Kebumen - (30/9/2017) Polres Kebumen dibawah kepemimpinan AKBP. Titi Hastuti, S Sos membuat sebuah terobosan baru dalam proses rekrutmen anggota polri. Baru-baru ini di-lounching sebuah Program Pembinaan dan Pelatihan bagi pemuda pemudi di Kebumen yang ingin mengabdi sebagai Prajurit Bhayangkara.
Disadari bahwa tantangan sebagai anggota Korps Tribrata makin berat, sehingga diperlukan kualitas SDM yang mumpuni dan berkarakter. Hal ini diawali sejak proses rekruitmen. Persyaratan dan test seleksi menjadi anggota polri juga makin ketat dan bersih dari sogokan juga nepotisme.
Program Binlat calon anggota polri tersebut diresmikan langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum di kantor Samsat Kebumen, Jum'at (29/9) disaksikan para pejabat utama Polda Jateng, Bupati dan jajaran Forkompinda Kebumen.
Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Condro Kirono, MM,. MHum meyakinkan masyarakat bila seleksi penerimaaan calon peserta pendidikan Polri bersih. Hal itu sesuai dengan prinsip Polri untuk mendapatkan anggotanya melalui seleksi yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis.
“Penentu keberhasilan mengikuti seleksi, ada pada calon peserta pendidikan. Karena itu sebelum mengikuti seleksi diperlukan pembinaan dan pelatihan,” ujar Kapolda Jateng.
Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara Polda Jateng dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen di Kebumen, Jumat (29/09) di halaman depan Kantor UPPD ( Samsat) Kebumen. Nota kesepahaman yang ditandatangani Kapolda Jateng dan Bupati Kebumen HM Yahya Fuad yaitu tetang program pembinaan dan pelatihan calon peserta pendidikan Polri tahun 2018.
Kapolda menerangkan bahwa, hasil seleksi setiap tahapan langsung dibuka dan diketahui calon peserta. Misalnya hasil seleksi kesehatan, administrasi, akademik dan psikotest. Tranparansi hasil seleksi di setiap tahapan, salah satu wujud transparansi dalam seleksi calon peserta pendidikan Polri.
Kapolres Kebumen, AKBP. Titi Hastuti, S.Sos mengatakan, dalam program pembinaan dan pelatihan yang diselenggarakan Polres Kebumen tersebut, pembiayaan dibebankan pada anggaran Pemkab Kebumen. Pembinaan dan pelatihan calon peserta pendidikan Polri tahun 2018 asal Kebumen, baru bisa diperuntukkan bagi 50 orang peserta.
“Tahun depan, diharapkan Pemkab Kebumen menambah anggaran, sehingga pesertanya bisa menjadi 100 orang,” jelasnya. (humas res kebumen / Bhayangkara Indonesia News).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar