Cari Blog Ini

Sabtu, 30 September 2017

E-Pojok Baca Samsat Kebumen Diresmikan Kapolda Jawa Tengah

KEBUMEN - (30/9/2017) Ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, MM, M.Hum, secara resmi E-Pojok Baca di Kantor Samsat Kebumen secara resmi dilaunchingkan, Jumat (29/09) sore.

Peresmian E-Pojok Baca, merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan kunjungan kerja Kapolda Jateng ke Polres Kebumen.

Acara ini dihadiri jajaran pejabat Polda Jateng, Bupati Kebumen, Kapolres Kebumen, unsur Forkompinda, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Kapolda Jateng dengan Bupati Kebumen M.Yahya Fuad, dalam rangka pembinaan dan latihan calon peserta penerimaan anggota Polri tahun 2018, serta penyerahan sertifikat Mapolsek Kutowinangun, dari Kepala BPN Kebumen kepada Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jateng mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga ibu Ridu, sebagai ahli waris, yang telah menghibahkan tanahnya untuk dijadikan kantor Mapolsek Kutowinangun.

Terkait keberadaan E-Pojok Baca yang ditempatkan di ruang tunggu samsat, Kapolda Jateng juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan Kasatlantas AKP Suryo Wibowo, karena telah ikut mendorong minat baca masyarakat, sesuai himbauan Kapolri, dengan keberadaan E-Pojok Baca.

“Namun yang paling utama, pelayanan tetap nomer satu,” pesan Kapolda Jateng.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti menjelaskan, bahwa E-Pojok Baca merupakan salah satu inovasi untuk pelayanan prima, yang ditempatkan di ruang tunggu, dan bisa dimanfaatkan masyarakat saat membayar pajak kendaraan di Samsat.

“Sambil menunggu pelayanan, mereka bisa memanfaatkan E-Pojok Baca ini,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, didampingi Kasatlantas, AKP Suryo Wibowo.

Luas E-Pojok Baca ini 3×4 meter, yang difasilitasi dengan 2 laptop, dan buku perpustakaan sebanyak 500 buku.

Nantinya akan ada petugas yang menjadi pemandu disini setiap harinya. Layanan berbasis IT ini, menurut AKBP Titi Hastuti, merupakan inovasi bentuk kerjasama antara Satlantas, Samsat, dan perpustakaan daerah untuk mendorong masyarakat Kebumen gemar membaca. (Humas/Res Kebumen /Bhayangkara Indonesia News).

Program Pembinaan dan Pelatihan, Trobosan Polres Kebumen Untuk Calon Anggota Polri

Kebumen - (30/9/2017) Polres Kebumen dibawah kepemimpinan AKBP. Titi Hastuti, S Sos membuat sebuah terobosan baru dalam proses rekrutmen anggota polri. Baru-baru ini di-lounching sebuah Program Pembinaan dan Pelatihan bagi pemuda pemudi di Kebumen yang ingin mengabdi sebagai Prajurit Bhayangkara.

Disadari bahwa tantangan sebagai anggota Korps Tribrata makin berat, sehingga diperlukan kualitas SDM yang mumpuni dan berkarakter. Hal ini diawali sejak proses rekruitmen. Persyaratan dan test seleksi menjadi anggota polri juga makin ketat dan bersih dari sogokan juga nepotisme.

Program Binlat calon anggota polri tersebut diresmikan langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum di kantor Samsat Kebumen, Jum'at (29/9) disaksikan para pejabat utama Polda Jateng, Bupati dan jajaran Forkompinda Kebumen.

Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Condro Kirono, MM,. MHum meyakinkan masyarakat bila seleksi penerimaaan calon peserta pendidikan Polri bersih. Hal itu sesuai dengan prinsip Polri untuk mendapatkan anggotanya melalui seleksi yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

“Penentu keberhasilan mengikuti seleksi, ada pada calon peserta pendidikan. Karena itu sebelum mengikuti seleksi diperlukan pembinaan dan pelatihan,” ujar Kapolda Jateng.

Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara Polda Jateng dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen di Kebumen, Jumat (29/09) di halaman depan Kantor UPPD ( Samsat) Kebumen. Nota kesepahaman yang ditandatangani Kapolda Jateng dan Bupati Kebumen HM Yahya Fuad yaitu tetang program pembinaan dan pelatihan calon peserta pendidikan Polri tahun 2018.

