Cari Blog Ini

Kamis, 01 Februari 2018

Waspada !!! Upaya Adu Domba dan Kisruh Politik Jelang Pilkada Serentak 2018 (Politisasi Pidato Kapolri)

JAKARTA - (1/2/2018) Dinamika politik di Indonesia memang sungguh seksi. Belum beres kontroversi penjabat atau pelaksana harian (plh) gubernur Jabar dan Sumut usai, muncul lagi isu panas lainnya. Tidak tanggung-tanggung, kali ini langsung menohok Kapolri M Tito Karnavian.

Tiba-tiba muncul potongan video pidato Kapolri saat memberikan sambutan di Pondok Pesantren Tanara, Serang, Banten, pimpinan KH Ma'ruf Amien, pada Februari 2017 lalu. Isi potongan video itu yang bikin gerah sejumlah ormas Islam. Tito menyatakan hanya akan merangkul ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di semua lini sementara organisasi lain merontokkan negara.

"Semua Kapolda saya wajibkan untuk membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi. Semua Polres wajib membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten dan kota. Para Kapolsek wajib untuk di tingkat kecamatan bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah, jangan dengan yang lain. Dengan yang lain itu nomor sekian, mereka bukan pendiri negara, mau merontokkan negara malah iya . Begitu potongan pidato Tito".

Beberapa ormas Islam pun meradang. Pimpinan MUI malah membuat surat terbuka kepada Kapolri yang menjelaskan bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia tidak cuma milik NU dan Muhammadiyah. Banyak ormas Islam yang lahir lebih dahulu dan setelahnya ikut bahu-membahu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga telah ikut membangun pondasi dasar ekonomi negara ini.

Terlepas dari kontroversi yang muncul setelahnya dan berakhir dengan tabayun tokoh-tokoh Islam dengan Kapolri, ada beberapa kejanggalan dari potongan video yang muncul.

Pertama, seperti disampaikan Kapolri, mengapa video itu baru muncul sekarang? Padahal, video itu dibuat setahun yang lalu.

Tito pun mengaku heran dengan kemunculan video itu. "Acaranya setahun lalu, pertanyaannya, kok bisa muncul sekarang dan dipotong," kata dia di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (31/1).

Saat video itu tersebar viral, Tito tak sedang berada di Jakarta tapi di luar kota. Ketika itulah ia melihat video tersebut dan berusaha mengingat-ingat kapan ia berpidato seperti dalam rekaman video. Dia pun menanyakan itu kepada stafnya. Karena seingatnya, ia tak pernah menyampaikan pidato seperti itu baru-baru ini.

Siapa dan apa motif penyebaran potongan video ini sampai sekarang masih belum jelas. Apakah ini tindakan disengaja untuk mencoreng dan mengadu domba Polri dengan ormas Islam juga belum ada penjelasan. Polri sendiri belum masuk menelusuri kasus ini.
Apakah ini terkait dengan 'perang bintang' di internal Polri pun belum ada jawaban. Sumber-sumber di Polri menyebutkan sebetulnya 'perang bintang' ini sudah lama terjadi, namun apakah segala peristiwa yang belakangan menyeret institusi Polri terkait itu, masih gelap.

Kedua, video itu sudah terpotong sangat panjang. Tito menjelaskan durasi pidato dirinya saat menyampaikan sambutan itu selama 26 menit. Namun, potongan video yang dibuat diubah menjadi dua menitan saja. Menurut Tito, dalam 26 menit itu ada bahasa-bahasa yang kalau dicerna (dalam durasi) dua menit, mungkin membuat beberapa pihak kurang nyaman.

Polri menduga ada pihak-pihak yang dengan sengaja memotong video tersebut dengan maksud tertentu. Namun, kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Polri belum bisa memastikan pihak-pihak mana yang melakukan hal tersebut. "Dugaan sementara seperti itu," kata Iqbal kepada wartawan di kediaman Kapolri, Rabu (31/1).

Video ucapan Kapolri itu telah mengalami penyuntingan. "Sangat banyak yang dipotong dan didempetkan. Kontennya yang dipotong," ujarnya.

Konteks pidatonya saat itu pas sedang hangat-hangatnya situasi Pilkada DKI. Kapolri memotivasi dan menyampaikan untuk lebih memperkuat tali silaturahim ke semua organisasi Islam, kecuali kelompok yang ingin merongrong NKRI.

