Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Promoter Polri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Promoter Polri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2018

Atasi Begal dan Premanisme, Takdir Mattanete Bentuk TEKAP

Banyaknya aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat, bahkan ada yang meninggal menjadi perhatian Polri, dan utamanya Polres Banjar. Walau di Kabupaten Banjar tergolong aman, Polres Banjar tak ingin kecolongan.

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete mengatakan, Polres Banjar membentuk Tim Anti Fremanisme (Tekap) yang akan menghandle wilayah hukum Polres Banjar. Pihaknya lebih baik mencegah dan selama ini aman tetapi mencegah lebih bagus

“Tim ini siang malam mobile melakukan penindakan sesuai arahan pimpinan dan keinganan masyarakat tentunya rasa aman dan nyaman dari aksi fremanisme,” katanya.

Dia menjelaskan, tim dibentuk khusus ada 13 diluar Kanit dan Kasat ada personel yang dipersenjantai lengkap. Tim ini memberantas aksi fremanisme.

Dengan masa kerja yang setiap bulannya dievaluasi. Mengingat masih ada beberapa bentuk aksi fremanisme di Kabupaten Banjar yang harus diberantas seperti pencurian kecil, penjambretan, terutama daerah yang menjadi perhatian sepanjang Jalan A Yani sampai Kabupaten Tapin dan arah Pelaihari.

Takdir tidak main-main bahkan memerintahkan anggotanya untuk tembak ditempat pelaku jika membahayakan nyawa anggota dan masyarakat. Tentunya tindakan tegas yang dilakukan haruslah terukur dan tidak arogan.

Adapun rekapitulasi tahunan 2017 Satuan Reskrim dan Polsek-Polsek Polres Banjar, untuk jenis kasus pencurian dengan pemberatan ada 53 kasus, pencurian dengan kekerasan ada empat kasus, pencurian biasa 53 kasus, curanmor ada 47 kasus, percobaan pencurian ada dua kasus.

Penganiayaan ada 34 kasus, pengeroyokan ada tujuh kasus, pembunuhan dua kasus, pengancaman ada dua kasus, pemerasan satu kasus, perjudian ada 21 kasus, senjata tajam ada 36 kasus, serta meninggal dunia karena minuman keras ada satu kasus.

Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Sofyan didampingi Ketua Tim Tekap yang juga Kepala Unit Resmob, IPDA Nur Arifin menambahkan, disamping melaksanakan tugas dan jabatan sehari-hari juga melaksanakan tugas sebagai anggota Satgas Pemberantasan Kejahatan Jalanan untuk mengantisipasi segala bentuk kejahatan jalanan.

Tim Tekap difasilitasi lengkap dan begitu pula persenjataannya. Selain kendaraan roda dua dan roda empat, dari segi persenjataan ada laras panjang, revolver yang dimiliki semua anggota, dilengkapi pula bodyface, dan helm serta pakaian tactical.

“Anggotanya ada 12 orang dan penanggungjawab Tim Tekap langsung oleh Kapolres Banjar. Begitu dibentuk langsung bergerak,” kata Sofyan.

Nur Arifin menambahkan, berdasarkan data rekapitulasi mingguan untuk kejahatan jalanan di wilayah hukum Polsek Gambut ada empat orang, Polsek Martapura Kota ada lima orang, Polsek Mataraman satu orang, Polsek Pengaron ada dua orang. Selain disidik total ada 17 orang yang dibina.

Kepalda Desa Indrasari, A Yani secara pribadi tentunya mendukung seratus persen atas langkah Polres Banjar membentuk Tim Anti Fremanisme (Tekap). Secara tidak langsung walau tingkat kriminalitas di desa Indrasari ini tidaklah mengkhawatirkan.

Adanya Tim Tekap setidaknya bagi yang ada niat melakukan kriminalitas jalanan berpikir dua kali. Karena Tekap ini selain standbye 24 jam juga rutin patroli di wilayah hukum Polres Banjar.

“Desa Indrasari ada 1.800 kepala keluarga atau berpenduduk 6.000 lebih. Kami menyambut baik adanya Tekap ini,” katanya.

Menjadi harapannya, dengan adanya Tim Anti Fremanisme ini tentunya bisa menekan angka kriminalitas di Kabupaten Banjar. Dengan demikian warga merasa aman dan nyaman dalam beraktifitas.

Warga Martapura, Hamidah mengatakan, mendengar nama singkatannya memang masih terasa asing, tetapi tidaklah mengapa terpenting sudah ada usaha menekan kriminalitas jalanan di wilayah hukum Polres Banjar. Bagi ibu-ibu seperti dirinya tentunya menyambut bagus.

“Saya dengar ada patroli rutin juga dan ini tentunya bagus. Bagi perempuan seperti saya tidak merasa takut lagi, tetapi tetap waspada,” katanya.

Tentunya juga bisa mencegah generasi muda mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti Zenith yang marak akhir-akhir ini".

(Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indonesia News)

Kamis, 31 Mei 2018

Polres Sumba Barat Siap Amankan Pilkada dan Tenggelamkan Hoax

Jakarta -(30/5/2018) Sinergisitas Polri dengan kalangan media terus dibangun. Baru saja Kapolres Sumba Barat, AKBP. Michael Irwan Thamsil, S.I.K. menerima kunjungan wartawan BIN's (Bhayangkara Indonesia News) di ruang kerjanya.

AKBP. Michael Irwan Thamsil sebelumya pernah menjabat sebagai Penyidik Madya 1 Direskrimum Polda Kalimantan Timur  dan BKO Bareskrim Polri lll A2. Perwira menengah ini menjabat sebagai Kapolres  Sumba Barat  menggantikan posisi AKBP Gusti May Candra Lesmana, SIK, MH. Kapolres sangat mengapresiasi kehadiran dan kerjasama wartawan BIN's sebagai mitra polri di wilayah kerjanya.

Wartawan kemudian melanjutkan kunjungan ke ruang kerja Wakapolres Sumba Barat. Wartawan BIN's mendapat informasi terkait pilkada di dua kabupaten yaitu Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres menyampaikan kesiapan jajarannya dalam  mengamankan gelaran pilkada tersebut.

"Kami, segenap jajaran Polri siap mengantisipasi hal-hal yang merusak demokrasi, bahkan jauh-jauh Polri melakukan sosialisasi Kamtibmas bekerja sama dengan tokoh màsyarakat" ujarnya.

(Robert Jola / Bhayangkara Indonesia News).

Rabu, 16 Mei 2018

Jelang Ramadhan, Polres Kebumen Gelar Tabligh Akbar dan Doa Bersama

KEBUMEN — (16/5/2018) Menjelang bulan penuh berkah, Ramadhan 1439 H, Polres Kebumen menggelar Tabligh Akbar dan Doa Bersama. Kegiatan ini bertujuan memohon agar Indonesia selalu dalam keadaan aman serta dalam perlindungan Allah SWT, Selasa (15/05).

Dalam acara yang dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono beserta PJU Polda Jateng, Forkompinda Kabupaten Kebumen, PJU Polres Kebumen, para ulama, para santri dan para Organisasi Wanita itu digelar di Mapolres Kebumen.

Kapolda Jateng dalam sambutannya mengatakan terimakasih atas pelaksanaan Sholat Ghoib untuk para Syuhada Polri yang gugur saat menjalankan tugas dalam kerusuhan Napiter di Depok.

“Tabligh Akbar ini diharapkan dapat mendinginkan suasana. Sebagai cooling sistem. Ini kegiatan doa bersama, shalwat, istighosah, untuk mendinginkan suasana,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Rangkaian aksi dan upaya terorisme disejumlah daerah di Indonesia pada beberapa waktu baru-baru ini telah memunculkan keprihatinan dan duka yang mendalam bagi semua elemen bangsa.

Situasi dan kondisi di Jawa Tengah sendiri, hingga kini tergolong masih cukup aman dari upaya terorisme.

Namun demikian, Polri dan TNI hingga kini masih tetap dan akan terus meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi segala kemungkinan adanya upaya aksi terorisme di berbagai daerah.

Dalam Tabligh Akbar tersebut Ustadz Wijayanto dai kondang yang sering muncul di layar Tv hadir mengisi tausiyah kepada para jamaah.

Ustadz Wijayanto mengungkapkan, dilihat dari sisi apapun aksi bom bunuh diri dan aksi terorisme lainnya yang belakangan ini tampak di permukaan bukanlah jalan jihad bagi umat Islam.

Dirinya juga menggarisbawahi, siapapun dan dari agama manapun pasti mengutuk aksi terorisme, karena telah menciderai asas-asas kemanusiaan.

(Humas Res Kebumen /Bhayangkara Indonesia News).

