Cari Blog Ini

Jumat, 07 April 2017

KPK Bidik Penyimpangan RSUD Dr Sudirman, RSUD Prembun dan Gratifikasi SOTK Kebumen

KEBUMEN - (7/4/2017) Ketua Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak) Kebumen Hadi Waluyo meyakini,  penanganan perkara dugaan suap pada proyek pengdidikan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), hanya sebagai "pintu masuk" bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya memberantas gurita kasus korupsi di Kabupaten Kebumen.

Menurut Hadi Waluyo, KPK akan merambah pada kasus korupsi lainnya, baik itu praktek gratifikasi jabatan pada Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK), maupun proyek-proyek yang didanai APBN.

"Saat ini saja, diduga kuat KPK telah membidik adanya dugaan kasus penyimpangan pada RSUD Dr Soedirman Kebumen dan RSUD Prembun," kata Hadi Waluyo kepada Kebumen Ekspres, Jumat (7/4/2017).

Hadi Waluyo mengatakan, praktek korupsi di Kebumen dilakukan secara sistematis dan menyeluruh bahkan melebihi perkara suap jabatan di Kabupaten Klaten yang saat ini juga tengah ditangani KPK.

"Jika dibandingkan dengan di Kabupaten Klaten, kasus korupsi di Kebumen lebih besar," ujarnya.

Di Kebumen, kata Hadi lagi, akan ada banyak kasus korupsi yang ditangani KPK. Untuk dapat mengurai dan membongkar kasus-kasus korupsi Kebumen itu, KPK melakukannya secara bertahap. Mulai dari Operasi Tangkap Tangan (OTT), pasca OTT, pokir, APBN hingga RSUD Dr Soedirman dan Prembun.

Dan, hampir bisa dipastikan akan banyak pejabat baik eksekutif dan legislatif yang bakal terkena jeratan hukum KPK.

“Dalam analisis saya, kemungkinan besar terdapat 60 pejabat di eksekutif dan 45 pejabat di legislatif yang berpotensi besar tersangkut kasus korupsi,” terangnya.

“Kini sudah terdapat salah satu istri pejabat yang telah diperiksa KPK. Selain itu, kemungkinan besar KPK akan di Kebumen hingga dua tahun mendatang," imbuhnya.

Atau dengan kata lain, kata dia, KPK tengah melakukan "bersih-bersih" di Kebumen. Seandainya terdapat banyak pejabat yang terjerat, pemerintahan kabupaten untuk sementara dapat diambil alih oleh provinsi.

“Kalau banyak yang tersangkut dan mengganggu kinerja pemerintah, tentunya provinsi dapat saja mengambil alih kepemerintahan untuk sementara,” tegasnya.

Pihaknya menghimbau, baik pejabat maupun swasta (penusaha) yang pernah menerima uang bukan haknya seyogianya segera mengembalikan kepada KPK.

Jangan malah terus mengelak atau malah melakukan upaya "penyelamatan diri" dengan cara melanggar hukum. "Lambat laun KPK juga akan mengetahui hal itu. Dengan bersikap koperatif terhadap KPK maka akan mempermudah jalannya proses hukum,” ucapnya. (mam /kebumenekspres.com).

KAPOLRES KEBUMEN YANG BARU TANCAP GAS, KUNJUNGI PIMPINAN DPRD

KEBUMEN- (7/4/2017) Sehari usai prosesi lepas kenal dengan pejabat lama, Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti S.Sos Jumat (7/4) siang berkunjung ke gedung DPRD Kebumen. Didampingi Waka Polres Kompol Umi Mariati SIK, dua srikandi perkasa yang kini memimpin jajaran Polres Kebumen ini diterima Ketua DPRD H Cipto Waluyo SKepNs di ruang kerja Ketua DPRD. Turut mendampingi Wakil Ketua Bagus Setiyawan dan Sekretaris Komisi A Aksin.

Dalam kunjungannya, Kapolres Kebumen menemui para anggota DPRD yang baru saja selesai melaksanakan ibadah sholat Jumat. Seperti diketahui, terhitung mulai Rabu 5 April 2017, AKBP Titi Hastuti SSos resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kebumen menggantikan AKBP Alpen SIK SH MH. Sebelum menjadi Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti menjabat di Itwasum Polri, sedangkan AKBP Alpen menduduki jabatan yang baru di Bareskrim Polri.

Selain memperkenalkan diri kepada jajaran pimpinan dan anggota DPRD, Kapolres meminta dukungan dan sinergi kepada seluruh rakyat Kebumen dalam mengemban tugas-tugas kedepan. Ketua DPRD H Cipto Waluyo menyambut baik maksud kedatangan Kapolres.

Cipto Waluyo menyampaikan terimaksih dengan kunjungan tersebut, serta sebagai lembaga perwakilan rakyat dan bagian dari Forkompimda siap berjalan bersama dan bersinergi dengan Polres Kebumen.

Usai berbincang dengan Pimpinan DPRD, duet dua Polisi nomor 1  di Kebumen ini meninjau ruang rapat paripurna dan ruang rapat pimpinan sebelum bertolak meninggalkan gedung DPRD. (humas/polres kebumen /bharindonews.blogspot.co.id).

Sesosok Mayat Ditemukan di Warung Badeg Rowokele

KEBUMEN- (6/4/2017) Sesosok mayat yang diduga gelandangan dan mengidap sakit jiwa, Kamis (6/4) ditemukan telah meninggal dunia di sebuah warung penjual minuman tradisional (badeg) yang terletak di tepi jalan raya Rowokele tepatnya di Desa Jatisari Kecamatan Rowokele, Kebumen.

Wawan (30), warga Bumiagung yang menemukan korban pertama kali mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia dengan posisi miring. Dan ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Beberapa warga setempat menyatakan bahwa lelaki malang itu sudah beberapa hari ini mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian.

Akhirnya, karena tidak diketahui identitasnya, maka korban diserahkan kepada pihak Desa Jatiluhur untuk dimakamkan di pemakaman desa setempat. (Humas Sek Rowokele Res Kebumen /bharindonews.blogspot.co.id).

Kamis, 06 April 2017

AKBP Titi Hastuti, Salah Satu dari Trio Polwan yang Memimpin Kebumen

KEBUMEN – (6/4/2017) Terhitung mulai hari Rabu tanggal 5 April 2017, AKBP Titi Hastuti, S.Sos resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kebumen menggantikan AKBP Alpen, S.H., S.I.K, M.H.

Upacara Serah Terima Jabatan berlangsung di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Semarang, dipimpin oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, bersamaan dengan serah terima jabatan beberapa Kapolres se Polda Jateng. 

Sebelum menjadi Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti, S.Sos menjabat di Itwasum Polri, sedangkan AKBP Alpen menduduki jabatan yang baru di Bareskrim Polri.

Acara Tradisi Penyambutan dan Pelepasan.

Usai melangsungkan serah terima, hari ini, Kamis (6/7), dilaksanakan upaacara tradisi pedang pora, untuk menyambut pejabat baru dan melepas pejabat lama. Acara berlangsung di halaman Polres Kebumen dengan diikuti seluruh personil Polres Kebumen dan jajaran nya.

Dua Srikandi

Kini tiga Srikandi perkasa, AKBP Titi Hastuti, S.Sos dan Kompol Umi Maryati, S.I.K memimpin jajaran Kepolisian Resor Kebumen kemudian AKBP Sriyani sebagai Kabag Sumda. Sinergi trio Polisi Wanita tangguh siap untuk menghadapi tantangan dan tuntutan untuk menciptakan situaasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kebumen menghadang di depan mata.

"Tentunya kami tidak akan bisa berhasil melaksanakan tugas yang kami emban dengan baik tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat Kebumen.” kata AKBP Titi Hastuti, S.Sos. saat diwawancarai sebelum  pemaparan Laporan Kesatuan (Lapsat) oleh pejabat lama AKBP Alpen, SH, SIK, MH di Gedung Bhayangkara. (Humas Res Kebumen /bharindonews.blogspot.co.id).