Ketiga, potongan video ini muncul menjelang pilkada serentak 2018 dan diwacanakannya dua pati Polri menjadi penjabat gubernur di Sumut dan Jabar. Sejumlah kalangan menilai ada upaya mengganggu konsentrasi Polri menjaga pilkada damai dengan membenturkan Polri dengan ormas Islam.

Rencana masuknya dua pati Polri juga ikut menghangatkan dinamika politik nasional. Apalagi, mereka akan ditempatkan --jika jadi-- di dua provinsi yang selama dua periode kepemimpinannya dikuasai partai non-penguasa saat ini. Di Jabar malah pada pilpres lalu suara Jokowi-JK jauh di bawah Prabowo-Hatta.

Tetap klarifikasi

Kemarin, Kapolri Jenderal Tito memberikan klarifikasi terkait pidatonya itu. Klarifikasi ini disampaikan di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (31/1), di hadapan 14 perwakilan Ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah.
Tito mengatakan tidak ada maksud dari dirinya apalagi institusi Polri untuk tidak membangun hubungan dengan ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah. Bagi Tito, Polri tentu sangat berkepentingan untuk membangun hubungan baik dengan Ormas manapun sepanjang ormas itu satu visi yakni demi keutuhan NKRI dan Pancasila.

Terlebih 2018 ini adalah tahun politik sehingga Polri dan Ormas-Ormas Islam perlu bahu-membahu menjaga situasi agar tidak terjadi konflik. Ia menyayangkan upaya pemotongan dan penyuntikan video yang akhirnya membuat situasi menjadi bergemuruh.

Sebelumnya, Karo Penmas Mabes Iqbal menegaskan Kapolri sama sekali tidak ada niatan sama sekali menafikan dan menyudutkan kelompok-kelompok Islam. Dan itu sudah disampaikan ke ormas-ormas Islam. Polisi berharap jangan sampai hal seperti ini merusak hubungan antar elemen bangsa yang sudah baik. Apalagi menyongsong Pilkada serentak tahun ini.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia Hamdan Zoelva. Hamdan melakukan tabayun dengan Kapolri karena memang ingin mendengar langsung klarifikasi dari Kapolri.

Setelah dijelaskan, Hamdan mengungkapkan video yang beredar itu tidak utuh. Video yang beredar juga tidak mewakili inti pidato yang disampaikan. Pidato asli tersebut berlangsung selama 26 menit dan Kapolri tidak bermaksud melabeli ormas selain NU dan Muhammadiyah merontokkan bangsa.

Konteks Radikalisme

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengaku telah melakukan kroscek ke Kapolri soal video tersebut di rumah dinas Kapolri, Rabu (31/1) pagi. Konteks pidato itu, kata KH Ma'ruf, dalam rangka menghadapi radikalisme, isu-isu khilafah dan juga peran nasional yang pada waktu itu agak kenceng, tahun lalu itu.

Kapolri merasa NU dan Muhammadiyahlah yang hingga saat ini konsisten terus dalam membela Pancasila dan negara --tanpa bermaksud menampikkan ormas-ormas yang lain. Terkait dimaksud ada kelompok yang ingin meruntuhkan negara, itu adalah kelompok-kelompok ormas yang radikal.

"Bukan dalam konteks NU dan Muhammadiyah saja, tapi dalam konteks di mana Polri menghadapi tekanan dari kelompok-kelompok radikal, intoleran. Kira-kira begitu," kata Kh Ma'ruf.

Video itu, kata dia, disampaikan di pesantren miliknya di Banten dalam rangka pertemuan ulama dan MoU dengan NU. Isunya adalah peran ulama dalam mengawal keutuhan dan persatuan bangsa.

Sumber : republika.co.id

Selasa, 23 Januari 2018

Bupati Kebumen, M. Yahya Fuad Tersangka KPK

Bupati Kebumen, Ir. HM. Yahya Fuad, SE (kanan) bersama Wakil Bupati, KH. Yazid Mahfudz.


JAKARTA, (23/1/2018) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad sebagai tersangka.

Fuad diduga menerima suap dan gratifikasi terkait sejumlah proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016.