Sabtu, 17 Maret 2018

Penanganan Hoax Perspektif Korporasi


Dalam sebuah kasus hoax dan ujaran kebencian di Amerika Serikat tahun 2016, tidak hanya penyebar hoax yang dijadikan sebagai tersangka, namun perusahaan pengelola media sosial juga dijatuhi sanksi. Hal ini disampaikan oleh Agus Sudibyo dalam acara ILC (Indonesia Lawyer Club) edisi 6 Maret 2018, yang dihadiri juga oleh Ketua Satgas Nusantara, Irjen. Pol. Gatot Eddy Pramono.
Dengan konsep three parted, sejatinya ada 3 pihak yang terlibat dalam hoax, yaitu produsen hoax, pembaca hoax, dan media penyebaran hoax. https://www.youtube.com/watch?v=Q9VoatsrJ0Y&t=533s
Pertanyannya, mungkinkah perusahaan pengelola media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Twitter dan Instagram tidak tahu adanya postingan hoax dan ujaran kebencian di aplikasi mereka ? Jika tidak tahu dan tidak terdeteksi, berarti mereka tidak dapat mengontrol produknya sendiri.
Namun jika sesungguhnya mereka tahu tapi membiarkan, berarti mereka menikmati atau sengaja mengekapitalisasi perpecahan bangsa ini untuk keuntungan mereka. Tragis bukan ?
Di Jerman, bahkan pemerintah mengeluarkan Undang-Undang yang dikenal dengan sebagai Facebook Law. Dimana perusahaan pengelola Facebook dan media sosial harus membentuk Unit Penanggulangan Hoax yang melakukan patroli selama 24 jam. Unit ini harus ada di Jerman untuk memantau postingan hoax, ujaran kebencian, rasis atau apa saja yang berpotensi mengganggu keamanan.
Unit ini harus melakukan take down maksimal 1X24 jam ketika ada postingan yang berbahaya. Jika sampai lolos lebih dari 24 jam maka pihak pengelola Facebook akan mendapat sanksi denda yang besar, sekitar 50 juta Euro.
Kedua, parlemen Eropa bahkan mewajibkan perusahaan pengelola Facebook dan sejenisya untuk mengalokasikan dana CSR (Corporate Social Responsibility) atas besarnya keuntungan yang diraup selama beroperasi di Eropa untuk mendidik masyarakat, literasi media. Data dari e-marketer tahun 2016, belanja iklan gigital di Indonesia sebesar Rp 13 triliun, 75% ( Rp 8,4 triliun) diambil oleh Google, Facebook dan medsos lainnya.
Bagaimana dengan Indonesia ?
Berani ?
Jangan sampai ada kesan, bahwa peredaran hoax, ujaran kebencian dan perang komentar rasis di medsos justru dikondisikan dan dibiarkan oleh pengelola, karena menaikkan traffic, yah berarti meningkatkan pemasangan iklan. Ujungnya harga saham perusahaan pengelola medsos mengalami kenaikan.
Facebook, Instagram, WhatsApp, Twitter dan YouTube dapat untung.
Pemerintah Indonesia dapat apa ?
Berapa nomimal pajak yang masuk dari para perusahaan pengelola medsos tersebut ?
Bangsa Indonesia dapat apa ?
Jangan sampai bangsa ini diadu domba dan dipecah belah oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab, juga dimanfaatkan oleh para pemilik perusahaan media sosial yang menjadi media penyebaran hoax dan ujaran kebencian.
Ayo, dukung pemerintah dan aparat penegak hukum Indonesia untuk berani menekan perusahaan pengelola medsos !!!
Perusahaan pengelola media sosial yang jadi sarana tersebarnya hoax dan ujaran kebencian harus ikut bertanggung jawab atas dampak negatifnya terhadap bangsa ini !!!
War On Hoax
Salam GERAX

Sabtu, 03 Februari 2018

Polri Menatap Tahun Baru 2018 “Mewujudkan Prajurit Bhayangkara Menjadi Umat Terbaik”

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Prof. Drs. HM. Tito Karnavian, MA, Ph.D

Sejak era kepemimpinan Jenderal Polisi Prof. Drs. HM. Tito Karnavian, MA, Ph.D wajah Kepolisian Republik Indonesia berubah secara signifikan. Polri menjadi lebih ramah dan humanis. Profesionalisme dan kemampuan aparat kepolisian juga meningkat. Kecepatan dan kemudahan pelayanan juga makin baik, palagi dengan dukungan teknologi informasi yang dikembangkan beberapa satuan pelayanan kepolisian. Comander Wish yang terangkum dalam program PROMOTER (Profesional, Modern, Terpercaya) mulai membuahkan hasil. Di tahun baru 2018, Institusi Kepolisian terus memperbaiki diri agar makin dipercaya dan dicintai masyarakat.
Kepercayaan masyarakat terhdap Institusi Polri juga meningkat. Berbagai apresiasi dan penghargaan dari pemerintah berhasil diraih oleh jajaran dan satuan atas inovasi dalam pelayanan publik. Banyaknya purnawirawan Polri yang menjadi calon kepala daerah menunjukkan bahwa nilai jual anggota polisi makin bagus.
Polisi, ketika mendengar kata ini, mungkin yg terbayang dalam benak kita adalah sosok pria berseragam yang berdiri di tengah jalan mengatur lalu lintas. Atau sosok pria dengan sepucuk pistol sedang mengejar penjahat. Atau mungkin sekelompok pria dengan helm, rompi anti peluru dan tameng fiber sedang mengamankan demonstrasi.
Kali ini saya ingin menyoroti profesi polisi kaitannya dengan Islam. Beberapa tahun terakhir ini polisi kerap dibenturkan dengan Islam dan komunitas Muslim. Isu terorisme seolah menjadi jurang pemisah antara polisi di satu sisi dan kaum muslimin di sisi yang lain. Bahkan beberapa alasan yg menjadi latar belakang aksi terorisme adalah rasa dendam pada polisi.
Benarkah polisi musuh kaum muslimin? Atau benarkah ajaran Islam mengajarkan umatnya untuk membenci polisi?
Menurut Undang-Undang No. 2 tahun 2002 pasal 13 menjelaskan bahwa polri memiliki tugas antara lain, (1) Memelihara kamtibmas, (2) Penegakan hukum yang berlaku, (3) Memberikan pengayoman, perlindungan, serta pelayanan bagi masyarakat. 
Sedangkan menurut pasal 14 dijelaskan bahwa dalam menjalankan tugas pokoknya yaitu menjaga keamanan dalam negeri, Polri memiliki beberapa tugas, diantaranya (1) Melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, serta patroli terkait kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan, (2) Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan, (3) Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi, kesadaran hukum, serta ketaatan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan, (4) Melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, (5) Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang.
Institusi polri adalah garda terdepan yang menjamanin keamanan dan ketertiban, yang memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman dlm menjalankan aktifitasnya, bekerja mencari nafkah, melakukan ritual ibadah menyembah Tuhan-nya, termasuk berlibur bersama keluarga dan sanak famili.
Keberadaan polisi juga menjamin keamanan dan keselamatan harta benda serta jiwa raga masyarakat. Polisi jg memastikan bahwa hak dan kepentingan masyarakat terpenuhi secara adil. Memastikan bahwa setiap kejahatan dan pelanggaran harus dicegah dan diberi sanksi.
Kita bisa membayangkan seandainya suatu negara tidak ada institusi kepolisian. Apa yang terjadi dengan masyarakat? Yang kuat akan menindas yang lemah. Yang jahat akan mengganggu yang lain. Harta benda dan keselamatan diri kita selalu terancam. Dan pencari keadilan akan gigit jari karena tidak ada tempat mengadu.
Beberapa negara di dunia boleh jadi tidak memiliki angkatan perang /militer, tetapi mereka pasti memiliki pasukan yang menjaga kamtibmas atau kepolisian. Negara2 seperti Andora, Panama, Kosta Rika, Haiti, Mauritus, Kepulauan Solomon dan Vatikan adalah contoh beberapa negara yang tidak memiliki angkatan perang atau militer.
Lantas, apa kaitannya polisi dengan Islam ? Sehingga saya berani memberi judul artikel ini, “Polisi, Dai yg Sesungguhnya”. Di dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 104 disebutkan, “Hendaklah ada diantara kalian sekelompok umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah org2 yg beruntung”.
Perintah Allah SWT dalam ayat tersebut sangat jelas, bahwa di dalam masyarakat harus ada sekelompok orang yang melakukan 3 (tiga) tugas, yaitu mengajak dan menyadarkan masyarakat utk berbuat baik, kemudian memerintahkan dan memaksa orang untuk melakukan hal yang makruf /baik dan bermanfaat, terakhir adalah melarang dengan memberi sanksi pada perbuatan munkar atau kejahatan.
Barangkali dai, mubaligh, ustadz, ulama, kyai dan para penceramah bisa menyeru dan mengajak orang untuk berbuat baik, menasehati mereka agar tidak melakukan kejahatan. Namun mampukah para dai dan mubaligh memaksa orang untuk berbuat baik, atau menghukum orang yang berbuat jahat? Jelas tidak mampu dan tidak berhak.
Itulah kenapa beberapa ormas Islam yang melakukan aksi sweeping dan menutup paksa tempat-tempat maksiat akan mendapat perlawanan dr masyarakat itu sendiri. Karena bukan wewenang dan tanggung jawab mereka. Siapa yang bisa memaksa orang berbuat baik? Siapa yang bisa memberi sanksi pada pelaku kejahatan?
Jawabnya adalah polisi. Satuan polisi Lalu Lintas bisa memaksa pengendara untuk mengenakan helm, berjalan di jalur sebelah kiri, dan berhenti pada saat lampu merah untuk memberi kesempatan pada pemakai jalan dari arah lain.
Satuan polisi reserse dan kriminal juga mampu memaksa orang untuk menutup tempat-tempat maksiat, mereka juga bisa menangkap dan memenjarakan pelaku kejahatan dan tindak pidana. Pada saat yang sama polisi juga melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat dan generasi muda untuk menghindari narkoba, miras dan pergaulan bebas.
Polisi melakukan semua tugas yang dilakukan para dai dan mubaligh, tapi para dai dan mubaligh tidak berhak melakukan tugas-tugas kepolisian. Artinya, kelompok orang yang mampu mengamalkan perintah Allah SWT dalam Al-Quran tersebut secara sempurna adalah institusi kepolisian. 
Kita tidak berbicara oknum, namun kita membahas polisi sebagai institusi. Bahwa ada oknum polisi yang menyimpang dan tidak amanah adalah hal yang manusiawi, sbgmana ada juga oknum ustadz dan mubaligh yang menyimpang tidak bs jadi teladan.
Bahkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tanganmu /kekuatanmu, jika tidak mampu ubah dengan lisanmu, jika tidak mampu maka ingkari dengan hatimu, namun itu selemah-lemah iman”.
Siapa yang bs mengubah kemunkaran/kejahatan dengan tangan /kekuatan? Hanya polisi yang mampu dan berhak. Dai dan mubaligh hanya sanggup mengubah dengan lisan. Dan kebanyakan orang hanya mengingkari dengan hati. Jadi sebagian besar umat Islam memiliki keimanan yg lemah.
Polisi-lah yang paling berpotensi memiliki keimanan yang sempurna, karena mereka mampu dan berhak melakukan yang paling utama, yaitu mengubah kemunkaran/kejahatan dengan kekuatan. Dengan demikian, jelaslah bahwa tugas kepolisian adalah tugas yang suci dan mulai. Tidak hanya mulia dalam pandangan manusia, namun sangat besar nilainya dalam pandangan Sang Pencipta.
Wahai para anggota Tri Brata, kalian adalah dai yang sesungguhnya, yang memiliki kesempatan untuk mengamalkan perintah-Nya secara sempurna. Kalian paling punya peluang untuk menjadi sebaik-baik umat seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 110, “Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dimunculkan untuk manusia, memerintahkan kepada yang makruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah”.
Sahabat Tribrata di tanah air, jadilah Anda semua polisi baik dan jujur… 
Polisi baik tidak hanya Hoegeng. Tetapi setiap anggota korps Bhayangkara berkesempatan menjadi baik dan jujur, menjadi Umat Yang Terbaik.


(Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indoensia News / Maspolin / Blogger Polri).

Kamis, 01 Februari 2018

Waspada !!! Upaya Adu Domba dan Kisruh Politik Jelang Pilkada Serentak 2018 (Politisasi Pidato Kapolri)

JAKARTA - (1/2/2018) Dinamika politik di Indonesia memang sungguh seksi. Belum beres kontroversi penjabat atau pelaksana harian (plh) gubernur Jabar dan Sumut usai, muncul lagi isu panas lainnya. Tidak tanggung-tanggung, kali ini langsung menohok Kapolri M Tito Karnavian.

Tiba-tiba muncul potongan video pidato Kapolri saat memberikan sambutan di Pondok Pesantren Tanara, Serang, Banten, pimpinan KH Ma'ruf Amien, pada Februari 2017 lalu. Isi potongan video itu yang bikin gerah sejumlah ormas Islam. Tito menyatakan hanya akan merangkul ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di semua lini sementara organisasi lain merontokkan negara.

"Semua Kapolda saya wajibkan untuk membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi. Semua Polres wajib membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten dan kota. Para Kapolsek wajib untuk di tingkat kecamatan bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah, jangan dengan yang lain. Dengan yang lain itu nomor sekian, mereka bukan pendiri negara, mau merontokkan negara malah iya . Begitu potongan pidato Tito".

Beberapa ormas Islam pun meradang. Pimpinan MUI malah membuat surat terbuka kepada Kapolri yang menjelaskan bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia tidak cuma milik NU dan Muhammadiyah. Banyak ormas Islam yang lahir lebih dahulu dan setelahnya ikut bahu-membahu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga telah ikut membangun pondasi dasar ekonomi negara ini.

Terlepas dari kontroversi yang muncul setelahnya dan berakhir dengan tabayun tokoh-tokoh Islam dengan Kapolri, ada beberapa kejanggalan dari potongan video yang muncul.

Pertama, seperti disampaikan Kapolri, mengapa video itu baru muncul sekarang? Padahal, video itu dibuat setahun yang lalu.

Tito pun mengaku heran dengan kemunculan video itu. "Acaranya setahun lalu, pertanyaannya, kok bisa muncul sekarang dan dipotong," kata dia di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (31/1).

Saat video itu tersebar viral, Tito tak sedang berada di Jakarta tapi di luar kota. Ketika itulah ia melihat video tersebut dan berusaha mengingat-ingat kapan ia berpidato seperti dalam rekaman video. Dia pun menanyakan itu kepada stafnya. Karena seingatnya, ia tak pernah menyampaikan pidato seperti itu baru-baru ini.

Siapa dan apa motif penyebaran potongan video ini sampai sekarang masih belum jelas. Apakah ini tindakan disengaja untuk mencoreng dan mengadu domba Polri dengan ormas Islam juga belum ada penjelasan. Polri sendiri belum masuk menelusuri kasus ini.
Apakah ini terkait dengan 'perang bintang' di internal Polri pun belum ada jawaban. Sumber-sumber di Polri menyebutkan sebetulnya 'perang bintang' ini sudah lama terjadi, namun apakah segala peristiwa yang belakangan menyeret institusi Polri terkait itu, masih gelap.

Kedua, video itu sudah terpotong sangat panjang. Tito menjelaskan durasi pidato dirinya saat menyampaikan sambutan itu selama 26 menit. Namun, potongan video yang dibuat diubah menjadi dua menitan saja. Menurut Tito, dalam 26 menit itu ada bahasa-bahasa yang kalau dicerna (dalam durasi) dua menit, mungkin membuat beberapa pihak kurang nyaman.

Polri menduga ada pihak-pihak yang dengan sengaja memotong video tersebut dengan maksud tertentu. Namun, kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Polri belum bisa memastikan pihak-pihak mana yang melakukan hal tersebut. "Dugaan sementara seperti itu," kata Iqbal kepada wartawan di kediaman Kapolri, Rabu (31/1).

Video ucapan Kapolri itu telah mengalami penyuntingan. "Sangat banyak yang dipotong dan didempetkan. Kontennya yang dipotong," ujarnya.

Konteks pidatonya saat itu pas sedang hangat-hangatnya situasi Pilkada DKI. Kapolri memotivasi dan menyampaikan untuk lebih memperkuat tali silaturahim ke semua organisasi Islam, kecuali kelompok yang ingin merongrong NKRI.

Ketiga, potongan video ini muncul menjelang pilkada serentak 2018 dan diwacanakannya dua pati Polri menjadi penjabat gubernur di Sumut dan Jabar. Sejumlah kalangan menilai ada upaya mengganggu konsentrasi Polri menjaga pilkada damai dengan membenturkan Polri dengan ormas Islam.

Rencana masuknya dua pati Polri juga ikut menghangatkan dinamika politik nasional. Apalagi, mereka akan ditempatkan --jika jadi-- di dua provinsi yang selama dua periode kepemimpinannya dikuasai partai non-penguasa saat ini. Di Jabar malah pada pilpres lalu suara Jokowi-JK jauh di bawah Prabowo-Hatta.