Kapolda menerangkan bahwa, hasil seleksi setiap tahapan langsung dibuka dan diketahui calon peserta. Misalnya hasil seleksi kesehatan, administrasi, akademik dan psikotest. Tranparansi hasil seleksi di setiap tahapan, salah satu wujud transparansi dalam seleksi calon peserta pendidikan Polri.

Kapolres Kebumen, AKBP. Titi Hastuti, S.Sos mengatakan, dalam program pembinaan dan pelatihan yang diselenggarakan Polres Kebumen tersebut, pembiayaan dibebankan pada anggaran Pemkab Kebumen. Pembinaan dan pelatihan calon peserta pendidikan Polri tahun 2018 asal Kebumen, baru bisa diperuntukkan bagi 50 orang peserta.

“Tahun depan, diharapkan Pemkab Kebumen menambah anggaran, sehingga pesertanya bisa menjadi 100 orang,” jelasnya. (humas res kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Kamis, 28 September 2017

KAPOLRES MOJOKERTO DIDAULAT SEBAGAI WARGA KEHORMATAN PSHT MOJOKERTO

Mojokerto - (29/9/2017) Dalam rangkaian Suroan Agung tahun 2017 pada malam hari ini Kamis (28/9/17) pukul 21.30 WIB digelar malam Tasyakuran dan Wisuda pengesahan Warga Baru PSHT (Persaudaraan Setia Hati Teratai) Cab Mojokerto, dengan mengambil tempat di Aula Batalyon Para Raider 503.

Di hening nya malam ini tidak akan terlupakan bagi ke 223 orang yang akan di sahkan sebagai warga baru PSHT. Mereka yang di sahkan nanti nya akan mendapat sabuk putih berasal dari Kain Mori dan mendapat gelar sebagai seorang pendekar.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata S.Sos S.I.K MH. di sahkan sebagai Warga Kehormatan PSHT dan dikenakan baju Sakral PSHT oleh Bapak Hari ketua PSHT Cab Mojokerto

Dalam sambutannya Kapolres Mojokerto mengucapkan selamat kepada Warga Baru PSHT Terate yang Dilantik, semoga Menjadi Pendekar yang mempunyai budi pekerti luhur.

Beliau juga Berpesan untuk menjaga Keutuhan NKRI,  dengan saling Menghargai perbedaan yang ada di seluruh wilayah Indonesia karena dengan sikap saling Menghargai perbedaan yang ada akan menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. " pungkasnya. (rk/dwa /Bhayangkara Indonesia News).

Rabu, 27 September 2017

Adu Domba TNI vs Polri, Operasi Sistematis Pelemahan NKRI

JAKARTA - (26/9/2017) Pengamat intelijen, Ridlwan Habib menilai ada pihak ketiga yang mencoba melakukan adu domba antara Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN). "Dari penelusuran dengan metode open source intelligence atau OSINT, operasi adu domba ini menggunakan medsos," kata Ridlwan di Jakarta, Senin (25/9).

Situasi politik nasional mulai menghangat terkait polemik pengadaan senjata. Namun Menko Polhukam Wiranto sudah menegaskan hal itu hanya terkait komunikasi yang belum tuntas. Sementara, di media sosial persoalan itu terus menjadi perbincangan.

Dia menjelaskan, pada Sabtu (23/9) pukul 22.00 WIB muncul tagar di media sosial #PanglimaTantangBIN. Tagar itu sempat menjadi trending topik di Twitter. "Dari penelusuran saya, itu menggunakan auto bot, mesin, bukan akun asli," kata alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Tagar #PanglimaTantangBIN itu menggunakan link URL sebuah berita di website www.perangbintang.com. "Setelah saya cek, website itu di-hosting dari luar negeri, " kata Ridlwan.

Website perang bintang.com beralamat IP di 198.185.159.145 yang berada di Naples, Florida, Amerika Serikat. "Ada intensi dari pembuat situs itu untuk menyamarkan penjejakan," kata Ridlwan.

Pada Ahad (24/9) isu makin memanas karena beredar berita melalui WhatsApp group yang mengutip situs perang bintang.com. "Padahal di berita itu ada wawancara fiktif seolah-olah Kepala BIN diwawancarai padahal tidak pernah dan tidak jelas lokasi wawancaranya. Tujuannya jelas fitnah dan menyesatkan," kata Ridlwan.

Selain BIN, lanjut dia, akun-akun anonim juga memanaskan situasi dengan seolah-olah menuduh Polri mempunyai senjata ilegal. Bahkan dengan gambar-gambar hoaks.