"MYF bersama HA diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa yang menggunakan APBD Kabupaten Kebumen tahun 2016," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Selasa (23/1/2018). 

Selain Fuad, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adalah Hojin Anshori dari pihak swasta dan Komisaris PT KAK Khayub Muhammad Lutfi.Menurut KPK, Fuad bersama-sama Hojin menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 2,3 miliar.

Suap tersebut terkait proyek pengadaan barang dan jasa yang anggarannya diperoleh dari APBD Kabupaten Kebumen.Hojin sebelumnya merupakan anggota tim sukses saat Fuad mencalonkan diri sebagai bupati. Hojin diduga bertugas menerima dan mengelola fee yang diterima Fuad.

Adapun Khayub diduga sebagai salah satu pemberi suap dan gratifikasi kepada Fuad. 

Fuad dan Hojin disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Khayub selaku pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. 

Sumber : kompas.com

Minggu, 21 Januari 2018

Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP. Willy Budiyanto, SH Pindah Tugas ke Boyolali

KEBUMEN - (22/1/2018) Polres Kebumen kembali melakukan rotasi jabatan inspektur. Sedikitnya lima kursi jabatan Inspektur di Polres Kebumen, dirotasi termasuk Kasubbag Humas, AKP Willy Budiyanto, SH yang akan bertugas di Polres Boyolali. Penyegaran jabatan itu berdasarkan surat keputusan Kapolda Jateng Irjenpol Condro Kirono pada bulan Januari 2018 tahun ini.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar selaku Inspektur Upacara, dalam upacara serah terima jabatan Sertijab mengungkapkan, rotasi jabatan atau mutasi jabatan adalah hal yang wajar.

"Hal tersebut merupakan salah satu mata rantai dalam siklus pembinaan SDM Polri, guna memberikan ruang bagi personel Polri, untuk mengembangkan karier," ucap AKBP Arief Bahtiar saat membacakan amanat, Senin (22/01/2018) pagi.

Dalam kesempatan itu, Kasat Intelkam dari AKP Cipto Rahayu Diserahkan kepada  AKP Abdullah. Kasat Reskrim AKP Koliq Salis Hirmawan diserahkan kepada pejabat baru AKP Aji Darmawan.

Sedangkan untuk Kapolsek Ayah yang semula dijabat AKP Masngudin, diserahkan kepada IPTU Heru Sunyoto. AKP Masngudin akan menjabat sebagai  Kasubbag Humas Polres Kebumen menggantikan AKP Willy Budiyanto.

AKP Willy Budiyanto, dalam surat keputusan itu akan pindah ke Polres Boyolali sebagai Kasat Reskrim di kota yang memiliki semboyan kota Tersenyum.

Kapolsek Puring yang semula dijabat AKP Joko Maryono diserahkan kepada AKP Khadijah Widayat. AKP Joko Maryono akan menduduki jabatan baru sebagai Kapok Ambal, karena pejabat lama AKP Topo Walyono memasuki masa pensiun.

Kapolres Kebumen dalam kesempatan itu juga mengucapkan terimakasih kepada para Bhayangkari yang telah mendampingi para suami sehingga sukses dalam tugas.

Upacara Sertijab digelar di lapangan indoor Tenis Polres Kebumen dan dihadiri PJU Polres Kebumen para Kapolsek, Bhayangkari, personel jajaran serta dari TNI.

(HumasresKebumen / Bhyangkara Indonesia News)

Sabtu, 06 Januari 2018

Pemred Media "Bodong" Penyebar Hoax Diringkus Bareskrim Polri

JAKARTA - (6/1/2018) Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipid Siber) Bareskrim Polri menangkap pemimpin redaksi sebuah media bodong di Pati, Jawa Tengah, yaitu Zaenal Arifin (28).
Dia ditangkap karena telah menulis ulang terkait informasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh Anggota DPR RI Komisi III, Mulyadi.

"Pada tanggal 18 Desember 2017 kami dari siber telah menerima pengaduan pencemaran nama baik atau fitnah. Korban adalah Ir Mulyadi dari anggota komisi III Partai Demokrat tentang pencemaran nama baik beliau," kata Kanit III Subdit II Bagian Penindakan Siber Bareskrim Polri, AKBP Irwansyah di kantor Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (5/1/2018).

