Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Kasus Asusila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasus Asusila. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Parah !!! Debt Collector Paksa Nasabah Penunggak Kredit Berhubungan Intim

Gambar ilustrasi

Ngawi - (11/2/2018) Kasus penagih utang ( Debt Collector) yang berbuat meminta hubungan suami istri ke konsumennya karena tidak bisa bayar tunggakan kredit motor, mobil, rumah atau alat keperluan rumah tangga sebenarnya sudah sering terjadi.
Dan sudah bukan rahasia lagi di kalangan Dept Collector kejadian ini terselubung atau intern di ketahui oleh Debt Collector dan pihak leasing. Fakta ini jarang dilaporkan oleh pihak konsumen, aksi bejat atau perbuatan hubungan intim terselubung tersebut.
Dari hasil penelusuran berbulan-bulan di beberapa Kabupaten di Jawa Timur, Team Spesial Investigasi Rajawali Siber menunjukkan fakta bahwa kasus ini sudah menjadi hal yang lumrah dan biasa di kalangan Debt Collector bahkan mereka bisa bergiliran untuk melakukan aksi bejat tersebut.
Salah satu pihak Showroom sepeda motor di Kabupaten Ngawi membenarkan kejadian kejadian ini, ”Iya betul Pak, Debt Collector meniduri istri konsumen yang tidak bisa bayar tunggakan kreditnya sudah biasa terjadi Pak bahkan tidak di daerah Ngawi saja, di Madiun, Magetan, Caruban, Blitar, bahkan di Jawa Timur ini sudah menjadi hal yang lumrah dan jelas perbuatan ini merugikan pihak kami,” tegasnya.
Contoh sebut Aja debt collector mendatangi rumah Konsumen. Awalnya tersangka berniat menagih tunggakan pembayaran kreditan sepeda motor ke konsumen. Karena sudah tiga bulan terakhir korban tidak membayarkan angsuran kreditannya.
Apabila konsumen tidak bisa membayar tunggakannya, Debt Collector akan mengambil paksa sepeda motor tersebut. Namun, Debt Collector biasanya akan langsung memanfaatkan kesempatan untuk menawarkan opsi lain agar sepeda motor korban tidak jadi diambil.
Pengakuan sang Debt Collector yang tidak mau disebut namanya ini menyampaikan sebuah pengakuan yang sangat memprihatinkan,”Saya bilang ke dia, kalau tidak mau sepeda motornya ditarik, dia harus mau berhubungan badan dengan saya,” tegasnya.
”Tapi ya tidak langsung Pak, kita giring pelan-pelan tapi rata-rata istri konsumen itu mau Pak , memang sih tidak semuanya begitu ,tapi kebanyakan iya sih Pak,” ujar Debt Collectot kepada Team Spesial Investigasi Rajawali Siber.
Adakalanya ajakan Debt Collector langsung ditolak mentah-mentah oleh Konsumen. bahkan juga yang berusaha mengusir Debt Collector dari rumahnya karena sudah ketakutan dengan niat sang Debt Colector. Namun, Debt Collector sepertinya tidak patah arang.dan pantang mundur sampai sang konsumen menyerah
Team Spesial Investigasi Rajawali Siber banyak menemukan fakta ini terjadi di mana-mana dan pengakuan pengakuan dari berbagai pihak untuk menjadi keprihatinan berbagai pihak khususnya bagi para suami yang mempunyai kredit bermasalah agar jangan pernah menyerahkan urusan tunggakan kredit kepada pihak istri atau keluarga perempuan. (Jefri).
Sumber : rajawalisiber.com

Jumat, 31 Maret 2017

HOTEL, LOKASI FAVORIT BERBUAT MESUM DI KEBUMEN

KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Tindak asusila dan perbuatan maksiat di Kabupaten Kebumen sepertinya makin menjadi-jadi. Indikasinya, meski sudah berkali-kali dirazia, petugas masih mendapati pasangan mesum di hotel-hotel.

Sejauh ini, hotel sepertinya,masih menjadi lokasi yang paling "favorit" bagi mereka yang berotak ngeres untuk berbuat maksiat. Bahkan Satpol PP Kebumen baru-baru ini merazia pasangan mesum di sebuah hotel yang belum diresmikan di Kota Beriman.

Empat perempuan dan dua laki-laki diamankan. Konon katanya, mereka adalah pekerja hotel yang membawa sejumlah perempuan untuk bermesum ria di hotel tersebut.

Adanya pasangan mesum di sebuah hotel yang belum diresmikan, dibenarkan Kabid Tibum Satpol PP Kebumen Suratno SH MH. "Razia tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari warga," katanya, kemarin (30/3/2017).

Adanya kejadian ini semakin membuat sejumlah pihak khawatir dengan situasi Kebumen saat ini. Sejumlah pihak mendesak Pemkab menutup tempat-tempat yang rawan terjadi tindak maksiat. Apalagi, ada diantara pelakunya yang masih berstatus pelajar. Sudah begitu, mereka seringkali kedapatan berbuat tak senonoh di tempat-tempat publik. (cah /bharindonews.blogspot.co.id).