Cari Blog Ini

Senin, 13 Februari 2017

Anak Anak TK dari Adimulyo, Belajar Bareng Polisi



KEBUMEN – (14/2/2107) Upaya mendekatkan diri kepada anak anak sejak dini terus digiatkan Polres Kebumen. Kali ini program polisi sahabat anak (Polsanak) dilakukan Sat Lantas Polres Kebumen dengan mengundang sejumlah TK gugus kecamatan adimulyo, Selasa (14/02).

Dalam kegiatan itu, sebanyak 240 siswa TK belajar bersama Sat Lantas Polres Kebumen. Mulai dari pengenalan rambu rambu hingga sejumlah kendaraan yang digunakan untuk opersaional Polres Kebumen dikenalkan kepada peserta.

Dikatakan Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH kegiatan ini agar polisi semakin dekat dengan anak anak, dan tidak lagi menjadi hal menakutkan di mata mereka.

Dalam kesempatan itu juga, murid murid TK yang pada saat belajar di Polres didampingi guru pendamping dan wali murid berkesempatan mengenal lebih dekat tentang pekerjaan polisi.

“Mereka diajak berkeliling gedung Polres Kebumen, melihat langsung situasi para polisi yang sedang bekerja,” ucap AKBP Alpen.

Adanya kegiatan Polsanak ini, AKBP Alpen mengatakan, kedepan akan terus melakukan kegiatan serupa. Selain untuk mendekatkan polisi di hati anak anak, kedepan diharapkan mereka akan dapat menjadi mitra polisi ketika dewasa.
(humas/polres kebumen / bharindonews.blogspot.co.id)




TIM SABER PUNGLI KAMPAR DISEBAR UNTUK CEGAH DAN ANTISIPASI POLITIK UANG PADA PILKADA KAMPAR


BANGKINANG Selasa (14/2/2017), Untuk mendukung terselenggaranya Pemilukada Kab. Kampar tahun 2017 yang bersih serta mengantisipasi praktek money politics (politik uang), Tim Saber Pungli Kab. Kampar disebar ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar.

Tim Saber Pungli Kab. Kampar ini merupakan Tim Terpadu yang anggotanya terdiri Personil Reskrim dan Intel Polres Kampar, Intel Kodim 0313/KPR dan Yonif 132/ Bimasakti serta dari Jajaran Pemda Kampar.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SiK didampingi Kasat Reskrim AKP Bambang Dewanto SH selaku Kasatgas Gakkum Tim Saber Pungli ini, saat ditanyakan tentang kegiatan Tim Saber Pungli ini menyampaikan, bahwa hal ni sebagai bentuk kepedulian kita untuk mendukung terwujudnya Pilkada Kampar yang Bersih, Damai dan Jurdil serta bebas dari praktek money politics.

Kepada masyarakat juga diharapkan kerjasamanya untuk memberikan informasi yang akurat, agar bisa ditindaklanjuti dengan tepat dan cepat berdasarkan hukum dan ketentuan perUndangan-undangan yang berlaku.

Kepada para Paslon dan Tim Sukses dihimbau untuk tidak melakukan penyuapan atau pemberian uang maupun barang dengan maksud mempengaruhi pilihan orang saat pemungutan suara, dan kepada masyarakat juga dihimbau untuk menolaknya bila ada yang memberikan sesuatu barang atau uang terkait pelaksanaan Pilkada Kampar ini, Mari Bersaing Secara Sportif" ujar AKBP Edy Sumardi yang dinilai sukses mengamankan Pilkada Kuansing tahun 2015 lalu saat menjabat sebagai Kapolres di daerah tersebut. (Humas Res Kampar, Riau / bharindonews.blogspot.co.id).