Lebih lanjut, Irwansyah menerangkan bahwa berita yang ditulis ulang oleh Zaenal soal pengaduan istri Mulyadi, Mefiana Malinani ke MKD atas KDRT pada Selasa (5/12) lalu.

Menurut Zaenal, berita yang menyangkut Mulyadi tengah viral di media sosial. Oleh karena itu dia membuat ulang berita tersebut untuk dapat menarik para pembaca di medianya itu.

"Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan memang mengakui bahwa yang bersangkutan ini adalah pemred juga sebagai admin. Dia (Zaenal) mengakui waktu itu memalsukan berita tersebut karena pada saat itu viral," jelasnya.

Zaenal sendiri ditangkap oleh polisi di kantornya di Jalan Ronggowasito, Pati, Jawa Tengah, sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (4/1), untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan pemeriksaan, pihaknya belum menemukan adanya indikasi orang lain yang menyuruh Zaenal.
Menurut pengakuan Zaenal, bahwa perbuatannya itu murni dia lakukan sendiri tanpa adanya paksaan dari orang lain dan karena memang untuk konsumsi media bodongnya itu.

"Kemudian kami tindak Lanjuti, jadi pencemaran nama baik beredar melalui portal berita aliansi rakyat news. Kemudian kami berkoordinasi dengan Dewan Pers disana portal berita itu tidak terdaftar, atas dasar itu kami tindak lanjuti dan melakukan upaya tangkap paksa," ujarnya.

Sementara itu, Mulyadi yang merasa namanya telah dicemarkan dengan berita yang telah dibuat oleh Zaenal tersebut mengaku bahwa berita tersebut tak benar alias bohong.

"Yang saya indikasikan diviralkan, tentu ini berita bohong. Saya akan mengambil tindakan penegakan hukum," ujar Mulyadi di tempat yang sama.

Sebelum ke Bareskrim Siber, Mulyadi terlebih dahulu ke MKD untuk mencari kebenaran atas berita tersebut.

Ternyata, MKD pun tak mengetahui adanya pelanggaran etika atas laporan istrinya.

"Terhadap beberapa hal yang semuanya tidak benar, MKD sendiri sudah saya konfirmasi tidak tahu," ucapnya.

Zaenal sendiri menyesali perbuatannya terhadap Mulyadi dan berjanji akan melakukan klarifikasi berita tersebut.

"Memang saya asal mencomot atau mengambil saja. Terkait pemberitaan tersebut saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan yang melawan hukum tersebut kepada bapak Mulyadi dan saya berjanji akan memperbaiki nama Mulyadi di web
aliansirakyatnews.com, " kata Zaenal di tempat yang sama.

Atas perbuatanya, Zaenal di sangkakan pasal 45 ayat 3 Juncto 27 ayat 3 dengan ancaman hukum 4 tahun penjara.

Penulis: Dwi Rizki

Sumber : Tribunnews.com

Minggu, 24 Desember 2017

Kompak, Kanit Binmas Polsek Buluspesantren Bersama Babinsa Amankan Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW

Kebumen - (25/12/2017) Indahnya kebersamaan, berkahnya persatuan. Kalimat yang cocok untuk menggambarkan kekompakan TNI-POLRI dalam melindungi serta mengayomi masyarakat. Suatu momen pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan khotmil Qur'an wal kutub di Masjid Al Ikhlas desa Setrojenar, Buluspesantren, Kebumen memperlihatkan sinergi anggota polisi dan tentara.

Nampak Kanit Binmas Polsek Buluspesantren, Aiptu Sukamto bersama beberapa anggota kepolisian bahu membahu dengan Babinsa Koramil Buluspesantren dalam mengamankan acara pengajian.

Acara pengajian yang digelar bertepatan libur Natal dihadiri ribuan peserta umat Islam dan para santri TPQ Al Ikhlas diisi ceramah Al Mukarom KH. 'Ath Thori Ma'mun dari Magelang.

Lokasi masjid berada di pinggir jalan utama provinsi, jalan Daendels yang menghubungkan Yogyakarta-Cilacap sehingga arus lalulintas cukup padat dan ramai. Aiptu Sukamto bersama anggota Koramil Buluspesantren dengan semangat mengatur arus kendaraan yang berlalu lalang.

