tujuh kasus, pembunuhan dua kasus, pengancaman ada dua kasus, pemerasan satu kasus, perjudian ada 21 kasus, senjata tajam ada 36 kasus, serta meninggal dunia karena minuman keras ada satu kasus.

Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Sofyan didampingi Ketua Tim Tekap yang juga Kepala Unit Resmob, IPDA Nur Arifin menambahkan, disamping melaksanakan tugas dan jabatan sehari-hari juga melaksanakan tugas sebagai anggota Satgas Pemberantasan Kejahatan Jalanan untuk mengantisipasi segala bentuk kejahatan jalanan.

Tim Tekap difasilitasi lengkap dan begitu pula persenjataannya. Selain kendaraan roda dua dan roda empat, dari segi persenjataan ada laras panjang, revolver yang dimiliki semua anggota, dilengkapi pula bodyface, dan helm serta pakaian tactical.

“Anggotanya ada 12 orang dan penanggungjawab Tim Tekap langsung oleh Kapolres Banjar. Begitu dibentuk langsung bergerak,” kata Sofyan.

Nur Arifin menambahkan, berdasarkan data rekapitulasi mingguan untuk kejahatan jalanan di wilayah hukum Polsek Gambut ada empat orang, Polsek Martapura Kota ada lima orang, Polsek Mataraman satu orang, Polsek Pengaron ada dua orang. Selain disidik total ada 17 orang yang dibina.

Kepalda Desa Indrasari, A Yani secara pribadi tentunya mendukung seratus persen atas langkah Polres Banjar membentuk Tim Anti Fremanisme (Tekap). Secara tidak langsung walau tingkat kriminalitas di desa Indrasari ini tidaklah mengkhawatirkan.

Adanya Tim Tekap setidaknya bagi yang ada niat melakukan kriminalitas jalanan berpikir dua kali. Karena Tekap ini selain standbye 24 jam juga rutin patroli di wilayah hukum Polres Banjar.

“Desa Indrasari ada 1.800 kepala keluarga atau berpenduduk 6.000 lebih. Kami menyambut baik adanya Tekap ini,” katanya.

Menjadi harapannya, dengan adanya Tim Anti Fremanisme ini tentunya bisa menekan angka kriminalitas di Kabupaten Banjar. Dengan demikian warga merasa aman dan nyaman dalam beraktifitas.

Warga Martapura, Hamidah mengatakan, mendengar nama singkatannya memang masih terasa asing, tetapi tidaklah mengapa terpenting sudah ada usaha menekan kriminalitas jalanan di wilayah hukum Polres Banjar. Bagi ibu-ibu seperti dirinya tentunya menyambut bagus.

“Saya dengar ada patroli rutin juga dan ini tentunya bagus. Bagi perempuan seperti saya tidak merasa takut lagi, tetapi tetap waspada,” katanya.

Tentunya juga bisa mencegah generasi muda mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti Zenith yang marak akhir-akhir ini".

(Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indonesia News)

Sabtu, 03 Februari 2018

Polri Menatap Tahun Baru 2018 “Mewujudkan Prajurit Bhayangkara Menjadi Umat Terbaik”

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Prof. Drs. HM. Tito Karnavian, MA, Ph.D

