KEBUMEN – (24/3/2017) Diduga setelah minuman keras oplosan yang oleh kalangan penikmat minuman keras akrab dengan sebutan oros-oros, Suhiran alias Sakri, seorang warga desa Jogosimo, Klirong, Kebumen harus meregang nyawa.
Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH, minuman beralkohol yang menewaskan Suhiran itu diracik menggunakan alkohol 70 persen dan dicampur dengan es batu, Jumat (24/03).
Dalam keterangannya AKP Willy menjelaskan, kejadian itu berawal pada hari Senin (20/03) saat itu korban bersama rekannya berpesta miras di Klirong dan pulang dalam keadaan mabok berat.
Setelah sadar, korban sempat mengeluhkan jika mata nya merasa sakit akibat menenggak miras itu. Pada hari Rabu (22/03) malam, korban mendapatkan perawatan di RSUD Kebumen hingga akhirnya meninggal pada hari Kamis (23/03) pukul 11.00 WIB.
“Oros-oros Itu adalah minuman beralkohol kreasi para penggemar minuman keras, sebagai pengganti minuman keras yang dijual di pasaran. Dampak dari minuman keras alternatif itu sangat berbahaya sekali. Alkohol murni kan bukan untuk diminum, itu buat bersihkan koreng (luka luar). Orang yang meminumnya bisa keracunan,” paparnya.
Meskipun sudah banyak korban berjatuhan akibat minuman keras oplosan, para pemabuk seolah tidak jera dan masih mau mengkonsumsi minuman keras semacam itu.
“Kami sangat menyayangkan sekali masih adanya sebagian masyarakat yang tidak jera dan masih mengkonsumsi minuman keras, apalagi yang dibuat sendiri dengan bahan – bahan yang tidak jelas komposisi nya.” ucap Willy. (Humas Res Kebumen /bharindonews.blogspot.co.id).