Dia mencontohkan salah satu unggahan di media sosial yang menunjukkan tumpukan gambar senjata AK 47 yang disebut-sebut milik Polri. Namun setelah ditelusuri di internet itu gambar tumpukan senjata dalam konflik Yaman tahun 2016. "Jadi memang tujuannya adu domba dengan modal gambar hoaks," katanya.

Dia menilai isu ini adalah upaya pecah belah oleh kepentingan asing agar Indonesia gaduh. Tujuannya agar masyarakat saling curiga termasuk personel di dalam kepolisian, BIN, dan TNI. "Operasi intelijen asing yang sangat berbahaya karena mengadu domba para Bhayangkari negara, padahal hubungan Panglima, Kepala BIN, dan Kapolri harmonis dan baik baik saja," katanya.

Ridlwan meyakini pihak asing ingin menciptakan kegaduhan agar pembangunan di Indonesia terganggu. "Masyarakat dibuat tidak tenang oleh isu-isu, sehingga resah dan tidak percaya pada pemerintah. Ini sangat berbahaya, " katanya.

Dia menilai respon Menko Polhukam dalam menenangkan suasana sudah tepat dan terukur. "Kalau setelah ini terus memanas, pasti ada kepentingan asing yang tidak ingin Indonesia akur, rukun dan damai,"
Mari kita dukung bersama seluruh anak bangsa ini, TNI POLRI BIN adalah asset paling  berharga milik bangsa ini, harus bersatu bersinergi menjaga NKRI, kamtibmas dan stabilitas. Jangan sampai diadu domba oleh  fihak asing atau fihak manapun yg ingin menghancurkan bangsa dan negara kita. Panglima TNI , Kapolri, Ka BIN harus kompak bersatu demi negara dan bangsa. kata Ridwan.

Koordinator Indonesia Intelligence Institute itu mengimbau masyarakat umum agar bijak sebelum menyebar kabar di media sosial. "Bangsa ini kuat kalau bersatu, kita akan hancur jika dipecah belah dan diadu domba. Indonesia harus bersatu," katanya.

Red: Teguh Firmansyah
Source: Antara

Sumber : http.republika.co.id/

KIRAB AGUNG NUSWANTORO MAJAPAHIT 1951 SAKA, KAPOLRES MOJOKERTO TERIMA TOMBAK PUSAKA

Mojokerto - (25/9/2017) Dalam Memasuki bulan Suro di Kab Mojokerto selalu di gelar kegiatan kearifan lokal yakni Ruwat Agung Nuswantoro Majapahit, tak terkecuali pada tahun ini 1951 Saka atau 2017 dalam kalender Masehi.

Dalam rangkaian Ruwat Agung pada siang ini Minggu (24/9) sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengambil tempat di Pendopo Agung Trowulan Dsn Nglingkup Ds Trowulan Kec Trowulan Kab Mojokerto di gelar Kirab Agung Nuswantoro Majapahit 1951 Saka dengan tema Dikdaya Pusaka Bumi Nusantara.

Kegiatan di awali dengan prosesi doa oleh para sesepuh dilanjut dengan kirab oleh forkopimda menggunakan kereta kuda yg dikawal oleh para prajurit Bhayangkara Majapahit dari museum menuju Pendopo Agung Trowulan.

Sesampainya di Pendopo Agung Forkopimda menerima pengalungan bunga oleh Budayawan dan di lanjut dengan prosesi penyerahan 4 pusaka Majapahit. Pusaka yang diserahkan Antara lain yakni Pataka Majapahit, Bendera Merah Putih, Tombak Samudro Pusaka, dan Payung Gringsing.

Pataka diserahkan kepada Bupati Mojokerto (H. Mustofa Kamal Pasa SE), Bendera merah putih diserahkan kepada Kasdim 0815 (Mayor inf Nur Yakin S.Sos), Tombak Pusaka diserahkan kepada Kapolres Mojokerto (AKBP Leonardus Simarmata S.Sos S.I.K MH.) dan Payung Gringsing kepada Kajari Mojokerto (Lubis SH.MH.)

Kirab ini diikuti 18 kecamatan SE-Kab Mojokerto dan ada sekitar 5000 warga masyarkat yg berkumpul meramaikan kegiatan tersebut. Kegiatan berjalan lancar dan penuh suka cita kemeriahan. (dwa /Bhayangkara Indonesia News).

Selasa, 19 September 2017

Aksi Polres Kebumen, Rehab Total Rumah Mbah Surip

KEBUMEN – (19/9/2017) Jajaran Polres Kebumen kembali beraksi. Kali ini, sasarannya adalah rumah nenek renta Mbah Surip (70), warga desa Jagasima Klirong yang menjadi temuan Sat Lantas Polres Kebumen saat pembagian sembako “door to door” akhirnya direhab total.