Sabtu, 11 Februari 2017

Wakapolda Jawa Tengah Bernostalgia di Kebumen



KEBUMEN -11/2/2017) Wkapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si melakukan kunjungan kerja ke Kebumen, hari ini, Sabtu (11/2). Menggunakan helikopter, Jenderal bintang satu yang pernah menjabat sebagai Kapolres Kebumen ini tiba sekira pukul 08.00 WIB di alun-alun Kebumen.
Dalam Kunjungan Waka Polda Jateng Brigjen Pol.Drs. H. Firli, M.Si disambut Wakil Bupati Kebumen, KH. Yazid Mahfud dan Kapolres Kebumen AKBP Alpen SH.,SIK. M.H, Sabtu (11/02).
Dalam pengarahan Wakapolda di Polres Kebumen di Aula Mapolres, beliau yang menjabat Kapolres Kebumen pada tahun 2006-2007 selama 1 th 5 hari berpesan agar anggota harus bisa menciptakan Guyubnya masyarakat di kebumen dgn Kepolisian, tidak ada konflik yang berkepanjangan.
“Jalin komunikasi yang intensif kepada seluruh elemen masyarakat,” Pesan Wakapolda Jateng.
“Rasa cinta kepada seluruh anggota & masyarakat yang dilayani agar masyarakatpun cinta kepada polri,” tambah Wakapolda Jateng Brigjen Pol Drs. Firli M.Si.
Situasi terkini kita menghadapi tantangan berupa gerakan-gerakan yang mengancam integrasi bangsa, hal ini harus diwaspadai.
Tidak perlu ada lagi yang mempersoalkan kebhinekaan kita karena dengan kebhinnekaan itulah kita bisa menyatukan kekuatan kita, inilah yang dianugerahkan Tuhan kepada kita.
“Polisi harus bisa menjamin dan mengamankan kemerdekaan beragama, bila ada yang menghalangi harus kita tindak tegas. Agar tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutup Wakapolda.
Wakapold juga menyempatkan bersilaturahmi dengan para ulama dan tokoh masyarakat di Pesantren Al Huda Jetis, Kebumen. Menurut informasi yang beredar, Brigjen Firli akan dipromosikan menjadai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) menggantikan Brigjen Pol. Drs. Umar Septono yang menempati jabatan baru sebagai Kakor Sahabara Baharkam Mabes Polri.
(Peliput : Arie / bharindonews.blogspot.co.id)




Jumat, 10 Februari 2017

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kebumen, NU dan Muhammadiyah Kebumen Tidak Ikut Aksi 112



KEBUMEN -(10/2/2017) Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) daerah Kebumen,  Mahfud didampingi H. Saefudin serta anggota DPD 1 HTI  Jawa Tengah, Zulhaidar, SH, hari ini, Jumat (10/2) mengadakan kunjungan silaturahmi ke Polres Kebumen. Diterima di ruang Kasat Intelkam Polres Kebumen, pimpinan HTI berkomitmen tidak akan memberangkatkan perwakilan pada Aksi 112 di Jakarta.

Hizbut Tahrir Indonesia akan melakukan kegiatan lain pada Hari Minggu tgl 12 Pebruari 2017, berupa kajian keislaman di Mushola Kutowinangun yang diasuh oleh KH Saefudin.

HTI akan mengintensifkan sinergi dengan kepolisian dalam kegiatan yang positif, seperti pencegahan terorisme dan kekerasan, mencegah kenakalan remaja, mencegah penyalahgunaan narkoba yang lebih bermanfaat untuk umat.

Sebelumnya Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kebumen dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen juga sepakat untuk tidak akan ikut ambil bagian atau mengikuti acara 112 di Jakarta. Hal ini disampaikan di hadapan Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH saat bertatap muka dengan para Ulama di Gedung SMK Maarif Jalan Kusuma, Kebumen, Senin (6/2/17).

Dalam pertemuan singkat itu, Kapolres Kebumen menyambut baik dan berterima kasih atas komitmen para ulama dalam menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia ini.

Disamping itu, AKBP Alpen juga berharap kepada para ulama untuk memberikan pemahaman kepada para santri dan pengikutnya untuk tidak mudah terprovokasi oleh kabar atau informasi yang tidak jelas sumber nya yang akhir-akhir ini banyak dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang bertujuan untuk memecah belah bangsa. (Humas Polres Kebumen / bharindnews.blogspot.co.id)

Rabu, 01 Februari 2017

Rektor IAINU Kebumen Kecipratan Uang Suap Dikpora



KEBUMEN- (2/2/2017) Tiga saksi dihadirkan pada sidang lanjutan tindak pidana korupsi suap proyek pejabat pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kebumen dengan terdakwa Hartoyo yang digelar di Pengadilan Tinggi Korupsi (Tipikor), Semarang Selasa (31/1/2017).

Qolbin Salim, salah satu saksi yang diperiksa menyampaikan kemana saja uang suap mengalir.
Atas suruhan terdakwa, Qolbin Salim mengaku dia mengantarkan uang comitmen fee agar terdakwa bisa mengerjakan proyek alat peraga pada Dikpora Kebumen terkait pokok-pokok pikiran (pokir) Komisi A DPRD Kebumen pada APBD Perubahan 2016.