Sejak era kepemimpinan Jenderal Polisi Prof. Drs. HM. Tito Karnavian, MA, Ph.D wajah Kepolisian Republik Indonesia berubah secara signifikan. Polri menjadi lebih ramah dan humanis. Profesionalisme dan kemampuan aparat kepolisian juga meningkat. Kecepatan dan kemudahan pelayanan juga makin baik, palagi dengan dukungan teknologi informasi yang dikembangkan beberapa satuan pelayanan kepolisian. Comander Wish yang terangkum dalam program PROMOTER (Profesional, Modern, Terpercaya) mulai membuahkan hasil. Di tahun baru 2018, Institusi Kepolisian terus memperbaiki diri agar makin dipercaya dan dicintai masyarakat.
Kepercayaan masyarakat terhdap Institusi Polri juga meningkat. Berbagai apresiasi dan penghargaan dari pemerintah berhasil diraih oleh jajaran dan satuan atas inovasi dalam pelayanan publik. Banyaknya purnawirawan Polri yang menjadi calon kepala daerah menunjukkan bahwa nilai jual anggota polisi makin bagus.
Polisi, ketika mendengar kata ini, mungkin yg terbayang dalam benak kita adalah sosok pria berseragam yang berdiri di tengah jalan mengatur lalu lintas. Atau sosok pria dengan sepucuk pistol sedang mengejar penjahat. Atau mungkin sekelompok pria dengan helm, rompi anti peluru dan tameng fiber sedang mengamankan demonstrasi.
Kali ini saya ingin menyoroti profesi polisi kaitannya dengan Islam. Beberapa tahun terakhir ini polisi kerap dibenturkan dengan Islam dan komunitas Muslim. Isu terorisme seolah menjadi jurang pemisah antara polisi di satu sisi dan kaum muslimin di sisi yang lain. Bahkan beberapa alasan yg menjadi latar belakang aksi terorisme adalah rasa dendam pada polisi.
Benarkah polisi musuh kaum muslimin? Atau benarkah ajaran Islam mengajarkan umatnya untuk membenci polisi?
Menurut Undang-Undang No. 2 tahun 2002 pasal 13 menjelaskan bahwa polri memiliki tugas antara lain, (1) Memelihara kamtibmas, (2) Penegakan hukum yang berlaku, (3) Memberikan pengayoman, perlindungan, serta pelayanan bagi masyarakat. 
Sedangkan menurut pasal 14 dijelaskan bahwa dalam menjalankan tugas pokoknya yaitu menjaga keamanan dalam negeri, Polri memiliki beberapa tugas, diantaranya (1) Melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, serta patroli terkait kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan, (2) Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan, (3) Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi, kesadaran hukum, serta ketaatan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan, (4) Melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, (5) Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang.
Institusi polri adalah garda terdepan yang menjamanin keamanan dan ketertiban, yang memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman dlm menjalankan aktifitasnya, bekerja mencari nafkah, melakukan ritual ibadah menyembah Tuhan-nya, termasuk berlibur bersama keluarga dan sanak famili.
Keberadaan polisi juga menjamin keamanan dan keselamatan harta benda serta jiwa raga masyarakat. Polisi jg memastikan bahwa hak dan kepentingan masyarakat terpenuhi secara adil. Memastikan bahwa setiap kejahatan dan pelanggaran harus dicegah dan diberi sanksi.
Kita bisa membayangkan seandainya suatu negara tidak ada institusi kepolisian. Apa yang terjadi dengan masyarakat? Yang kuat akan menindas yang lemah. Yang jahat akan mengganggu yang lain. Harta benda dan keselamatan diri kita selalu terancam. Dan pencari keadilan akan gigit jari karena tidak ada tempat mengadu.
Beberapa negara di dunia boleh jadi tidak memiliki angkatan perang /militer, tetapi mereka pasti memiliki pasukan yang menjaga kamtibmas atau kepolisian. Negara2 seperti Andora, Panama, Kosta Rika, Haiti, Mauritus, Kepulauan Solomon dan Vatikan adalah contoh beberapa negara yang tidak memiliki angkatan perang atau militer.
Lantas, apa kaitannya polisi dengan Islam ? Sehingga saya berani memberi judul artikel ini, “Polisi, Dai yg Sesungguhnya”. Di dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 104 disebutkan, “Hendaklah ada diantara kalian sekelompok umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah org2 yg beruntung”.
Perintah Allah SWT dalam ayat tersebut sangat jelas, bahwa di dalam masyarakat harus ada sekelompok orang yang melakukan 3 (tiga) tugas, yaitu mengajak dan menyadarkan masyarakat utk berbuat baik, kemudian memerintahkan dan memaksa orang untuk melakukan hal yang makruf /baik dan bermanfaat, terakhir adalah melarang dengan memberi sanksi pada perbuatan munkar atau kejahatan.
Barangkali dai, mubaligh, ustadz, ulama, kyai dan para penceramah bisa menyeru dan mengajak orang untuk berbuat baik, menasehati mereka agar tidak melakukan kejahatan. Namun mampukah para dai dan mubaligh memaksa orang untuk berbuat baik, atau menghukum orang yang berbuat jahat? Jelas tidak mampu dan tidak berhak.
Itulah kenapa beberapa ormas Islam yang melakukan aksi sweeping dan menutup paksa tempat-tempat maksiat akan mendapat perlawanan dr masyarakat itu sendiri. Karena bukan wewenang dan tanggung jawab mereka. Siapa yang bisa memaksa orang berbuat baik? Siapa yang bisa memberi sanksi pada pelaku kejahatan?
Jawabnya adalah polisi. Satuan polisi Lalu Lintas bisa memaksa pengendara untuk mengenakan helm, berjalan di jalur sebelah kiri, dan berhenti pada saat lampu merah untuk memberi kesempatan pada pemakai jalan dari arah lain.
Satuan polisi reserse dan kriminal juga mampu memaksa orang untuk menutup tempat-tempat maksiat, mereka juga bisa menangkap dan memenjarakan pelaku kejahatan dan tindak pidana. Pada saat yang sama polisi juga melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat dan generasi muda untuk menghindari narkoba, miras dan pergaulan bebas.
Polisi melakukan semua tugas yang dilakukan para dai dan mubaligh, tapi para dai dan mubaligh tidak berhak melakukan tugas-tugas kepolisian. Artinya, kelompok orang yang mampu mengamalkan perintah Allah SWT dalam Al-Quran tersebut secara sempurna adalah institusi kepolisian. 
Kita tidak berbicara oknum, namun kita membahas polisi sebagai institusi. Bahwa ada oknum polisi yang menyimpang dan tidak amanah adalah hal yang manusiawi, sbgmana ada juga oknum ustadz dan mubaligh yang menyimpang tidak bs jadi teladan.
Bahkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tanganmu /kekuatanmu, jika tidak mampu ubah dengan lisanmu, jika tidak mampu maka ingkari dengan hatimu, namun itu selemah-lemah iman”.
Siapa yang bs mengubah kemunkaran/kejahatan dengan tangan /kekuatan? Hanya polisi yang mampu dan berhak. Dai dan mubaligh hanya sanggup mengubah dengan lisan. Dan kebanyakan orang hanya mengingkari dengan hati. Jadi sebagian besar umat Islam memiliki keimanan yg lemah.
Polisi-lah yang paling berpotensi memiliki keimanan yang sempurna, karena mereka mampu dan berhak melakukan yang paling utama, yaitu mengubah kemunkaran/kejahatan dengan kekuatan. Dengan demikian, jelaslah bahwa tugas kepolisian adalah tugas yang suci dan mulai. Tidak hanya mulia dalam pandangan manusia, namun sangat besar nilainya dalam pandangan Sang Pencipta.
Wahai para anggota Tri Brata, kalian adalah dai yang sesungguhnya, yang memiliki kesempatan untuk mengamalkan perintah-Nya secara sempurna. Kalian paling punya peluang untuk menjadi sebaik-baik umat seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 110, “Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dimunculkan untuk manusia, memerintahkan kepada yang makruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah”.
Sahabat Tribrata di tanah air, jadilah Anda semua polisi baik dan jujur… 
Polisi baik tidak hanya Hoegeng. Tetapi setiap anggota korps Bhayangkara berkesempatan menjadi baik dan jujur, menjadi Umat Yang Terbaik.


(Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indoensia News / Maspolin / Blogger Polri).

Minggu, 24 Desember 2017

Kompak, Kanit Binmas Polsek Buluspesantren Bersama Babinsa Amankan Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW

Kebumen - (25/12/2017) Indahnya kebersamaan, berkahnya persatuan. Kalimat yang cocok untuk menggambarkan kekompakan TNI-POLRI dalam melindungi serta mengayomi masyarakat. Suatu momen pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan khotmil Qur'an wal kutub di Masjid Al Ikhlas desa Setrojenar, Buluspesantren, Kebumen memperlihatkan sinergi anggota polisi dan tentara.

Nampak Kanit Binmas Polsek Buluspesantren, Aiptu Sukamto bersama beberapa anggota kepolisian bahu membahu dengan Babinsa Koramil Buluspesantren dalam mengamankan acara pengajian.

Acara pengajian yang digelar bertepatan libur Natal dihadiri ribuan peserta umat Islam dan para santri TPQ Al Ikhlas diisi ceramah Al Mukarom KH. 'Ath Thori Ma'mun dari Magelang.

Lokasi masjid berada di pinggir jalan utama provinsi, jalan Daendels yang menghubungkan Yogyakarta-Cilacap sehingga arus lalulintas cukup padat dan ramai. Aiptu Sukamto bersama anggota Koramil Buluspesantren dengan semangat mengatur arus kendaraan yang berlalu lalang.

Pengasuh TPQ Al Ikhlas, Ustadz Sholeh mengatakan, "Kami sengaja menyelenggarakan pengajian dan khotmil Qur'an bersamaan dengan libur Natal agar menampakkan kerukunan dan kebhinekaan".