Pengasuh TPQ Al Ikhlas, Ustadz Sholeh mengatakan, "Kami sengaja menyelenggarakan pengajian dan khotmil Qur'an bersamaan dengan libur Natal agar menampakkan kerukunan dan kebhinekaan".

"Saudara-saudara yang Nasrani memperingati hari kelahiran nabinya, maka umat Islam pun memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun tetap rukun dan saling toleransi" imbuh Ustadz Sholeh. (Binmas Polsek Buluspesantren / Bhayangkara Indonesia News).

Sabtu, 23 Desember 2017

5 Jurus Jitu Kapolres Kebumen Hadapi Natur 2018

KEBUMEN - (23/12/2017) Menghadapi libur panjang akhir tahun dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru (Natur) 2018, Kapolres Kebumen, AKBP. Arief Bahtiar, SIK, MM menerapkan (5) lima jurus jitu Kamtibmas. Strategi ini diterapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat Kebumen khususnya dalam menikmati libur panjang akhir tahun.

Berikut 5 jurus jitu Kamtibmas yang dilakukan Kapolres Kebumen bersama jajarannya dan didukung Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kebumen.

Kesiapan Pasukan Pengamanan

Sebanyak 650 personel Polres Kebumen nantinya akan terjunkan untuk mengamankan Natal dan tahun baru 2018 dekat ini, dengan sandi Operasi Pengamanan Lilin Candi 2018.

Hal ini diungkapkan langsung Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, melalui Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer dalam Rakor Ekuinda menghadapi Natal dan Tahun baru, di gedung Jatijajar Pendopo Kabupaten Kebumen, Senin (18/12) pagi.

Selain gereja, pengamanan malam pergantian tahun akan dititikberatkan di Alun-alun Kebumen dan Benteng Vanderwijk Gombong. Selama operasi lilin, Polres kebumen sedikitnya menyiapkan dua pos pengaman, yakni pos pengamanan Lalulintas Gombong dan Pos pengamanan Alun-lun Kebumen.

Kesiapan Sarpras dan Kendaraan Dinas Polisi

Selasa (19/12) siang, semua kendaraan dinas diapelkan dan dicek kondisinya, tak luput juga semua isi gudang Sat Sabhara dikeluarkan dan dilakukan pengecekan dengan penuh teliti. Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, melalui Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer, pengecekan ini dilakukan sebagai langkah dini untuk mengetahui kondisi Sarpras pengamanan Natal dan tahun baru dekat ini.

"Hari ini kita cek semuanya. Baik kendaraan dinas roda dua, roda empat, peralatan SAR, Peralatan Dalmas, kelengkapan perorangan, kita cek. Jadi jika ada kekurangan, kita masih ada waktu untuk memperbaiki atau melengkapi," ucap Waka Polres saat pengecekan.

Rekayasa Lalulintas dengan Car Free Night

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, melalui Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer, "Car-free Night" akan diberlakukan jika pengunjung alun alun Kebumen terjadi peningkatan yang cukup tinggi.

Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Suryo Wibowo, saat dikonfirmasi mengenai rekayasa lalu lintas "Car-free Night"  nanti ada beberapa ruas jalan yang ditutup. Sehingga untuk kawasan alun alun Kebumen, steril dari kendaraan bermotor.

"Pemberlakuan Car-free Night ini, sebetulnya, dari tahun ke tahun sudah dilakukan Polres Kebumen. Kita berlakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan sehingga arus lalulintas menjadi krodit," ungkap AKP Suryo.

Sidak Harga dan Ketersediaan Sembako di Pasar

Kapolres Kebumen AKBP. Arief Bahtiar, S.I.K., M.M. bersama Forkompimda Kebumen melaksanakan kunjungan ke Pasar Induk Tumenggungan Kebumen untuk memantau ketersediaan dan harga Sembako jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Kamis (20/12).

“Kegiatan kunjungan ke pasar bersama Forkompimda di maksudkan untuk membantu dan memantau sidak harga sembako serta sebagai perwujudan dari Polres Kebumen untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap penjual dan pembeli sehingga bisa beraktifitas dengan aman dan nyaman" terang AKBP Arief Bahtiar.

