Cari Blog Ini

Sabtu, 27 Mei 2017

Kabid Humas Polda Sumatera Barat : Postingan Intimidasi dr. FL Tidak Benar, Dilakukan oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab

Padang, Sumatera Barat. Gema Rakyat –(28/5/207) Seorang dokter yang berdomisili di Solok, Sumbar, berinisial FL dikabarkan diintimidasi sebuah ormas setelah memposting tulisan terkait imam besar FPI Habib Rizieq di akun Facebook-nya. FPI membatah melakukan intimidasi terhadap dokter FL.

“FPI Sumbar tidak pernah mengintimidasi saudari dr FL. Kita tidak pernah menakut-nakuti beliau,” ungkap Imam Besar FPI Sumbar Buya Busra saat dikutip detikcom, Minggu (28/5/2017).

Menurut Buya, dokter FL sudah melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada umat Islam atas postingannya. Permintaan maaf itu juga disebut bukan karena ada intimidasi.

“Beliau minta maaf kepada umat Islam atas postingannya atas kesadarannya. Kemudian ada berita yang menyudutkan FPI, ini nyata-nyata fitnah yang keji dan setelah beliau minta maaf lagi, kita ormas-ormas Islam Sumbar sudah dianggap selesai dan pengakuan beliau juga begitu,” jelasnya.

“Kita tidak terima bila ada berita fitnah kepada FPI Sumbar,” lanjut Buya.
Buya menceritakan, awal permasalahan ini berawal dari postingan dr FL di Facebook yang menurutnya menyinggung umat Islam. Isi postingan dianggap sebagai bentuk kesalahpahaman dokter FL terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq.

“Kesalahpahaman itu menyebabkan dokter FL kurang senang kepada FPI dan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab,” tuturnya.

Ormas-ormas Islam di Kota Solok pun disebut Buya kemudian lalu meminta klarifikasi kepada dokter FL. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh rumah sakit tempat dokter FL bekerja di Kota Solok.

“Difasilitasi untuk bertemu baik-baik dan didampingi oleh pihak Kepolisian. Dalam pertemuan klarifikasi tersebut dr FL menyatakan bahwa beliau khilaf dan minta maaf kepada umat Islam Sumbar. Bagi ormas Islam apalagi FPI masalah itu dianggap selesai. Alhamdulillah,” beber Buya.

Kemudian menurutnya sempat ada kesalahpahaman lagi dan dokter FL disebut-sebut mendapat intimidasi. Hal tersebut dianggap Buya sebagai bentuk fitnah terhadap FPI. Meski begitu, permasalahan pun akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.

“Barusan kita Ormas-ormas Islam di Kota Solok Sumbar selesai pertemuan dengan Polresta Kota Solok klarifikasi segala masalah,” terang Buya.

Sebelumnya diberitakan, kasus dokter FL ini sempat beredar melalui media sosial dan juga aplikasi instant messanger. Kabid Humas Polda Sumatera Barat, AKBP Syamsi mengatakan pesan berantai yang viral tersebut tidak seluruhnya sesuai dengan kenyataan.

Benar dokter FL mendapat protes dari satu ormas karena status Facebooknya, namun protes tersebut tak sampai mengancam keselamatan dokter FL. Permasalahan dapat diselesaikan dengan dimediasi pihak kepolisian dan dihadiri oleh kepala ruma sakit tempat dokter FL bekerja, dan perwakilan Kementerian Agama Kota Solok.

“Sehingga dituangkan lah dalam perjanjian tadi, surat permintaan maaf itu, yang dituangkan dalam surat, ditandatangani di atas materai. Kemudian ada kata sepakat permintaan maaf,” ucap Samsi, Sabtu (27/5).

Syamsi juga menyampaikan ada orang tak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi ini dan mengarang cerita tentang intimidasi dokter FL. Cerita itulah yang menjadi viral dan beredar di masyarakat.

“Kemudian hari berikutnya ada postingan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab, ini belum tahu siapa pihak-pihak tertentu yang mengatakan ibu itu diintimidasi, diteror. Postingan itulah yang tidak betul,” kata Samsi.