Tetap klarifikasi

Kemarin, Kapolri Jenderal Tito memberikan klarifikasi terkait pidatonya itu. Klarifikasi ini disampaikan di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (31/1), di hadapan 14 perwakilan Ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah.
Tito mengatakan tidak ada maksud dari dirinya apalagi institusi Polri untuk tidak membangun hubungan dengan ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah. Bagi Tito, Polri tentu sangat berkepentingan untuk membangun hubungan baik dengan Ormas manapun sepanjang ormas itu satu visi yakni demi keutuhan NKRI dan Pancasila.

Terlebih 2018 ini adalah tahun politik sehingga Polri dan Ormas-Ormas Islam perlu bahu-membahu menjaga situasi agar tidak terjadi konflik. Ia menyayangkan upaya pemotongan dan penyuntikan video yang akhirnya membuat situasi menjadi bergemuruh.

Sebelumnya, Karo Penmas Mabes Iqbal menegaskan Kapolri sama sekali tidak ada niatan sama sekali menafikan dan menyudutkan kelompok-kelompok Islam. Dan itu sudah disampaikan ke ormas-ormas Islam. Polisi berharap jangan sampai hal seperti ini merusak hubungan antar elemen bangsa yang sudah baik. Apalagi menyongsong Pilkada serentak tahun ini.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia Hamdan Zoelva. Hamdan melakukan tabayun dengan Kapolri karena memang ingin mendengar langsung klarifikasi dari Kapolri.

Setelah dijelaskan, Hamdan mengungkapkan video yang beredar itu tidak utuh. Video yang beredar juga tidak mewakili inti pidato yang disampaikan. Pidato asli tersebut berlangsung selama 26 menit dan Kapolri tidak bermaksud melabeli ormas selain NU dan Muhammadiyah merontokkan bangsa.

Konteks Radikalisme

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengaku telah melakukan kroscek ke Kapolri soal video tersebut di rumah dinas Kapolri, Rabu (31/1) pagi. Konteks pidato itu, kata KH Ma'ruf, dalam rangka menghadapi radikalisme, isu-isu khilafah dan juga peran nasional yang pada waktu itu agak kenceng, tahun lalu itu.

Kapolri merasa NU dan Muhammadiyahlah yang hingga saat ini konsisten terus dalam membela Pancasila dan negara --tanpa bermaksud menampikkan ormas-ormas yang lain. Terkait dimaksud ada kelompok yang ingin meruntuhkan negara, itu adalah kelompok-kelompok ormas yang radikal.

"Bukan dalam konteks NU dan Muhammadiyah saja, tapi dalam konteks di mana Polri menghadapi tekanan dari kelompok-kelompok radikal, intoleran. Kira-kira begitu," kata Kh Ma'ruf.

Video itu, kata dia, disampaikan di pesantren miliknya di Banten dalam rangka pertemuan ulama dan MoU dengan NU. Isunya adalah peran ulama dalam mengawal keutuhan dan persatuan bangsa.

Sumber : republika.co.id

Minggu, 21 Januari 2018

Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP. Willy Budiyanto, SH Pindah Tugas ke Boyolali

KEBUMEN - (22/1/2018) Polres Kebumen kembali melakukan rotasi jabatan inspektur. Sedikitnya lima kursi jabatan Inspektur di Polres Kebumen, dirotasi termasuk Kasubbag Humas, AKP Willy Budiyanto, SH yang akan bertugas di Polres Boyolali. Penyegaran jabatan itu berdasarkan surat keputusan Kapolda Jateng Irjenpol Condro Kirono pada bulan Januari 2018 tahun ini.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar selaku Inspektur Upacara, dalam upacara serah terima jabatan Sertijab mengungkapkan, rotasi jabatan atau mutasi jabatan adalah hal yang wajar.

"Hal tersebut merupakan salah satu mata rantai dalam siklus pembinaan SDM Polri, guna memberikan ruang bagi personel Polri, untuk mengembangkan karier," ucap AKBP Arief Bahtiar saat membacakan amanat, Senin (22/01/2018) pagi.

Dalam kesempatan itu, Kasat Intelkam dari AKP Cipto Rahayu Diserahkan kepada  AKP Abdullah. Kasat Reskrim AKP Koliq Salis Hirmawan diserahkan kepada pejabat baru AKP Aji Darmawan.

Sedangkan untuk Kapolsek Ayah yang semula dijabat AKP Masngudin, diserahkan kepada IPTU Heru Sunyoto. AKP Masngudin akan menjabat sebagai  Kasubbag Humas Polres Kebumen menggantikan AKP Willy Budiyanto.

AKP Willy Budiyanto, dalam surat keputusan itu akan pindah ke Polres Boyolali sebagai Kasat Reskrim di kota yang memiliki semboyan kota Tersenyum.

Kapolsek Puring yang semula dijabat AKP Joko Maryono diserahkan kepada AKP Khadijah Widayat. AKP Joko Maryono akan menduduki jabatan baru sebagai Kapok Ambal, karena pejabat lama AKP Topo Walyono memasuki masa pensiun.

Kapolres Kebumen dalam kesempatan itu juga mengucapkan terimakasih kepada para Bhayangkari yang telah mendampingi para suami sehingga sukses dalam tugas.

Upacara Sertijab digelar di lapangan indoor Tenis Polres Kebumen dan dihadiri PJU Polres Kebumen para Kapolsek, Bhayangkari, personel jajaran serta dari TNI.

(HumasresKebumen / Bhyangkara Indonesia News)

Sabtu, 23 Desember 2017

5 Jurus Jitu Kapolres Kebumen Hadapi Natur 2018

KEBUMEN - (23/12/2017) Menghadapi libur panjang akhir tahun dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru (Natur) 2018, Kapolres Kebumen, AKBP. Arief Bahtiar, SIK, MM menerapkan (5) lima jurus jitu Kamtibmas. Strategi ini diterapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat Kebumen khususnya dalam menikmati libur panjang akhir tahun.

Berikut 5 jurus jitu Kamtibmas yang dilakukan Kapolres Kebumen bersama jajarannya dan didukung Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kebumen.

Kesiapan Pasukan Pengamanan

Sebanyak 650 personel Polres Kebumen nantinya akan terjunkan untuk mengamankan Natal dan tahun baru 2018 dekat ini, dengan sandi Operasi Pengamanan Lilin Candi 2018.

Hal ini diungkapkan langsung Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, melalui Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer dalam Rakor Ekuinda menghadapi Natal dan Tahun baru, di gedung Jatijajar Pendopo Kabupaten Kebumen, Senin (18/12) pagi.

Selain gereja, pengamanan malam pergantian tahun akan dititikberatkan di Alun-alun Kebumen dan Benteng Vanderwijk Gombong. Selama operasi lilin, Polres kebumen sedikitnya menyiapkan dua pos pengaman, yakni pos pengamanan Lalulintas Gombong dan Pos pengamanan Alun-lun Kebumen.

Kesiapan Sarpras dan Kendaraan Dinas Polisi

Selasa (19/12) siang, semua kendaraan dinas diapelkan dan dicek kondisinya, tak luput juga semua isi gudang Sat Sabhara dikeluarkan dan dilakukan pengecekan dengan penuh teliti. Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, melalui Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer, pengecekan ini dilakukan sebagai langkah dini untuk mengetahui kondisi Sarpras pengamanan Natal dan tahun baru dekat ini.

"Hari ini kita cek semuanya. Baik kendaraan dinas roda dua, roda empat, peralatan SAR, Peralatan Dalmas, kelengkapan perorangan, kita cek. Jadi jika ada kekurangan, kita masih ada waktu untuk memperbaiki atau melengkapi," ucap Waka Polres saat pengecekan.

Rekayasa Lalulintas dengan Car Free Night

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, melalui Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer, "Car-free Night" akan diberlakukan jika pengunjung alun alun Kebumen terjadi peningkatan yang cukup tinggi.

Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Suryo Wibowo, saat dikonfirmasi mengenai rekayasa lalu lintas "Car-free Night"  nanti ada beberapa ruas jalan yang ditutup. Sehingga untuk kawasan alun alun Kebumen, steril dari kendaraan bermotor.

"Pemberlakuan Car-free Night ini, sebetulnya, dari tahun ke tahun sudah dilakukan Polres Kebumen. Kita berlakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan sehingga arus lalulintas menjadi krodit," ungkap AKP Suryo.

Sidak Harga dan Ketersediaan Sembako di Pasar

Kapolres Kebumen AKBP. Arief Bahtiar, S.I.K., M.M. bersama Forkompimda Kebumen melaksanakan kunjungan ke Pasar Induk Tumenggungan Kebumen untuk memantau ketersediaan dan harga Sembako jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Kamis (20/12).

“Kegiatan kunjungan ke pasar bersama Forkompimda di maksudkan untuk membantu dan memantau sidak harga sembako serta sebagai perwujudan dari Polres Kebumen untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap penjual dan pembeli sehingga bisa beraktifitas dengan aman dan nyaman" terang AKBP Arief Bahtiar.