Himbauan Tidak Ada Sweeping, Tidak Ada Paksaan Mengenakan Atribut Natal kepada Karyawan

Selama perayaan Natal, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar meminta tidak ada aksi sweeping dan paksaan kepada warga non Nasrani untuk mengenakan atribut Natal. Hal ini diungkapkan Kapolres Kebumen saat pertemuan silaturahmi ormas keagamaan dan tokoh lintas agama di hotel Maxolie, Jumat (22/12) sore.

Diungkapkan Kapolres Kebumen, hal itu untuk menjaga situasi Kamtibmas selama perayaan Natal dan Tahun baru. AKBP Arief juga mengajak, kepada tokoh lintas agama untuk patroli bersama selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

(Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indonesia News).

Senin, 11 Desember 2017

Arief Bahtiar, Pelopor Inovasi Pelayanan Kepolisian Kini Memimpin Polres Kebumen

Kebumen (11/12/2017) AKBP. Arief Bahtiar, SIK, MM resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kebumen menggantikan AKBP. Titi Hastuti, S.Sos yang menduduki jabatan baru sebagai Kasubbagum Bagrenmin AKPOL Lemdiklat Polri. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kepolsian Daerah Jawa Tengah, Irjen. Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Senin (11/12).

Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi terhadap jajaran perwira menengah di lingkungan Polda Jawa Tengah. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST 2754 / XI / 2017 tertanggal 16-11-2017, Arief Bahtiar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Jawa Tengah kini memimpin Korps Bhayangkara di kota yang berjuluk Kebumen Beriman.

Arief Bahtiar bukanlah sosok asing di lingkungan Polda Jateng. Sejak tahun 2007 polisi ganteng ini sudah bertugas di wilayah Jawa Tengah, tepatnya sebagai Kepala Satuan Lalulintas Polres Brebes. Bahkan di tahun 2009 pernah menjabat sebagai Kasubbag Lantas Bag Ops Polwil Banyumas, kota yang sangat dekat dengan Kebumen.

Karir polisi kelahiran Jakarta 1975 ini memang banyak di lalulintas. Pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Jepara (2008), Kasi STNK Subdit Min Regident Ditlantas Polda Jateng (2010), Kasi BPKB (2011), sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakapolres Pekalongan dan selanjutnya Wakapolres Semarang (2012).

Ayah dua orang putri cantik, Zakiya Julieta Bahtiar dan Zaskia Adyalieta Bahtiar, lulus pendidikan Akademi Kepolisian Semarang tahun 1998. Lulusan AKPOL 1998 adalah perwira remaja pertama yang tidak dilantik oleh Presiden Soeharto, mereka lahir di Era Reformasi sehinga sering dikenal sebagai PAJERO (Perwira Remaja Era Reformasi).

Banyak sekali PAJERO yang sukses berprestasi ketika menjadi pemimpin, beberapa bahkan langsung mendapat penghargaan dari Kapolri dan Kementerian PAN RB. Sebut saja AKBP. Wahyu Sri Bintoro (Kapolres Bojonegoro), AKBP. Fadly Samad (Kapolres Probolinggo), AKBP. Takdir Mattanette (Kapoles Banjarmasin), AKBP. I Made Agus Prasatya (Kapolres Madiun) dan AKBP. Agung Marlianto (Kapolres Jombang, peraih penghargaan Adhi Makayasa 1998).

Suami dari anggota Bhayangkari, Novy Puryanti, ini mengikuti pendidikan Sespimmen Polri pada tahun 2014 dan pernah berdinas di Polda Papua, sebelum akhirnya kembali ke Polda Jateng dengan jabatan Analis Kebijakan Muda Bidang Waster Ditpamobvit, pada tahun 2015. Selanjutnya Arief Bahtiar dipercaya sebagai Kepala SPKT Polda Jateng pada tahu 2016, tepatnya tanggal 3 Juni.

Di masa kepemimpinannya, SPKT Polda Jateng membuat terobosan dalam bidang pelayanan publik berupa inovasi teknologi informasi berbasis Android yang disebut SMILE Police Polda Jateng. Bersama Kapolda dan Kabid Humas, Arief Bahtiar merancang aplikasi Smile Police yang terdiri dari 6 aplikasi online yaitu Panic Button,  E-Bhabin,  E-Public Service, E-Complaint, E-Learning, E-Office. Sistem Informasi Manajemen Layanan Elektronik (SMILE Police) ini diluncurkan langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Prof. Drs. HM. Tito Karnavian, MA, Ph.D bersama Menteri PAN RB, Asman Abnur di Semarang, 4 Februari 2017.