“Ibu itu tidak membuat postingan itu. Sebenarnya setelah ada kata sepakat perdamaian, sudah selesai itu (masalah, red). Tapi karena muncul lagi postingan itu,viral-lah di media sosial,” tandasnya. [ GR / ngel ].

Rabu, 24 Mei 2017

Vicky Kurniyanto yang KTP-nya Viral Tak Terkait Bom Kampung Melayu

Vicky (kiri) yang KTP-nya viral. Foto: dok. Polres Tangerang


Tangerang - Foto KTP dan SIM C atas nama Vicky Kurniyanto yang beralamat di Kampung Cibodas RT 001/001 Cibodas, Tangerang, jadi viral dan disebut-sebut sebagai pelaku bom Kampung Melayu. Polisi memastikan informasi tersebut hoax.

"Sudah dicek orangnya dan dalam keadaan sehat," kata Kapolres Tangerang Kombes Pol Hary Kurniawan ketika dikonfirmasi, Kamis (25/5/2017).

Vicky sempat diperiksa di Polsek Cibodas. Dia kaget foto KTP-nya viral, bahkan disebut-sebut sebagai pelaku.

Vicky sedang tidur saat pintu rumahnya diketuk. Setelah diperiksa, polisi memastikan Vicky tak ada kaitannya dengan bom Kampung Melayu.

"Yang bersangkutan kaget, keluarganya kaget. Tapi dipastikan dia tidak ada keterkaitan dengan peristiwa ledakan di Kampung Melayu," ujar Kombes Hary.


Sebelumnya sempat diberitakan, korban meninggal dunia dalam tragedi ledakan bom di Kawasan Terminal Bus Kampung Melayu hari ini, Rabo (24/5) sekira pukul 21.00 WIB adalah seorang pemuda berstatus mahasiswa kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, 20 tahun silam.

Berdasar kartu identitas yang ditemukan dari mayat korban, pemuda tersebut bernama Vicky Kurniyanto. Lahir di Kabupaten Kebumen pada tanggal 5 Mei 1997, dan saat ini beralamat di Cibodas, Tangerang.

VIRAL, PEMUDA KELAHIRAN KEBUMEN, KORBAN MENINGGAL YANG DIDUGA PELAKU BOM BUNUH DIRI

JAKARTA - (24/5/2017) Ledakan terjadi di sisi timur halte Transjakarta Kampung Melayu, hari ini, Kamis (24/5) sekitar pukul 21.00. Menurut keterangan terjadi dua kali ledakan, yakni satu di dekat toilet dan satu lagi di depan pintu busway.
Wakapolri Komjen Syafruddin menjelaskan dalam jumpa pers Rabu malam 24 Mei di Kampung Melayu.
" Saya prihatin, telah terjadi ledakan bom yang diduga serangan bom bunuh diri. Ini terjadi ketika anggota polri sedang menjalankan tugasnya mengamabkan pawai sekelompk masyarakat di kampung nelayu. Yang diduga pelaku tewas. Lima anggota polri luka luka. Satu tewas. Yang tewas bernama Brigadir Taufan," katanya.
Dalam ledakan itu, terdapat 15 orang (5 di antaranya adalah anggota Polri). Dari jumlah itu
3 orang meninggal (1 anggota Polri, 1 warga sipil, 1 orang lagi diduga pelaku). Direktur Penegakan Hukum Kedeputian 2 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kepada Tempo membenarkan keterangan tersebut.
Korban dari warga sipil, diperkirakan adalah penjaga toilet. Adapun orang yang diduga pelaku diduga bernama Vicky Kurnianto, pemuda kelahiran Kebumen, Jawa Tengah. Namun polisi belum memberikan komentar soal ini.
Oji, 53 tahun, warga Kampung Melayu mendengar ledakan tersebut. "Ada dua kali ledakan," kata dia saat ditemui Tempo di Kampung Melayu, Jakarta.
Oji keluar rumahnya setelah mendengar ledakan. Ia melihat ada sesosok mayat pria di atas sebuah motor di lokasi ledakan. Pria tersebut bertelanjang dada dan mengenakan celana jeans. Satu tangan pria tersebut tergeletak tak jauh dari tubuhnya.
Lokasi bom Kampung Melayu kini sudah dipasang garis polisi. Masyarakat nampak berkerumun di sekitar lokasi. (ARIF Z | VINDRY FLORENTIN | GADHI MAKITAN).
Sumber : TEMPO.CO

Jumat, 19 Mei 2017

Kompol Christian Aer SH SIK Jabat Wakapolres Kebumen

KEBUMEN - (20/5/2017) Kompol Christian Aer, SH, SIK resmi menjabat sebagai Waka Polres Kebumen. Alumni Taruna AKPOL tahun 2003, kelahiran kota Denpasar 36 tahun silam menggantikan pejabat lama Kompol Umi Mariati, SIK.