"Saudara-saudara yang Nasrani memperingati hari kelahiran nabinya, maka umat Islam pun memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun tetap rukun dan saling toleransi" imbuh Ustadz Sholeh. (Binmas Polsek Buluspesantren / Bhayangkara Indonesia News).

Kamis, 28 September 2017

KAPOLRES MOJOKERTO DIDAULAT SEBAGAI WARGA KEHORMATAN PSHT MOJOKERTO

Mojokerto - (29/9/2017) Dalam rangkaian Suroan Agung tahun 2017 pada malam hari ini Kamis (28/9/17) pukul 21.30 WIB digelar malam Tasyakuran dan Wisuda pengesahan Warga Baru PSHT (Persaudaraan Setia Hati Teratai) Cab Mojokerto, dengan mengambil tempat di Aula Batalyon Para Raider 503.

Di hening nya malam ini tidak akan terlupakan bagi ke 223 orang yang akan di sahkan sebagai warga baru PSHT. Mereka yang di sahkan nanti nya akan mendapat sabuk putih berasal dari Kain Mori dan mendapat gelar sebagai seorang pendekar.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata S.Sos S.I.K MH. di sahkan sebagai Warga Kehormatan PSHT dan dikenakan baju Sakral PSHT oleh Bapak Hari ketua PSHT Cab Mojokerto

Dalam sambutannya Kapolres Mojokerto mengucapkan selamat kepada Warga Baru PSHT Terate yang Dilantik, semoga Menjadi Pendekar yang mempunyai budi pekerti luhur.

Beliau juga Berpesan untuk menjaga Keutuhan NKRI,  dengan saling Menghargai perbedaan yang ada di seluruh wilayah Indonesia karena dengan sikap saling Menghargai perbedaan yang ada akan menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. " pungkasnya. (rk/dwa /Bhayangkara Indonesia News).

Jumat, 02 Juni 2017

Polresta Pekanbaru Gelar Razia Ramadhan, Berantas Narkoba dan Penyakit Masyarakat

PEKANBARU - (2/6/2017) AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK selalu memberi warna positif dimanapun berdinas. Setalah membuat Kampar bersinar dengan berbagai inovasi pelayanan publik dan giat Kamtibmas yang mengesankan, kali ini giliran Pekanbaru yang mendapat sentuhan humanisnya.

Menjabat sebagai Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK terjun langsung memimpin 30 personil gabungan Lantas, Sabhara,  Reskrim,  Narkoba,  Intel dan Binmas untuk melakukan giat cipta kondisi / cipkon.

Kegiatan Cipkon ini dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan serta untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat kota Pekanbaru,  Polresta Pekanbaru melaksanakan Kegiatan rutin yang Ditingkatkan.

Kegiatan Cipta Kondisi ini diawali dengan mendatangi Cafe yang terletak di Jl. Mustika Kec. Limapuluh Pekanbaru. Di cafe milik sdr. Ronal ini, petugas menemukan adanya live musik yang dapat mengganggu ke khusukan warga dalam melaksanakan ibadah sebab letaknya berdekatan dengan Mesjid.

Setelah diberi himbauan oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP EDY SUMARDI PRIADINATA,  S.I.K selanjutnya dengan penuh kesadaran pemilik cafe berjanji tidak akan menghidupkan lagi live musiknya selama bulan Ramadhan.

"Kami menghimbau agar pengelola Cafe untuk menghargai masyarakat yang melaksanakan ibadah dengan tidak menghidup kan live musik " ujar AKBP EDY SUMARDI PRIADINATA,  S.I.K.

Selanjutnya kegiatan Cipta Kondisi bergeser dengan memilih sasaran Hotel Holiday yang terletak di Jl. Tanjung Datuk ujung Kec. Limapuluh Pekanbaru. Dari tempat tersebut petugas melakukan Pengecekan terhadap muda mudi yang sebagian besar tidak memiliki KTP berikut sepeda motor yang mereka bawa.

Salah seorang tokoh masyarakat yang juga ketua RT setempat bernama bpk. RAJA HASYIM mengatakan bahwa inilah manusia manusia yang membuat resah masyarakat sekitar Tanjung datuk yang kami sendiri tidak tahu darimana asalnya dan menurut kami mereka ada yang terlibat Narkoba,  Curanmor bahkan perampokan.

Ketua RT 01 RW 05 Kel. Tanjung Rhu Kec. Limapuluh Pekanbaru ini menambahkan lagi bahwa mereka senang dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Polresta Pekanbaru ini dan berjanji akan berkoordinasi kedepannya guna menekan penyakit masyarakat yang ada ditempatnya.