Rumah yang dihuni Mbah Surip dan anaknya yang kedua Udin (55) itu jauh dari kata “Rumahku Istanaku”.
Direhabnya rumah yang terbuat dari dinding gedek “anyaman bambu” itu karena sebagian atapnya ambrol dan kayu penyangga banyak yang keropos.

Ancaman menimpa penghuninya sangat besar. Bahkan saat musim penghujan, penghuni harus merasakan dinginnya air yang masuk ke rumah, karena atap sudah sudah pada bolong.

Hal tersebutlah yang membuat Sat Lantas Polres Kebumen harus mengadakan bedah rumah karena tidak kuasa melihat kondisi rumah nenek enam anak tersebut.

Dijelaskan Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Suryo Wibowo, bedah rumah ini dalam rangka peduli sesama rangkaian kegiatan HUT Polantas yang ke 62 Polres Kebumen.

Untuk memprakarsai, Sat Lantas Polres Kebumen tidaklah sendiri. Satlantas menggandeng komunitas Sedulur Kebumen dan para dermawan untuk ikut berpartisipasi.
Adapun proses rehab, dijelaskan AKP Suryo Wibowo, dimulai hari Senin (18/09) kemarin.

“Proses bedah rumah telah dilakukan mulai hari Senin kemarin. Kita tidak sendirian. Kita dibantu komunitas Sedulur Kebumen, Banser dan warga sekitar. Kita targetkan 1 Minggu rumah sudah siap huni. Bahkan, total ada 3 rumah yang akan kami bedah. Namun ini yang paling parah,” jelas AKP Suryo Wibowo saat meninjau langsung proses bedah rumah, Selasa (19/09) siang.

Adanya bantuan tersebut, Kepala Desa Jagasima Sokhibun, menyambut gembira.

Karena informasi yang diperoleh, rumah Mbah Surip sebetulnya sudah diusulkan ke pemerintah untuk dilakukan bedah rumah.

Namun, Udin, anak Mbah Surip yang nomor dua menolaknya dengan berbagai alasan. Sehingga pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak.

“Hadirnya jajaran Satlantas di desa kami sangat kami rasakan bantuannya. Bahkan, Udin yang tadinya menolak akhirnya berhasil dibujuk pak polisi agar rumahnya dibedah,” ucap Kepala Desa.

Selain itu, keprihatinan datang bukan hanya dari pemerintah dan polisi yang melihat langsung kondisi rumah. Salah satu warga yang letaknya berjejer dengan Mbah Surip juga mengatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut, terutama saat musim penghujan.

“Kalo pas hujan, Mbah Surip sering kami bujuk untuk mengungsi di rumah kami. Kami khawatir rumahnya roboh. Namun Mbah Surip selalu menolaknya. Ya, kami terimakasih kepada pak polisi akhirnya rumah Mbah Surip diperbaiki” kata Atun (35) tetangga paling dekat dengan rumah Mbah Surip.

Lanjut Kasat Lantas, rumah Mbah Surip akan direhab menjadi rumah permanen dengan dua kamar tidur. Untuk ukuran bangunan mengacu bangunan lama yakni 7×5 meter.
(humas res Kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Selasa, 05 September 2017

Divonis 4 Tahun, Sekda Kebumen Nonaktif, Adi Pandoyo Tidak Ajukan Banding

Semarang - (5/9/2017) Sekretaris Daerah Kebumen nonaktif, AP dijatuhi vonis 4 tahun penjara dan Rp 200 juta subsider kurungan dua bulan, dikurangi masa tahanan dalam Sidang Tindak Pidana Korupsi di Semarang, Selasa ini (5/9).

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang dengan agenda mendengarkan putusan, dipimpin oleh Hakim Ketua, Siyoto, SH, Hakim Anggota, Mahmuda, SH, dihadiri Jaksa Penuntut Umum, Fitroh Rohcayati, SH dan Joko Herlambang, SH.

Majelis Hakim juga menetapkan barang bukti tetap dalam status disita dan terdakwa diwajibkan membayar biaya persidangan  Rp 7500,-.

AP didakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana  korupsi uang negara/gratifikasi sebanyak Rp 2.5 milyar yang diberikan oleh Khayub Muhammad Lutfi( pengusaha yang juga calon Bupati Kebumen) dengan rincian pemberian awal 1 milyar rupiah dan hari berikutnya 1.5 milyar rupiah.