Selasa, 04 April 2017

ADI PANDOYO : BAGI-BAGI JATAH 2,5 MILYAR ATAS PERINTAH BUPATI

SEMARANG- (4/04/2017) WartaOne.net - Memasuki persidangan lanjutan pemeriksaan terdakwa Sigit Widodo dengan menghadiran saksi-saksi Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Ujang Sugiono, mantan Sekda Kebumen Adi Pandoyo dan Mantan Kasi Sarpras Disdikpora Yasinta Swasti.

Dalam persidangan tersebut terdapat beberapa hal mengejutkan yang disampaikan mantan Sekda Kebumen Adi Pandoyo terkait BAP yang seharusnya belum dibuka hari ini namun karna desakan JPU KPK akhirnya Adi Pandoyo menyampaikan hal tersebut terkait bagi-bagi jatah senilai Rp. 1 milyar dan Rp. 1,5 milyar ke beberapa pihak yang menurut kesakaian Adi Pandoyo atas perintah atasanya dalam hal ini adalah Bupati Kebumen. Adi Pandoyo juga sempat menyebutkan beberapa nama-nama Anggota Dewan Kebumen yang menerima jatah dari total dana senilai Rp. 2,5 milyar tersebut.

Atas pernyataan Adi Pandoyo pada persidangan itu, Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad menyangkal semua pernyataan dari mantan bawahanya di Pemda Kebumen itu, seperti persidangan terdahulu Bupati juga menyangkal ketika beberapa mantan tim suksesnya memperjual belikan namanya untuk mendapatkan jatah proyek di beberapa Dinas-Dinas di Kabupaten Kebumen

Sedangkan saksi lain di persidangan itu yakni Kepala Dinas Pendidikan Ujang Sugiono dicecar oleh JPU KPK beberapa pertanyaan terkait proses penganggaran pokir. Beberapa kali JPU KPK sempat tersulut emosinya dikarnakan keterangan Ujang yang selalu berbelit-belit dalam menjawab setiap pertanyaan seperti pada sidang-sidang Ujang sebelumnya.

Begitupun ketika Ujang dikonfrontir dengan mantan bawahnya Kasi Sarpras Disdik Yasinta Swasti, pernyataanya selalu bertolak belakang dan membingungkan JPU KPK, berbeda sekali dengan Yasinta dalam menjawab setiap pertanyaan JPU, penyampaianya runtut dan lancar sesuai dengan BAP yang sudang dipegang JPU KPK.

Di tempat terpisah dari penelusuran jurnalis WartaOne beberapa pejabat Kebumen pada hari sebelumnya telah memenuhi panggilan KPK diantaranya Sabar Irianto, Tri Asisten II, Aden dan Herunoto, mereka dipanggil berkaitan dengan pengembangan kasus RSUD Prembun yang sampai saat ini masih dikembangkan oleh penyidik KPK lebih lanjut. (k8r/wo/bharindonews.blogspot.co.id).

Minggu, 02 April 2017

DOJO JUDO WAZA KEBUMEN KEMBALI DIBUKA UNTUK LATIHAN

KEBUMEN - (2/4/2017) Setelah lama vakum dan tidak ada kegiatan, mulai hari ini, Minggu (02/04) olah raga beladiri judo di Kebumen kembali diaktifkan.

Diaktifkannya Judo Waza Kebumen ini, ditandai dengan dibukanya secara resmi  Dojo Judo Waza Kebumen di gedung Bhayangkara Polres Kebumen yang beralamatkan di komplek asrama polisi Jalan Sarbini Kebumen.

Diaktifkannya Judo Waza ini disambut gembira Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH, Polres Kebumen. Melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH, dibukanya Dojo Judo Waza Kebumen dengan mengambil tempat gedung Bhayangkara itu, diharapkan dapat mencetak atlet Judo berprestasi kedepannya.