Dari hasil pantauan diketahui sebanyak 17 laki-laki dan 8 perempuan yang diamankan dari hotel Holiday tersebut. Dan saat ini mereka sedang dilakukan pemeriksaan Urine di ruang Sat. Res. Narkoba Polresta Pekanbaru. (Humas Resta Pekanbaru / ALH/Bhayangkara Indonesia News).

Rabu, 22 Maret 2017

Polres Kebumen Jajal Senjata Api Inventaris Baru

KEBUMEN – (20/3/2017)15 pucuk senjata api AK-2000 pembagian dari Polda Jateng di uji fungsi dan kelayakannya oleh Polres Kebumen.

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH melalui AKP Krida Risanto selaku Kasat Sabhara Polres Kebumen, senjata api jenis senapan serbu kaliber 5.56 mm, sebelum digunakan di lapangan harus diuji fungsi serta kelayakannya, Senin (20/03).

Dalam uji cobannya pada hari Sabtu (18/03), AKP Krida bersama dua Peleton Dalmas Sat Sabhara Polres Kebumen memilih lapangan tembak di tambang batu cadas desa Gemeksekti Kebumen untuk menjajal senjata inventaris baru tersebut.

“Sebelum digunakan untuk mendukung tugas personel di lapangan, senjata harus dipastikan benar benar siap. Maka dari itu, pengujian kami gelar untuk memastikan kesiapan senjata api sebelum dioperasionalkan,” jelas AKP Krida selaku penanggung jawab dalam kegiatan itu.

Menurut AKP Krida, senjata itu baru dua minggu diperoleh Polres Kebumen, kegiatan uji coba tersebut sekaligus untuk melatih para personelnya menggunakan senjata api otomatis atau senjata api serbu terbaru milik Polres Kebumen.

“Senjata ini biasanya digunakan oleh Brimob. Sehingga dalam uji coba itu, kami kenalkan kepada para personel Polres untuk menjajal senapan serbu,” beber AKP Krida yang ternyata adalah mantan Brimob senior.

Pembagian senjata api dari Polda itu bukan hanya Polres Kebumen yang mendapatkannya, namun seluruh Polres jajaran di Polda Jateng juga mendapatkan senjata yang sama.

Masih kata AKP Krida, senjata AK-2000 itu nantinya akan menggantikan senjata SKS yang menurutnya sudah cukup tua. Senjata SKS akan digudangkan, namun tetap digunakan untuk kepentingan insidentil.

AKP Krida yang ternyata adalah mantan Wadanki Sub Den C Brimob Kutoarjo menyambut gembira senjata pembagian itu. Seiring meningkatnya ancaman kejahatan, tentunya harus didukung senjata canggih dalam mengamankan kejahatan itu, tukasnya.

Dari hasil uji coba itu, AKP Krida menjelaskan, senjata api siap digunakan personelnya di lapangan.

“Nantinya senjata ini digunakan untuk pengamanan dan pengawalan objek vital, serta pengamanan khusus lainnya yang membutuhkan senjata api sebagai alat pendukung di lapangan,” tutupnya.
(humas/Polres Kebumen /bharindonews.blogspot.co.id).

Senin, 06 Maret 2017

Amankan Laka Lantas, Polwan Ini Malah Dipukul Pemabok

KEBUMEN – (6/3/2017) Mengamankan kecelakaan lalu lintas, Polwan Polres Kebumen malah dianiaya pelanggar lalu lintas.

Aiptu Nuraniah Kasium Polsek Kebumen Polres Kebumen mendapat perlakuan kekerasan saat menangani kecelakaan antara sepeda motor dengan sepeda motor di Jalan Pahlawan Kebumen tepatnya depan Bank BRI cabang Kebumen, Senin (06/03).

Saat dihubungi, Aiptu Nuraniah menjelaskan dirinya sedang menangani kecelakaan yang berada di lokasi, namun pelaku yang berinisial AZ (31) selaku pelanggar pelawan arus naik pitam karena saat akan melarikan diri kuncinya diamankan.

Kejadian yang berlangsung pukul 10.00 wib itu, Aiptu Nuraniah mendapatkan perlakuan kekerasan dengan ditempeleng di bagian kiri kepalanya serta dipukul bagian dada, bahkan dipukul menggunakan sepion sepeda motor yang terlepas akibat kecelakaan itu.