Himbauan Tidak Ada Sweeping, Tidak Ada Paksaan Mengenakan Atribut Natal kepada Karyawan

Selama perayaan Natal, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar meminta tidak ada aksi sweeping dan paksaan kepada warga non Nasrani untuk mengenakan atribut Natal. Hal ini diungkapkan Kapolres Kebumen saat pertemuan silaturahmi ormas keagamaan dan tokoh lintas agama di hotel Maxolie, Jumat (22/12) sore.

Diungkapkan Kapolres Kebumen, hal itu untuk menjaga situasi Kamtibmas selama perayaan Natal dan Tahun baru. AKBP Arief juga mengajak, kepada tokoh lintas agama untuk patroli bersama selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

(Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indonesia News).

Senin, 11 Desember 2017

Arief Bahtiar, Pelopor Inovasi Pelayanan Kepolisian Kini Memimpin Polres Kebumen

Kebumen (11/12/2017) AKBP. Arief Bahtiar, SIK, MM resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kebumen menggantikan AKBP. Titi Hastuti, S.Sos yang menduduki jabatan baru sebagai Kasubbagum Bagrenmin AKPOL Lemdiklat Polri. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kepolsian Daerah Jawa Tengah, Irjen. Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Senin (11/12).

Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi terhadap jajaran perwira menengah di lingkungan Polda Jawa Tengah. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST 2754 / XI / 2017 tertanggal 16-11-2017, Arief Bahtiar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Jawa Tengah kini memimpin Korps Bhayangkara di kota yang berjuluk Kebumen Beriman.

Arief Bahtiar bukanlah sosok asing di lingkungan Polda Jateng. Sejak tahun 2007 polisi ganteng ini sudah bertugas di wilayah Jawa Tengah, tepatnya sebagai Kepala Satuan Lalulintas Polres Brebes. Bahkan di tahun 2009 pernah menjabat sebagai Kasubbag Lantas Bag Ops Polwil Banyumas, kota yang sangat dekat dengan Kebumen.

Karir polisi kelahiran Jakarta 1975 ini memang banyak di lalulintas. Pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Jepara (2008), Kasi STNK Subdit Min Regident Ditlantas Polda Jateng (2010), Kasi BPKB (2011), sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakapolres Pekalongan dan selanjutnya Wakapolres Semarang (2012).

Ayah dua orang putri cantik, Zakiya Julieta Bahtiar dan Zaskia Adyalieta Bahtiar, lulus pendidikan Akademi Kepolisian Semarang tahun 1998. Lulusan AKPOL 1998 adalah perwira remaja pertama yang tidak dilantik oleh Presiden Soeharto, mereka lahir di Era Reformasi sehinga sering dikenal sebagai PAJERO (Perwira Remaja Era Reformasi).

Banyak sekali PAJERO yang sukses berprestasi ketika menjadi pemimpin, beberapa bahkan langsung mendapat penghargaan dari Kapolri dan Kementerian PAN RB. Sebut saja AKBP. Wahyu Sri Bintoro (Kapolres Bojonegoro), AKBP. Fadly Samad (Kapolres Probolinggo), AKBP. Takdir Mattanette (Kapoles Banjarmasin), AKBP. I Made Agus Prasatya (Kapolres Madiun) dan AKBP. Agung Marlianto (Kapolres Jombang, peraih penghargaan Adhi Makayasa 1998).

Suami dari anggota Bhayangkari, Novy Puryanti, ini mengikuti pendidikan Sespimmen Polri pada tahun 2014 dan pernah berdinas di Polda Papua, sebelum akhirnya kembali ke Polda Jateng dengan jabatan Analis Kebijakan Muda Bidang Waster Ditpamobvit, pada tahun 2015. Selanjutnya Arief Bahtiar dipercaya sebagai Kepala SPKT Polda Jateng pada tahu 2016, tepatnya tanggal 3 Juni.

Di masa kepemimpinannya, SPKT Polda Jateng membuat terobosan dalam bidang pelayanan publik berupa inovasi teknologi informasi berbasis Android yang disebut SMILE Police Polda Jateng. Bersama Kapolda dan Kabid Humas, Arief Bahtiar merancang aplikasi Smile Police yang terdiri dari 6 aplikasi online yaitu Panic Button,  E-Bhabin,  E-Public Service, E-Complaint, E-Learning, E-Office. Sistem Informasi Manajemen Layanan Elektronik (SMILE Police) ini diluncurkan langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Prof. Drs. HM. Tito Karnavian, MA, Ph.D bersama Menteri PAN RB, Asman Abnur di Semarang, 4 Februari 2017.

Dalam Panic Button terdapat aplikasi Public Panic Button untuk masyarakat yang ingin mengirimkan pesan darurat, permintaan pertolongan kepada pihak kepolisian dan kerabat. Pengguna cukup menekan tombol SOS pada layar smartphone minimal tiga kali, secara otomatis aplikasi mengirimkan pesan darurat yang telah didaftarkan, polisi dan operator dasbord monitoring. Polisi dilokasi terdekat akan segera merespon dan operator akan menugaskan jajaran kepolisian segera menuju lokasi kejadian perkara.

E-Public Service merupakan aplikasi untuk memudahkan berbagai pelayanan.  Seperti Smart Regident Center meliputi E-BPKB, STNK reminder dan SIM Online. E-BPKB atau elektronik BPKB diciptakan untuk memudahkan masyarakat mengecek keabsahan BPKB serta mengakses identitas pemilik dan nomor pada BPKB.

Sedangkan STNK reminder bertujuan untuk mengingatkan masyarakat yang akan mengesahkan STNK tahunan serta masa jatuh tempo perpanjangan 5 tahunan.  Nantinya masyarakat akan langsung menerima  notifikasi melalui smartphonenya. Bagi masyarakat yang akan mendaftar untuk mendapatkan SIM baru  dan perpanjangan Polri juga menyediakan layanan SIM Online diseluruh Satpas di Indonesia.

Pemohon cukup mengisi formulir online disitus sim.korlantas.polri.go.id. Setelah mendaftar pemohon akan menerima notifikasi melalui email. Bukti registrasi kemudian dibawa ke kantor satpas terdekat untuk proses lebih lanjut. E-Public servise juga meliputi SKCK online untuk masyarakat yang akan mengajukan pembuatan SKCK. Pemohon juga mengisi secara lengkap data yang terdapat dalam situs skck.jateng.polri.go.id. Pemohon kemudian akan menerima nomor registrasi untuk dibawa ke Polres terdekat.

E-Complaint hadir sebagai wadah pengaduan masyarakat terhadap kinerja dan layanan kepolisisan yang ditangani oleh bidang profesi dan pengamanan untuk menyampaikan keluhannya, masyarakat dapat mengisi form keluhan dalam aplikasi e-complain keluhan tersebut secara otomatis diterima admin website bidpropam.jateng.go.id laporan ini selanjutnya akan diteruskan kepada Kabid Propam Subbid Provos, Subbid Wabprov, dan Subbid Paminal. Tindak lanjut dari laporan tersebut akan dikirimkan kepada pelapor.

Sebagai Kepala SPKT, Arief Bahtiar bersama dengan Kabid Humas Polda Jateng melakukan sosialisasi SMILE Police melalu media massa baik cetak maupun elektronik. Tanpa kenal lelah, dia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi SMILE Police untuk mempercepat pelayanan kepolisian. Sayang sekali jika aplikasi yang berbiaya mahal ini tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, demikian selalu disampaikan oleh Arief Bahtiar dalam setiap kegiatan sosialisasinya.

AKBP. Areif Bahtiar, SIK, MM, pelopor inovasi pelayanan publik di Polda Jawa Tengah kini memimpin Polres Kebumen. Semoga di bawah kepemimpinannya, pelayanan kepolisian di Kebumen lebih efektif dan efisien, penanganan kamtibmas dan perkara juga lebih cepat dan memuaskan. Tujuan akhirnya adalah meningkatnya kepercaya masyarakat terhadap Institusi Polri, seperti yang dicanangan Kapolri dalam jargon Polisi Promoter (Profesional Modern Terpercaya).

Sebagai Kapolres Kebumen yang baru, Arief Bahtiar bahkan berkomitmen menambah slogan Polri menjadi Polisi Promoter dan BERSAHAJA (Berintegritas, Solid, Akuntabel, Humanis, Kerjasama).

Semarang, 11  Desember 2017
Arief Luqman El Hakiem
Ketua Relawan TIK Kabupaten Kebumen,
Kabid.  Branding Polri & Kemitraan pada Bhayangkara Indonesia News / Investigative Journalisme.