Selain itu, dojo ini dibuka untuk umum. Dikatakan Julin, selaku ketua club Judo Kebumen, siapa saja boleh bergabung untuk mengikuti latihan beladiri asal negeri Sakura itu di dojo yang dahulu pernah ikut membesarkan Judo di Kebumen.

Dirinya didampingi wakil ketua club Judo Waza Kebumen, Serma Anis Fuadi, saat pembukaan dojo yang dihadiri para Kasat Polres Kebumen, selanjutnya pihak dari Dispora, Koni dan pengurus Judo Kebumen  mengajak para pemuda Kebumen untuk bergabung berlatih judo di Dojo Bhayangkara Polres Kebumen yang sekarang diberi nama Dojo Judo Waza Kebumen.

Dihidupkannya kembali Judo Waza Kebumen ini, dikatakan Anis Fuadi atas gagasan para senior Judo Waza yang menginginkan terulangnya kembali massa keemasan saat dipegang oleh pelatih senior Bapak Sutarno atau yang lebih akrab dipanggil Mbah Tarno pada tahun 80 an.

Adanya dukungan dan fasilitas tempat berlatih (Dojo) dari Polres Kebumen, Julin sangat berterimakasih sekali. Saat ini di Kebumen ada 6 Dojo Judo Waza, yaitu di Jatijajar, Rowokele, Gombong, Klirong ada dua dan Kebumen sendiri.

Pihaknya pun siap berlatih bersama dengan para peserta dengan tempat yang disediakannya itu. Apalagi para senior Judo Waza Kebumen yang telah sukses, sangat mendukung kegiatan itu dengan ikut membantu menyumbangkan matras untuk berlatih di Dojo Judo Waza Kebumen. (humas/polres kebumen /bharindonews.blogspot.co.id).

Sabtu, 01 April 2017

LINDA, SISWI SMK TAMAN KARYA MADYA KEBUMEN HILANG, PAMIT BERENANG

KEBUMEN- (1/4/2017) Linda Alfiani (17), siswa kelas X STM Taman Karya Kebumen dinyatakan hilang oleh orang tuanya, Ibu Karsinah, Sabtu, (1/4).

Orangtua Linda Alfiani cemas karena keberadaannya belum diketahui sejak meninggalkan rumah pada Selasa 28 Maret 2017 pukul 14.00 WIB. Keluarganya khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan menimpa Linda.

Linda yang tinggal di  Dukuh Kemangguan, Desa Bumiharjo Kecamatan Klirong, meninggalkan rumah berpamitan akan renang dikolam renang gading, pejagoan dengan mengenakan pakaian sekolah ( abu abu putih ) . Sayangnya, hingga hari ini Linda tak kunjung pulang ke rumah.

Linda mengenakan sepeda motor Honda beat warna pink dan serta mengenakan pakaian sekolah.

Terakhir kali sebelum menghilang Linda bertemu dengan ibunya untuk pamit berenang hingga saat ini kabar ataupun keberadaan linda belum diketahui.

Dari pengecekan disekolah Linda, hari Rabu tanggal 29 Maret 2017 tidak berangkat ke sekolah ,( mbolos ) teman sekelasnya trakhir kali melihatnya sejak hari Senin tanggal 27 Maret 2017 dan hari selasa tidak berangkat karena libur sekolah, tetapi sejak itu tidak diketahui lagi.

Pihak keluarga menyampaikan Linda sudah dicari-cari ke mana-mana, namun belum juga membuahkan hasil. Tidak diketahui kenapa Linda nekat meninggalkan rumah tanpa sebab yang jelas. Sementara keterangan orangtuanya, selama ini tidak ada masalah antara Linda dengan keluarga/  orangtuanya.

"Sudah dicari ke mana-mana, ke sekolahnya, rumah teman dekatnya, tempat biasa kumpul tapi belum ditemukan,".

Berita tersebut juga telah dilaporkan kepolsek Klirong untuk mencari tahu keberaannya. (Humasres Kebumen/bharindonews.blogspot.co.id).