Perwira kalem dengan pembawaan tenang tersebut pernah juga berdinas sebagai Kapolsek di wilayah Polresta​ Semarang, kemudian bertugas di Sumatera Selatan, Belitung hingga terakhir sebagai Wakapolres Wonosobo selama 4 bulan.

Upacara serah terima jabatan dari pejabat Waka Polres yang lama ke pejabat baru dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP Titi, Hastuti, SSos di lapangan Tenis polres Kebumen, Jumat (19/05) siang.

Setelah serah terima, pejabat lama, Kompol Umi Mariati, SIK, selanjutnya akan menjabat sebagai Waka Resor Wonosobo menggantikan Kompol Christian Aer sebagai pejabat lama di Polres tersebut.

Dalam kesempatan upacara serah terima tersebut, Kapolres mengucapkan selamat bergabung kepada Kompol Christian Aer, yang ternyata juga mantan Kabag Ops Resor Purworejo pada tahun 2014 silam.

Mutasi atau perpindahan jabatan di tubuh Polri adalah hal yang lumrah, kata AKBP Titi saat memimpin upacara.

Hal ini sebagai sarana penyegaran dalam dinas, agar para personel lebih profesional dalam mengemban tugas Kepolisian.

"Selamat datang pak Christian, selamat bergabung di Polres Kebumen. Kepada ibu Kompol Umi selamat bertugas di tempat baru," ucap AKBP Titi saat menyampaikan amanat dalam upacara yang dihadiri PJU Polres Kebumen, para Bhayangkari serta para tamu undangan dari instansi samping (Humas Res Kebumen /ALH/Bhayangkara Indonesia News).

Selasa, 16 Mei 2017

POLRES KEBUMEN BEKUK KAWANAN PENCURI MATERIAL PROYEK RS PALANG BIRU GOMBONG

KEBUMEN - (16/5/2017) Jajaran Polres Kebumen berhasil membekuk  kawanan pencuri yang menggasak material proyek bangunan RS. Palang Biru Gombong.

Dari 8 tersangka, 3 diantaranya sudah ditangkap jajaran Sat Reskrim Polres Kebumen, terang Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, SSos saat press release di depan gedung Sat Reskrim Polres Kebumen, Selasa (16/05).

Dijelaskan AKBP Titi yang saat itu didampingi Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Kholik Salis Hirmawan, SH, Kanit Krim Mum IPTU H. Sugiyanto, SH dan Kanit Reskrim Polsek Gombong serta Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Bidiyanto, SH, MH, tiga pelaku yang diamanakan, kini sudah berstatus tersangka dalam kasus ini.

Tiga tersangka yang berhasil diamankan polisi yakni, Remon (47) warga Cakung Jakarta Timur, Bolang (33) warga kecamatan Senen Jakarta Pusat, dan Sunaryo (51) warga kecamatan Kutowinangun Kebumen.

Dari keterangan AKBP Titi, para tersangka itu sebelumnya telah menggondol ratusan asesoris kamar mandi milik RS Palang Biru Gombong yang masih dalam tahap pembangunan  senilai Rp 400 juta pada hari Minggu (23/04) sekira pukul 02.00 wib dini hari.

Bahkan kelompok itu merupakan DPO (daftar pencarian orang) Resor Salatiga di kasus yang sama, yaitu mencuri material Proyek salah satu Rumah sakit di daerah tetsebut.

Kepada media, AKBP Titi mengatakan jika ke tiga tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda.

"Tersangka Remon dan Bolang berhasil ditangkap di salah satu hotel di Kecamatan Senen Jakarta Pusat pada hari Rabu tanggak 10 Mei 2017. Sedangkan Sunaryo ditangkap di Kecamatan Kutowinangun Kebumen," papar AKBP Titi Sambil menunjukan barang bukti.