Selasa, 17 Oktober 2017

AKBP Titi Hastuti, S.Sos ; Polres Kebumen Siaga Antisipasi Bencana

KEBUMEN – (17/10/2017) Hujan yang terus melanda Kabupaten Kebumen pada Senin (16/10) siang sampai malam hari, mengakibatkan air sungai meluap dan masuk ke wilayah perkampungan warga. Luapan sungai Kedungbener membanjiri hampir semua pedesaan disekitar sungai yang bermuara di Sungai Lukulo itu.

Air dengan kedalaman kurang lebih 1 meter masuk ke rumah-rumah warga. Beruntung warga sekitar aliran sungai yang sudah siaga sejak sore hari bisa menyelamatkan diri dan harta benda nya. Hanya tercatat satu sepeda motor yang sempat hanyut terbawa derasnya aliran banjir namun akhirnya bisa ditemukan pada siang harinya.

Selain sungai besar, sungai-sungai kecil pun meluap membanjiri areal persawahan, tidak mampu menahan limpahan air hujan yang turun semalaman.

Tidak hanya banjir, hujan juga mengakibatkan tanah longsor di berbagai titik seperti Kecamatan Ayah, Rowokele, Karanggayam dan Alian. Longsoran tanah yang menimpa rumah warga menimbulkan kerugian material puluhan juta rupiah. Pohon-pohon yang tumbang akibat tanah yang mengikat akarnya menjadi lunak pun turut menyumbang kerusakan di beberapa rumah milik warga di Kecamatan Puring, Buluspesantren dan Buayan.

Kepala Kepolisian Resor Kebumen AKBP Titi Hastuti, S.Sos yang memantau langsung lokasi terdampak bencana siang ini, Selasa (17/10) mengatakan, bahwa Polres Kebumen dan jajaran telah menyiagakan personilnya untuk mengantisipasi datangnya bencana pada musim penghujan ini.

“Kami tetap memprioritaskan pada upaya penyelamatan jiwa manusia apabila terjadi bencana alam, kemudian baru material atau harta benda milik penduduk yang terkena bencana.” jelasnya seraya berharap masyarakat yang bermukim disekitar aliran sungai untuk waspada terhadap terjadinya banjir susulan bila hujan turun lagi dengan intensitas yang tinggi.

Terkait munculnya buaya di Sungai Lukulo yang menghebohkan warga Desa Kedungwinangun, Klirong, Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH menghimbau warga sekitar untuk waspada dan sementara menjauh dari pinggiran sungai.

“Kewenangan dan kemampuan untuk melakukan penangkapan terhadap buaya ada pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), karena kita ketahui bersama, ada beberapa spesies buaya yang dilindungi di Indonesia. Untuk itu kita hanya bisa menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan sementara menjauh dari tepian sungai Lukulo dimana binatang itu muncul" tutup Willy. (Humas Res Kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Kamis, 05 Oktober 2017

105 Siswa Setingkat SMA Ikuti Seleksi Program Binlat Masuk Polri

KEBUMEN - (5/10/2017) Sebanyak 105 pelajar setingkat SMA di Kabupaten Kebumen mengikuti seleksi administrasi penjaringan calon peserta pembinaan latihan masuk Polri di Polres Kebumen, Kamis (05/10) sore.

50 peserta yang lolos, nantinya akan berkesempatan mengikuti bimbingan dan latihan yang difasilitasi oleh Polres Kebumen dan Pemda Kabupaten Kebumen untuk mengikuti pembinaan dan latihan persiapan seleksi masuk Polri tahun 2018 mendatang.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui AKP Sugiriyanto selaku Kepala Tim Administrasi seleksi mengatakan, bagi yang lolos, mulai bulan November hingga Februari 2018 akan mengikuti pelatihan.

"Bagi yang lolos, kita persiapkan untuk mengikuti seleksi penerimaan Polri tahun depan. Mereka akan kami latih sebagaimana test masuk Polri. Sehingga mereka punya gambaran. Tanpa dipungut biaya," kata AKP Sugiriyanto disela sela memimpin proses seleksi administrasi.

Masih kata AKP Sugiriyanto, bagi para peserta yang dinyatakan lolos seleksi penjaringan tersebut, belum bisa dikatakan lolos masuk pendidikan.

"Artinya, mereka tetap harus ikut seleksi saat ada pembukaan penerimaan Polri. Lolos penjaringan belum tentu lolos test masuk pendidikan. Namun, setidaknya mereka selangkah di depan karena sudah mempersiapkan diri dari awal," ucapnya.

Salah satu peserta Rifanda (17) pelajar SMK asal Rowokele mengaku senang ada program tersebut, karena dirinya, dari awal memang bercita cita ingin jadi Polisi.

"Dari dulu saya bercita cita ingin jadi polisi. Saya suka polisi. Maka dari itu saya ikut seleksi ini," katanya.

Lain halnya dengan Siti Nurikah (18) yang juga pelajar SMK di Rowokel, mengungkapkan ingin sekali jadi polwan karena sering nonton polisi di tv.

"Polisi keren. Saya sering nonton di tv. Saya ingin sekali jadi polwan. Ingin bahagiakan orang tua," ungkapnya saat mengikuti seleksi.

(Humas res Kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Sabtu, 30 September 2017

E-Pojok Baca Samsat Kebumen Diresmikan Kapolda Jawa Tengah

KEBUMEN - (30/9/2017) Ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, MM, M.Hum, secara resmi E-Pojok Baca di Kantor Samsat Kebumen secara resmi dilaunchingkan, Jumat (29/09) sore.

Peresmian E-Pojok Baca, merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan kunjungan kerja Kapolda Jateng ke Polres Kebumen.

Acara ini dihadiri jajaran pejabat Polda Jateng, Bupati Kebumen, Kapolres Kebumen, unsur Forkompinda, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Kapolda Jateng dengan Bupati Kebumen M.Yahya Fuad, dalam rangka pembinaan dan latihan calon peserta penerimaan anggota Polri tahun 2018, serta penyerahan sertifikat Mapolsek Kutowinangun, dari Kepala BPN Kebumen kepada Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jateng mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga ibu Ridu, sebagai ahli waris, yang telah menghibahkan tanahnya untuk dijadikan kantor Mapolsek Kutowinangun.

Terkait keberadaan E-Pojok Baca yang ditempatkan di ruang tunggu samsat, Kapolda Jateng juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan Kasatlantas AKP Suryo Wibowo, karena telah ikut mendorong minat baca masyarakat, sesuai himbauan Kapolri, dengan keberadaan E-Pojok Baca.

“Namun yang paling utama, pelayanan tetap nomer satu,” pesan Kapolda Jateng.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti menjelaskan, bahwa E-Pojok Baca merupakan salah satu inovasi untuk pelayanan prima, yang ditempatkan di ruang tunggu, dan bisa dimanfaatkan masyarakat saat membayar pajak kendaraan di Samsat.

“Sambil menunggu pelayanan, mereka bisa memanfaatkan E-Pojok Baca ini,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, didampingi Kasatlantas, AKP Suryo Wibowo.

Luas E-Pojok Baca ini 3×4 meter, yang difasilitasi dengan 2 laptop, dan buku perpustakaan sebanyak 500 buku.

Nantinya akan ada petugas yang menjadi pemandu disini setiap harinya. Layanan berbasis IT ini, menurut AKBP Titi Hastuti, merupakan inovasi bentuk kerjasama antara Satlantas, Samsat, dan perpustakaan daerah untuk mendorong masyarakat Kebumen gemar membaca. (Humas/Res Kebumen /Bhayangkara Indonesia News).

Program Pembinaan dan Pelatihan, Trobosan Polres Kebumen Untuk Calon Anggota Polri

Kebumen - (30/9/2017) Polres Kebumen dibawah kepemimpinan AKBP. Titi Hastuti, S Sos membuat sebuah terobosan baru dalam proses rekrutmen anggota polri. Baru-baru ini di-lounching sebuah Program Pembinaan dan Pelatihan bagi pemuda pemudi di Kebumen yang ingin mengabdi sebagai Prajurit Bhayangkara.

Disadari bahwa tantangan sebagai anggota Korps Tribrata makin berat, sehingga diperlukan kualitas SDM yang mumpuni dan berkarakter. Hal ini diawali sejak proses rekruitmen. Persyaratan dan test seleksi menjadi anggota polri juga makin ketat dan bersih dari sogokan juga nepotisme.

Program Binlat calon anggota polri tersebut diresmikan langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum di kantor Samsat Kebumen, Jum'at (29/9) disaksikan para pejabat utama Polda Jateng, Bupati dan jajaran Forkompinda Kebumen.

Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Condro Kirono, MM,. MHum meyakinkan masyarakat bila seleksi penerimaaan calon peserta pendidikan Polri bersih. Hal itu sesuai dengan prinsip Polri untuk mendapatkan anggotanya melalui seleksi yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

“Penentu keberhasilan mengikuti seleksi, ada pada calon peserta pendidikan. Karena itu sebelum mengikuti seleksi diperlukan pembinaan dan pelatihan,” ujar Kapolda Jateng.

Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara Polda Jateng dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen di Kebumen, Jumat (29/09) di halaman depan Kantor UPPD ( Samsat) Kebumen. Nota kesepahaman yang ditandatangani Kapolda Jateng dan Bupati Kebumen HM Yahya Fuad yaitu tetang program pembinaan dan pelatihan calon peserta pendidikan Polri tahun 2018.

Kapolda menerangkan bahwa, hasil seleksi setiap tahapan langsung dibuka dan diketahui calon peserta. Misalnya hasil seleksi kesehatan, administrasi, akademik dan psikotest. Tranparansi hasil seleksi di setiap tahapan, salah satu wujud transparansi dalam seleksi calon peserta pendidikan Polri.

Kapolres Kebumen, AKBP. Titi Hastuti, S.Sos mengatakan, dalam program pembinaan dan pelatihan yang diselenggarakan Polres Kebumen tersebut, pembiayaan dibebankan pada anggaran Pemkab Kebumen. Pembinaan dan pelatihan calon peserta pendidikan Polri tahun 2018 asal Kebumen, baru bisa diperuntukkan bagi 50 orang peserta.

“Tahun depan, diharapkan Pemkab Kebumen menambah anggaran, sehingga pesertanya bisa menjadi 100 orang,” jelasnya. (humas res kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Rabu, 27 September 2017

KIRAB AGUNG NUSWANTORO MAJAPAHIT 1951 SAKA, KAPOLRES MOJOKERTO TERIMA TOMBAK PUSAKA

Mojokerto - (25/9/2017) Dalam Memasuki bulan Suro di Kab Mojokerto selalu di gelar kegiatan kearifan lokal yakni Ruwat Agung Nuswantoro Majapahit, tak terkecuali pada tahun ini 1951 Saka atau 2017 dalam kalender Masehi.

Dalam rangkaian Ruwat Agung pada siang ini Minggu (24/9) sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengambil tempat di Pendopo Agung Trowulan Dsn Nglingkup Ds Trowulan Kec Trowulan Kab Mojokerto di gelar Kirab Agung Nuswantoro Majapahit 1951 Saka dengan tema Dikdaya Pusaka Bumi Nusantara.

Kegiatan di awali dengan prosesi doa oleh para sesepuh dilanjut dengan kirab oleh forkopimda menggunakan kereta kuda yg dikawal oleh para prajurit Bhayangkara Majapahit dari museum menuju Pendopo Agung Trowulan.

Sesampainya di Pendopo Agung Forkopimda menerima pengalungan bunga oleh Budayawan dan di lanjut dengan prosesi penyerahan 4 pusaka Majapahit. Pusaka yang diserahkan Antara lain yakni Pataka Majapahit, Bendera Merah Putih, Tombak Samudro Pusaka, dan Payung Gringsing.

Pataka diserahkan kepada Bupati Mojokerto (H. Mustofa Kamal Pasa SE), Bendera merah putih diserahkan kepada Kasdim 0815 (Mayor inf Nur Yakin S.Sos), Tombak Pusaka diserahkan kepada Kapolres Mojokerto (AKBP Leonardus Simarmata S.Sos S.I.K MH.) dan Payung Gringsing kepada Kajari Mojokerto (Lubis SH.MH.)

Kirab ini diikuti 18 kecamatan SE-Kab Mojokerto dan ada sekitar 5000 warga masyarkat yg berkumpul meramaikan kegiatan tersebut. Kegiatan berjalan lancar dan penuh suka cita kemeriahan. (dwa /Bhayangkara Indonesia News).

Selasa, 19 September 2017

Aksi Polres Kebumen, Rehab Total Rumah Mbah Surip

KEBUMEN – (19/9/2017) Jajaran Polres Kebumen kembali beraksi. Kali ini, sasarannya adalah rumah nenek renta Mbah Surip (70), warga desa Jagasima Klirong yang menjadi temuan Sat Lantas Polres Kebumen saat pembagian sembako “door to door” akhirnya direhab total.

Rumah yang dihuni Mbah Surip dan anaknya yang kedua Udin (55) itu jauh dari kata “Rumahku Istanaku”.
Direhabnya rumah yang terbuat dari dinding gedek “anyaman bambu” itu karena sebagian atapnya ambrol dan kayu penyangga banyak yang keropos.

Ancaman menimpa penghuninya sangat besar. Bahkan saat musim penghujan, penghuni harus merasakan dinginnya air yang masuk ke rumah, karena atap sudah sudah pada bolong.

Hal tersebutlah yang membuat Sat Lantas Polres Kebumen harus mengadakan bedah rumah karena tidak kuasa melihat kondisi rumah nenek enam anak tersebut.

Dijelaskan Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Suryo Wibowo, bedah rumah ini dalam rangka peduli sesama rangkaian kegiatan HUT Polantas yang ke 62 Polres Kebumen.

Untuk memprakarsai, Sat Lantas Polres Kebumen tidaklah sendiri. Satlantas menggandeng komunitas Sedulur Kebumen dan para dermawan untuk ikut berpartisipasi.
Adapun proses rehab, dijelaskan AKP Suryo Wibowo, dimulai hari Senin (18/09) kemarin.

“Proses bedah rumah telah dilakukan mulai hari Senin kemarin. Kita tidak sendirian. Kita dibantu komunitas Sedulur Kebumen, Banser dan warga sekitar. Kita targetkan 1 Minggu rumah sudah siap huni. Bahkan, total ada 3 rumah yang akan kami bedah. Namun ini yang paling parah,” jelas AKP Suryo Wibowo saat meninjau langsung proses bedah rumah, Selasa (19/09) siang.

Adanya bantuan tersebut, Kepala Desa Jagasima Sokhibun, menyambut gembira.

Karena informasi yang diperoleh, rumah Mbah Surip sebetulnya sudah diusulkan ke pemerintah untuk dilakukan bedah rumah.

Namun, Udin, anak Mbah Surip yang nomor dua menolaknya dengan berbagai alasan. Sehingga pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak.

“Hadirnya jajaran Satlantas di desa kami sangat kami rasakan bantuannya. Bahkan, Udin yang tadinya menolak akhirnya berhasil dibujuk pak polisi agar rumahnya dibedah,” ucap Kepala Desa.

Selain itu, keprihatinan datang bukan hanya dari pemerintah dan polisi yang melihat langsung kondisi rumah. Salah satu warga yang letaknya berjejer dengan Mbah Surip juga mengatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut, terutama saat musim penghujan.

“Kalo pas hujan, Mbah Surip sering kami bujuk untuk mengungsi di rumah kami. Kami khawatir rumahnya roboh. Namun Mbah Surip selalu menolaknya. Ya, kami terimakasih kepada pak polisi akhirnya rumah Mbah Surip diperbaiki” kata Atun (35) tetangga paling dekat dengan rumah Mbah Surip.

Lanjut Kasat Lantas, rumah Mbah Surip akan direhab menjadi rumah permanen dengan dua kamar tidur. Untuk ukuran bangunan mengacu bangunan lama yakni 7×5 meter.
(humas res Kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Kamis, 31 Agustus 2017

Pelajar Kebumen Deklarasikan Generasi Anti Hoax ( GERAX)

Kebumen - (31/8/2017) Bertempat di Gedung Tribrata Polres Kebumen, ratusan pelajar SMA, MA dan SMK di wilayah Kebumen mendeklarasikan terbentuknya jaringan Generasi Anti Hoax yang disingkat GERAX, Kamis siang ini (31/8).

Acara yang dimotori oleh Polres Kebumen ini menghadirkan perwakilan siswa dari sekolah menengah yang terdiri dari pengurus OSIS dan Dewan Pramuka di sekolah masing-masing, dikemas dalam tajuk Sosialisasi Cerdas Berinternet bagi Kalangan Pelajar dan Remaja.

Kapolres Kebumen, AKBP. Titi Hastuti, S.Sos yang membuka secara langsung sekaligus sebagai Keynote Speaker menjelaskan bahwa fenomena Hoax, ujaran kebencian dan penipuan via media online sudah sangat mengkhawatirkan.

"Perkembangan media sosial, terutama maraknya konten Hoax, ujaran kebencian, hasutan dan penipuan via media online sudah sangat memprihatikan. Kami merasa perlu membentengi generasi muda terutama kaum pelajar dengan bekal cerdas berinternet dan bermedia sosial" terang Kapolres Kebumen, AKBP. Titi Hastuti, S.Sos dalam sambutannya.