Barang bukti yang ditemukan oleh petugas KPK di tempat kerja terdakwa sebanyak Rp 180 juta yang kemudian disita oleh pihak KPK.

Hal-hal yang meringankan terdakwa diantaranya ; terdakwa sopan selama persidangan, terdakwa sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab, terdakwa mengakui kesalahannya. Sementara hal yang memberatkan diantaranya; perbuatan korupsi merupakan perbuatan tercela di mata masyarakat dan negara.

Setelah pembacaan putusan oleh Majelis Hakim, terdakwa AP menyatakan menerima putusan tersebut. Sementara pihak JPU menyatakan pikir-pikir, karena putusan pengadilan lebih ringan dari tuntutan Jaksa, selama 5 tahun penjara.

Dengan kenyataan bahwa JPU masih pikir-pikir, berarti putusan tersebut belum memiliki kekuatan hukum tetap (incracht). JPU diberi waktu selama 7 hari untuk pengajuan banding, apabila sampai batas waktu 7 hari tersebut JPU tidak mengajukan banding, berarti keputusan sidang hari ini bersifat tetap dan final.

Diberitakan sebelumnya, Sekda nonaktif, AP mengajukan diri sebagai JC (Justice Collaborator) dan dikabulkan oleh pihak JPU. Artinya akan ada kemungkinan, kasus korupsi yang menjerat beberapa pejabat di Kebumen ini masih akan terus bergulir.

AP dipastikan akan mengungkap nama-nama baru yang diduga kuat menjadi aktor utama dengan peran lebih besar. Ini berarti, masyarakat Kebumen masih akan disuguhi drama proses pengungkapan kasus perampokan uang negara yang selama ini terjadi di Kabupaten termiskin nomor dua di Jawa Tengah. (Suhardi /Bhayangkara Indonesia News).

Minggu, 03 September 2017

Foto-foto Hoax Terkait Rohingya

Gambar 1
Foto ini bukanlah gambar pertikaian apalagi pembantaian umat muslim yang dilakukan oleh bikhu. Foto ini adalah foto demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat Myanmar terhadap pemerintah atas sulitnya biaya hidup terutama karena kenaikan harga BBM di negara tersebut pada tahun 2007.

Gambar 2
Foto ini juga sebenarnya adalah bagian dari penangkapan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan di Thailand Selatan.

Gambar 3
Seperti diskripsinya, foto ini dikatakan sebagai foto seorang bikhu yang bersenjatakan pistol dan ikut dalam pembantaian orang-orang Rohingya saat terjadinya konflik. Sebenarnya foto ini adalah foto kerusuhan dan demonstrasi sebagai tuntutan reformasi pada pemerintah Burma tahun 2007, saat itu para bikhu memang aktif terlibat dalam berbagai demonstrasi yang melawan pemerintah.

Gambar 4
Seperti yang terlihat pada gambar, foto hoax ini pertama kali disebarkan oleh seorang facebooker bernama Noer Kholis Faqih, dimana dia menyatakan bahwa foto ini merupakan foto anak-anak Rohingya di Myanmar yang disiksa dengan cara melindas tangan mereka dengan motor.

Tanpa mengecek berita tersebut sebenarnya kita bisa tahu bahwa foto ini tidak menggambarkan situasi di Myanmar.

Orang yang membawa motor sama sekali tidak nampak seperti orang Burma (wajah Indo China) melainkan wajah orang Asia Selatan, dan memang benar, seperti yang diberitakan oleh CNN dan BBC.

Foto tersebut sebenarnya menggambarkan seorang guru bela diri di India yang ingin menguji ketahanan para siswanya dengan cara melindas tangan mereka dengan motor yang kemudian aksi ini banyak dikritik oleh para pakar pendidikan di India dan negara lain.

Jadi foto tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Gambar 5
Foto ini dikatakan sebagai korban muslim Rohingya saat kerusuhan di Myanmar, namun fakta sebenarnya adalah korban ledakan tangki bahan bakar (BBM) di Kongo pada tahun 2010.

Gambar 6
Foto tersebut bukanlah foto pembunuhan, justru sebaliknya foto tersebut adalah foto situasi ketika umat Buddhist di Tibet membantu evakuasi mayat pasca terjadinya gempa di Cina.

Gambar 7
Foto terakhir adalah foto kebakaran masjid yang terjadi di India, tepatnya yaitu Masjid Dastgeer Sahib di SriNagar tahun 2012.