Melihat aksi kekerasan itu, sejumlah personel Dalmas Sat Sabhara Polres Kebumen yang sedang melaksanakan tugas pengaman di Bank segera mengemankan pelaku ke pos satpam BRI.

Aiptu Nuraniah mengatakan, diamankannya pelaku kekerasan kepada dirinya saat bertugas itu, untuk menghindari amuk massa. “Kejadian itu sempat menjadi tontonan warga yang melintas, sehinngga harus diamankan,” ucap Aiptu Nuraniah ibu dua anak itu.

Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH melalui Kasubbaghumas Polres Kebumen mengatakan aksi yang dilakukan Aiptu Nuraniah dan personel Dalmas yang sedang pengamanan Bank BRI sangat benar.

“Pelaku memang harus diamankan, untuk mengantisipasi aksi kroyok massa yang geram oleh aksi pelaku,” tukasnya.

Willy menambahkan, AZ ini adalah seorang residivis. Pernah masuk penjara gara gara kasus penjambretan pada tahun 2011.

Saat ditanya mengenai kondisi korban laka lantas, AKP Willy mengatakan jika Ahmad Nurmunib (41) warga Kebadongan Klirong mengalami patah tulang pada bagian kelingking dan jari manis tangan sebelah kanan. “Bahkan jempol tangan kanannya harus mengalami 17 (tujuh belas) jahitan akibat kecelakaan itu,” terang Willy berdasarkan keterangan adari Unit Laka Lantas Sat Lantas Polres Kebumen.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Unit Laka Sat Lantas Polres Kebumen. Di depan penyidik, pelaku mengaku telah mengkonsumsi obat batuk sebanyak 10 sacheet yang ditambahkan minuman soda sehingga dirinya mabuk dan tidak terkendali.
(humas/polres kebumen/bharindonews.blogspot.co.id).

Kamis, 23 Februari 2017

KAPOLSEK BULELENG SANTUNI KORBAN BENCANA



BULELENG - Kamis.(19/01/17) kapolsek Kota Buleleng, Kompol Nyoman Suarnata bekerjasama dengan pihak pengusaha, memberikan sumbangan dalam bentuk sembako kepada masyarakat desa Pemaron Kecamatan Buleleng yang terkena bencana.angin puting beliung.

Disela-sela kegiatan Kapolsek memberikan himbauan  kepada masyarakat yang ditimpa musibah agar tabah dan sabar. Semoga uluran berupa bantuan tersebut bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban yang diakibatkan bencana puting beliung. (Ardana / bharindonews.blogspot.co.id).

Sabtu, 18 Februari 2017

Bhabinkamtibmas Polres Kebumen Membaur dengan Warga Bersihkan Longsoran Lumpur di Sampang



KEBUMEN - (18/2/2017) Melihat kondisi rumah salah satu warga binaanya yang tertimbun longsor, Bripka Riyanto personel Bhabinkamtibmas Polsek Sruweng Polres kebumen tidak bisa tinggal diam.

Rumah Sanwarni warga desa Sampang yang dilaporkan sebagian rumahnya tertimbun longsor membuat Bripka Riyanto terketuk hatinya.

Saat sebagian tengah menikmati liburan akhir pekannya, Sabtu (18/02) Bripka Riyanto membaur bersama warga sekitar bekerja bakti menyingkirkan lumpur yang menutupi rumah Sanwarni.

Menggunakan cangkul, Riyanto bersama warga sekitar membersihkan lumpur.

Saat dihubungi, Bripka Riyanto menjelaskan, bahwa desa binaannya itu (Desa Sampang) rawan sekali longsor.

Longsor tersebut karena hujan lebat yang mengguyur Sempor beberapa hari belakangan.

Atas kejadian itu, Bripka Riyanto mengatakan, tidak ada korban jiwa dan rumah Sanwarni adalah yang terparah karena dekat dengan tebing.

Saat terhubung melalui telepon selullar, Kapolsek Sempor Polres Kebumen AKP Wasidi, mengatakan jika Wilayah hukumnya sangat berpotensi longsor, terutama saat hujan.

Kondisi tanah yang labil, serta mulai gundulnya pegunungan menjadi faktor utama longsor yang sering melanda wilayah sempor.

Selain itu Wasidi menandasakan, wilayah yang paling rawan longsor adalah desa Sampang atau desa binaan Bripka Riyanto.

(humas/polres kebumen / bharindonews.blogspot.co.id).