Dalam Panic Button terdapat aplikasi Public Panic Button untuk masyarakat yang ingin mengirimkan pesan darurat, permintaan pertolongan kepada pihak kepolisian dan kerabat. Pengguna cukup menekan tombol SOS pada layar smartphone minimal tiga kali, secara otomatis aplikasi mengirimkan pesan darurat yang telah didaftarkan, polisi dan operator dasbord monitoring. Polisi dilokasi terdekat akan segera merespon dan operator akan menugaskan jajaran kepolisian segera menuju lokasi kejadian perkara.

E-Public Service merupakan aplikasi untuk memudahkan berbagai pelayanan.  Seperti Smart Regident Center meliputi E-BPKB, STNK reminder dan SIM Online. E-BPKB atau elektronik BPKB diciptakan untuk memudahkan masyarakat mengecek keabsahan BPKB serta mengakses identitas pemilik dan nomor pada BPKB.

Sedangkan STNK reminder bertujuan untuk mengingatkan masyarakat yang akan mengesahkan STNK tahunan serta masa jatuh tempo perpanjangan 5 tahunan.  Nantinya masyarakat akan langsung menerima  notifikasi melalui smartphonenya. Bagi masyarakat yang akan mendaftar untuk mendapatkan SIM baru  dan perpanjangan Polri juga menyediakan layanan SIM Online diseluruh Satpas di Indonesia.

Pemohon cukup mengisi formulir online disitus sim.korlantas.polri.go.id. Setelah mendaftar pemohon akan menerima notifikasi melalui email. Bukti registrasi kemudian dibawa ke kantor satpas terdekat untuk proses lebih lanjut. E-Public servise juga meliputi SKCK online untuk masyarakat yang akan mengajukan pembuatan SKCK. Pemohon juga mengisi secara lengkap data yang terdapat dalam situs skck.jateng.polri.go.id. Pemohon kemudian akan menerima nomor registrasi untuk dibawa ke Polres terdekat.

E-Complaint hadir sebagai wadah pengaduan masyarakat terhadap kinerja dan layanan kepolisisan yang ditangani oleh bidang profesi dan pengamanan untuk menyampaikan keluhannya, masyarakat dapat mengisi form keluhan dalam aplikasi e-complain keluhan tersebut secara otomatis diterima admin website bidpropam.jateng.go.id laporan ini selanjutnya akan diteruskan kepada Kabid Propam Subbid Provos, Subbid Wabprov, dan Subbid Paminal. Tindak lanjut dari laporan tersebut akan dikirimkan kepada pelapor.

Sebagai Kepala SPKT, Arief Bahtiar bersama dengan Kabid Humas Polda Jateng melakukan sosialisasi SMILE Police melalu media massa baik cetak maupun elektronik. Tanpa kenal lelah, dia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi SMILE Police untuk mempercepat pelayanan kepolisian. Sayang sekali jika aplikasi yang berbiaya mahal ini tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, demikian selalu disampaikan oleh Arief Bahtiar dalam setiap kegiatan sosialisasinya.

AKBP. Areif Bahtiar, SIK, MM, pelopor inovasi pelayanan publik di Polda Jawa Tengah kini memimpin Polres Kebumen. Semoga di bawah kepemimpinannya, pelayanan kepolisian di Kebumen lebih efektif dan efisien, penanganan kamtibmas dan perkara juga lebih cepat dan memuaskan. Tujuan akhirnya adalah meningkatnya kepercaya masyarakat terhadap Institusi Polri, seperti yang dicanangan Kapolri dalam jargon Polisi Promoter (Profesional Modern Terpercaya).

Sebagai Kapolres Kebumen yang baru, Arief Bahtiar bahkan berkomitmen menambah slogan Polri menjadi Polisi Promoter dan BERSAHAJA (Berintegritas, Solid, Akuntabel, Humanis, Kerjasama).

Semarang, 11  Desember 2017
Arief Luqman El Hakiem
Ketua Relawan TIK Kabupaten Kebumen,
Kabid.  Branding Polri & Kemitraan pada Bhayangkara Indonesia News / Investigative Journalisme.