Pada saat penangkapan Remon dan Bolang yang merupakan otak dari aksi ini, polisi juga mengamankan barang bukti satu Unit Mobil Daihatsu Xenia  nopol N 1599 WFT yang digunakan untuk beraksi di Gombong Kebumen.

Kepada polisi, para tersangka telah mengakui perbuatannya. Akibat kejadian itu para tersangka diancam dengan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan.

Kepada media, Kapolres menegaskan jika pengungkapan kasus ini tanpa ada peran dari pihak orang dalam (proyek), melainkan murni dari pengembangan Polres Kebumen di lapangan.

Untuk 5 tersangka yang sudah diketahui identitasnya dan belum tertangkap, saat ini masih dalam pengejaran. (Humas Res Kebumen /ALH/Bhayangkara Indonesia News).

Minggu, 14 Mei 2017

Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti, S.Sos Tandatangani Berita Acara Hibah dari Pemkab Kebumen

KEBUMEN - (15/5/2017) Kapolres wanita pertama di Kebumen, AKBP Titi Hastuti, S.Sos kembali kembali melakukan gebrakan. Orang nomor satu di jajaran Polres Kebumen yang baru sebulan menjabat, menjalin kerjasama strategis dengan Pemkab Kebumen.

Hari kemarin, Ahad (14/5) Kapolres Kebumen menandatangani nota kerjasama berupa penyerahan hibah dari Pemkab Kebumen yang diwakili Bupati, Ir. HM. Yahya Fuad, SE. Penandatanganan nota kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Ijen. Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum dan jajaran Forkompinda Kebumen.

Dalam lampiran nota kerjasama, disebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen menghibahkan sejumlah aset kepada Polres Kebumen. Diantaranya berupa tanah bersertifikat seluas 879 meter persegi di Desa Sruweng, Kecamatan Sruweng, Kebumen. Kemudian bangunan dengan luas 265,85 meter persegi, di alamat yang sama dan digunakan sebagai Mapolsek Sruweng.

Polres Kebumen juga menerima hibah berupa kendaraan bermotor roda dua merk Kawasaki sejumlah 5 unit, genset sejumlah 2 unit, dan tenda pos pelayanan serta pengamanan sejumlah 3 unit.

Dalam sambutannya, Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti, S.Sos mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian dan dukungan dari Pemkab Kebumen dalam meningkatkan kinerja dan fasilitas Polri.

AKBP Titi Hastuti mengakui bahwa anggaran negara untuk kepolisian memang besar, namun lebih dari separuhnya untuk membayar gaji anggota. Lainnya untuk operasional dan sisanya dialokasikan untuk infrastruktur. Sehingga dengan dukungan dan hibah ini sangat membantu institusi polri dalam memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat.

Bupati Kebumen, Ir. HM. Yahya Fuad, SE dalam pidato sambutannya mengharapkan keberadaan Mapolsek Sruweng yang tepat di pinggir jalan raya utama Kebumen - Cilacap - Yogyakarta dapat bermanfaat untuk menjaga Kamtibmas serta memudahkan pihak kepolisian dalam mengantisipasi kemacetan yang selalu terjadi setiap lebaran. (Arief Luqman El Hakiem /Bhayangkara Indonesia News).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum Kunjungi Kebumen

KEBUMEN - (14/5/2017) Ahad pagi (14/5) sekira pukul 08.00 WIB, para pengunjung CFD ( Car Free Day) di sekitar alun-alun Kebumen dikejutkan dengan deru suara helikopter yang mendarat. Sontak, warga masyarakat yang sedang menikmati suasana CFD mengalihkan perhatian dan segera berkerumun ke tengah-tengah alun-alun dimana 'capung besi' tersebut mendarat.

Tidak lama kemudian, keluarlah sosok pria berwibawa dengan seragam Korps Bhayangkara, lengkap berserta tongkat komando dan dua bintang di pundak turun dari helikopter yang masih berputar baling-balingnya. Dialah, Irjen. Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum, orang nomor satu di jajaran Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Kedatangan Kapolda, pria ramah dan murah senyum ini disambut hangat oleh Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti, S.Sos beserta Bupati Kebumen, Ir. HM. Yahya Fuad, SE dan Dandim 0709 Kebumen, Letkol. Suep.

Ada beberapa agenda kegiatan Kapolda selama sehari di Kebumen. Dari alun-alun, Kapolda langsung diterima Bupati di pendopo rumah dinas untuk jamuan sarapan. Tidak berselang lama, Kapolda yang didampingi Forkompinda Kebumen menghadiri ramah tamah dan silaturahmi dengan kalangan civitas akademika di UMNU Kebumen.

Sekira pukul 10.00 WIB, Kapolda menuju ke Kecamatan Sruweng untuk meresmikan Mapolsek (Markas Kepolisian Sektor) Sruweng, Polres Kebumen.

Selepas upacara peresmian Mapolsek Sruweng yang ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng, Kapolda melanjutkan makan siang bersama Forkompinda di RM Yunani Sruweng.

Selepas shalat Dhuhur, Kapolda berserta rombongan menuju Mapolres Kebumen yang berada di jalan Veteran. Ramah tamah dan pemberian penghargaan kepada anggota kepolisian yang berprestasi di lingkungan Polres Kebumen, berlangsung sekitar satu jam.

Terakhir, Kapolda yang selalu menebar senyum dan tetap semangat, berkesempatan mengunjungi Makodim (Markas Komando Distrik Militer) 0709 Kebumen. Dalam kunjungannya, Kapolda disambut gelar perform kesenian tradisional " Ebeg Singa Mataram" pimpinan tokoh muda Kebumen, Ravie Ananda.

Dalam kesempatan kunjungan sehari di Kebumen, Irjen. Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum, selalu menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.

"Saya mengapresiasi keberadaan Bupati Kebumen, Ir. HM. Yahya Fuad, SE yang notabene dari Muhammadiyah, dengan Wakil Bupati KH. Yazid Mahfudz yang notabene dari Nahdlatul Ulama. Pasangan ini adalah bentuk persatuan dan keharmonisan umat Islam, khususnya di Kebumen" ,kata Kapolda.

Kapolda berharap, di Kebumen tidak ada kelompok-kelompok dan ormas radikal yang bertentangan dengan Pancasila dan anti NKRI.

"Mari kita jaga Kebumen tetap kondusif dan harmonis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD 1945" , tambah Kapolda.

Pak Condro, panggilan akrab Irjen. Pol. Condro Kirono, meninggalkan Kebumen sekira pukul 16.00 WIB. (Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indonesia News).

Mapolsek Sruweng Diresmikan Kapolda

KEBUMEN - (14/5/2017) Bangunan megah berlantai dua di pinggir jalan utama Sruweng yang menghubungkan Kebumen, Cilacap, Yogyakarta adalah Mapolsek (Markas Kepolisian Sektor) Sruweng, Polres Kebumen.

Gedung dengan warna khas kebesaran Korps Bhayangkara itu berdiri diatas tanah seluas 879 meter persegi, hibah dari Pemerintah Kabupaten Kebumen, hari ini, Ahad (14/5) diresmikan penggunaannya oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum.

Dalam sambutannya, Kapolda mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang luar biasa kepada Bupati Kebumen, Ir. HM. Yahya Fuad, SE atas perhatian dan partisipasinya kepada institusi polri.

"Hibah tanah dan bangunan Mapolsek ini adalah bentuk dukungan dan kerjasama yang baik antara Institusi Polri dengan masyarakat dalam hal Pemkab Kebumen" ,lanjut Kapolda.

"Semoga dengan adanya gedung baru nan megah ini menjadi motivasi buat para anggota Polri untuk lebih giat dan semangat dalam mengayomi dan melayani masyarakat" ,imbuh Jenderal bintang dua yang terkenal ramah dan murah senyum.

Mapolsek Sruweng termasuk salah satu kantor termegah di wilayah Polres Kebumen. Mapolsek sebelumnya berada di sekitar Pasar Giwangretno yang dianggap tidak representatif, karena terlalu sempit dan dekat dengan pasar.

Dalam sambutan sebelumnya, Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti, S.Sos berharap, keberadaan Mapolsek yang barada di jalur utama ini bisa bermanfaat juga untuk mengantisipasi kemacetan yang sering terjadi pada saat lebaran. (Arief Luqman El Hakiem /Bhayangkara Indonesia News).