"Bapak Presiden Joko Widodo juga Bapak Kapolri, secara jelas memberi perhatian khusus terhadap penanganan ujaran kebencian dan penyebaran Hoax. Untuk itu, kami berinisiatif untuk mengundang dan mengumpulkan para pelajar Kebumen untuk cerdas menyikapi informasi dan melawan setiap upaya provokasi" lanjut Bu Titi penuh semangat.

Panitia menghadirkan narasumber, dari Redaksi Bhayangkara Indonesia News, Arief Luqman El Hakiem, yang sekaligus sebagai Redaktur Pelaksana Maspolin atau Masyarakat Polisi Indonesia.

Dalam paparannya, Arief menjelaskan tentang sejarah medsos, strategi penanganan hoax dan cara jitu menghadapi scammer (penipuan) media online.

"Sekarang medan perang dan aksi kejahatan banyak bergeser dari dunia nyata ke dunia maya. Meski aparat sudah membentuk Pasukan Cyber yang melakukan patroli siber secara intensif, namun pembekalan dan pelibatan masyarakat untuk waspada dalam menggunakan internet, tetap harus dilakukan" terang Arief Luqman.

Kegiatan Sosialisasi Cerdas Berinternet ini berlangsung dari sekira pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, dilanjutkan pembacaan ikrar Deklarasi Gerakan Anti Hoax disingkat GERAX. Dengan penuh semangat dan antusias, para peserta menyatakan diri sebagai Generasi Anti Hoax yang siap melawan dan memerangi segala bentuk provokasi, hasutan dan penyebaran Hoax yang mengancam ketentraman juga persatuan.

Pembacaan dan penandatanganan deklarasi juga disaksikan oleh pejabat Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Kebumen. Nampak hadir Pimpinan DPRD, Wakil Bupati, Komandan Kodim 0709 dan Ketua Pengadilan Negeri Kebumen.

Hadir pula menyaksikan pembacaan ikrar Deklarasi Gerakan Anti Hoax, jajaran pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen, Dinas Kominfo, Komandan Satpol PP, Kepala Kesbangpol Linmas Kebumen dan kalangan pers.

Para pejabat Forkompinda berkesempatan memberikan sambutan dan wejangan kepada para pelajar untuk waspada, semangat dan lebih cerdas dalam menghadapi serangan media sosial.

Tidak lupa, setelah acara ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, para peserta berebut berfoto bersama dengan Ibu Kapolres Kebumen dan jajaran pejabat Forkompinda. (Humas Res Kebumen /Bhayangkara Indonesia News).

Rabu, 30 Agustus 2017

Ketika Master SEO, M. Khoirul Amin "Ngulik" Seputar Fenomena Hoax Bersama Kabid Humas Polda Kepulauan Riau

Tanjungpinang- (30/8/2017) Ada pemandangan menarik di malam acara Pameran Inovasi Pelayanan Publik yang digelar Polda Kepulauan Riau, kemarin malam, Selasa (29/8). Nampak Mohammad Khoirul Amin, tokoh dibalik berbagai inovasi pelayanan publik Institusi Polri tengah berbincang santai dengan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Drs. Erlangga di Gedung Lancang Kuning, Polda Kepri.

Dengan mengenakan pakaian santai mereka berdua nampak ngobrol serius seputar fenomena Hoax dan strategi conter opini untuk meningkatkan branding Institusi Polri. Mereka berdiskusi di tengah persiapan menyambut kedatangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Dr. Asman Abrur, SE, M.Si esok harinya, Rabo (30/8).

Sebagaimana disampaikan oleh Kapolri, Jenderal Polisi Drs. HM. Tito Karnavian, MA, PhD, dalam berbagai kesempatan, bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Institusi Polri, 50% nya dipengaruhi oleh media, 30% dari perilaku anggota di masyarakat, dan 20% dari kenerja.

Artinya, tingkat kepercayaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri sangat dipengaruhi oleh pemberitaan di media, baik cetak, elektronik maupun media online.

Disinilah peran strategis, media online dan komunitas masyarakat yang cinta polri yang biasa disebut Netizen Polri. Dari Netizen kemudian meningkat menjadi Komunitas Blogger Polri. Mereka adalah kelompok masyarakat yang secara intensif membantu polri melakukan conter opini dan menyebarkan kegiatan humanis serta prestasi Korps Tribrata.

Kepada Kabid Humas Polda Kepri, Mohammad Khoirul Amin, yang dikenal sebagai Master SEO ( Search Engine Optimazing) menjelaskan beberapa teori Cyber Troop dan strategi membentuk Komunitas Blogger Polri yang tangguh sehingga mampu persempit penyebaran konten Hoax di media online.

Khoirul Amin adalah otak dibalik inovasi pelayanan publik, SKCK online yang pertama kali diluncurkan oleh Kapolri di Polres Sidoarjo beberapa waktu yang lalu. Inovasi SKCK online ini kemudian diterapkan di beberapa polres, seperti Bojonegoro, Kampar, dan yang terbaru adalah Polres Tanjungpinang, Polda Kepri.

Dalam pameran tersebut Polres Tanjungpinang yang dipimpin AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, SH, SIK, MH, menampilkan aplikasi SKCK Online, SP2HP Online, Pengaduan Online yang dikemas dalam satu wadah aplikasi besar dengan nama Tanjungpinang One Touch ( TOT ).

Sementara itu, atas prestasi dan dedikasinya, Mohammad Khoirul Amin pernah mendapat penghargaan dari kepolisian Belanda dan FBI sebagai programmer pembuat sistem C.I.S (Crime Investigation System). Pria yang punya semboyan “Saya memang kadang berjalan dengan lambat tapi saya tidak pernah mundur” ini memiliki banyak anak untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Banyak telanta muda yang dipoles oleh Khoirul Amin menjadi instruktur dan mentor beberapa polres untuk membuat inovasi pelayanan publik nya, seperti SKCK online, SP2HP online dan sidik jari online.

Berikut biografi dari sosok inspiratif ini :
Nama : M. Khoirul Amin, S.H., S.Kom., M.Kom.
Tgl Lahir : 8 Juni 1977
Zodiak : Gemini
Shio : Ular
Bapak Asuh : Irjen Pol Herman S. Sumawiredja
Kakak Asuh : Kombespol Dwi Setyadi, Kombespol M. Iqbal, Kombespol Nasri , Kombes Pol Muh Anwar Nasir S.Ik MH

Leader of Cybernet Teamwork Stikom 1997
Ketua Umum LP3i Computer Club Indonesia 1998
Ketua Umum Independent Enterprise – 1999
Dosen dan Tim Pengajar pengembangan profesi LP3i 2000
Ceo Of 1st Comp ( your system solution ) 2000
Tim anggota Pencipta FBI ( Forum belajar Informatika Unitomo ) 2001
CEO Of 1st Comp ” your system solution” 2001
Manager E.D.P PT.Buana Elang emas komunikasi – 2002
Senior Enginering JTV – 2003
Ketua Tim System Analyst Yayasan Galuh Handayani 2004
Pencipta Crime Investigation System Polda Jatim 2006
Ketua Tim Cyber Force Polda Jatim 2006
Pencipta Sistem Pengawasan Penyidikan Polda Jatim 2007
Pencipta Traffic Accident Investigation System Polda jatim 2007
Pencipta Traffic Monitoring Aanalyst Polda Jabar 2008
MovieBox Rent 1st Disc 2008
Pencipta Finger Print Crime Recognition Poltabes surabaya 2010
pencipta E-Library Crime Arsip Ditreskrimum Polda Jatim 2009
Pencipta Crime Geografis information system poltabes sby 2010
Pencipta SICK ( Sistem Informasi Catatan Kriminal ) 2011
pencipta DACAK ( data catatan kriminal )Polda Kalbar 2011
Pencipta Sispam kota Polres metro Jakut 2012
Ketua Tim Pengawas Kecurangan Pilkada Jatim 2013
Direktur PT. Gading Bahana Medinfo 2013
Komisaris Gading FM Radio Gaul Community Kelapa Gading Jakarta 2013
Ceo Of CIS-AV ( Antivirus Lokal ) 2013
Pencipta Sispamlu Polda Metro Jaya 2014
Pencipta Crime Index System Analyst Polres Metro Jakut 2014
Kepala Departemen dan pengawas Sistem Informasi Teknologi Universitas ITATS Surabaya
Pencipta SKCK Online Polresta Sidoarjo Dengan Database Nasional

Prestasi lainnya adalah Pencipta Media Management Tribratanews Polda Jawa Timur, Pencetus Halodunia.net dan masih banyak lagi jabatan-jabatan yang disandangnya dan dapat diteladani. (Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indonesia News).