Terdakwa yang saat itu tidak berada di Kebumen, lantas meminta Salim untuk berkoordinasi dengan Siti Solichah, istri terdakwa yang tinggal di Desa Kebadongan Kecamatan Klirong.

Hingga kemudian, pada 16 Oktober 2016, Salim membawa uang sejumlah Rp 77 juta dalam dua amplop terpisah, masing-masing berisi Rp 75 juta dan Rp 2 juta. Dari jumlah tersebut, diserahkan sepenuhnya kepada Sigit Widodo di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen.

Oleh Sigit Widodo, uang Rp 75 juta diambilnya sebanyak Rp 5 juta untuk dirinya sendiri. Sementara, Rp 70 juta akan diserahkan kepada Mantan Komisi A DPRD Kebumen Yudi Trihartanto.
Adapun Rp 2 juta, menurut Qolbin Salim dia serahkan kepada Rektor IAINU Kebumen, Imam Satibi. "Atas arahan Sigit Widodo, uang Rp 2 juta saya serahkan kepada Imam Satibi yang pada hari itu berada di rumah dinas Wakil Bupati," kata Salim kepada majelis hakim.

Tidak jelas mengapa Hartoyo memberikan uang tersebut kepada Imam Satibi. Pun demikian, untuk apa uang tersebut diberikan.

Yang pasti, pada 16 Oktober tersebut, Sigit Widodo dan Yudi Trihartanto tertangkap tangan satgas KPK. Dari tangan keduanya, Satgas KPK menyita uang Rp 70 juta yang diberikan Hartoyo lewat Qolbin Salim. Di persidangan sebelumnya terungkap, uang Rp 70 juta tersebut rencananya akan dibagi-bagikan kepada anggota Komisi A DPRD Kebumen pada Senin (17/10/2016), bertepatan dengan rencana para angggota dewan ke Bali.

Seperti diketahui, Hartoyo, Komisaris PT OSMA menyuap Yudi dan Sigit agar bisa mendapatkan proyek alat peraga senilai Rp 750 juta pada kegiatan proyek Dikpora Kebumen bersumber anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) Komisi A DPRD Kebumen. Agar bisa memeroleh proyek itu, Hartoyo menyerahkan uang Rp 75 juta atau 10 persen dari nilai proyek untuk Pokir.

Selain Pokir, Hartoyo juga didakwa menyuap proyek dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan. Total Rp 150 juta uang yang dikeluarkan Hartoyo demi mendapatkan proyek-proyek tersebut. Uang itu diberikan Hartoyo lewat Qolbin Salim, Kepala Cabang OSMA di Kebumen dan orang kepercayaannya.

Yudi dan Sigit dan Hartoyo sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Kemudian, KPK menetapkan Sekretaris Daerah Adi Pandoyo dan pengusaha sekaligus Aktivis Basikun Suwandi Atmojo alias Ki Petruk. Belakangan terungkap, Hartoyo menyuap Adi Pandoyo melalui Ki Petruk.
Selain Qolbin Salim, persidangan pada Selasa kemarin juga menghadirkan Kasran (advokat) serta Juberlan Sihite, orang kepercayaan Haratoyo.(cah /kebumenekspres.com)

Senin, 30 Januari 2017

KEBUMEN LAMBAN BENTUK SATGAS SABER PUNGLI



SEMARANG – (30/1/2017) Lima kabupaten di Jateng belum juga membentuk satgas sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) sesuai amanat Perpres No 87 Tahun 2016. Kelima daerah itu adalah Kabupaten Kebumen, Boyolali, Grobogan, Batang, dan Kudus.
Kepala Inspektorat Jateng Kunto Nugroho mengatakan, baru 11 kabupaten/kota yang telah membentuk Saber Pungli, yaitu Kabupaten Pekalongan, Banjarnegara, Banyumas, Wonogiri, Temanggung, Karanganyar, Klaten, Pemalang, Pati, Kota Surakarta, dan Kota Pekalongan.
Sementara 19 kabupaten/kota lain dalam proses penyusunan dan draf sudah di bahas di Bagian Hukum, yaitu Kota/Kabupaten Magelang, Kota/ Kabupaten Tegal, Kota/Kabupaten Semarang, Kabupaten Sragen, Sukoharjo, Wonosobo, Demak, Blora, Cilacap, Jepara, Kendal, Purworejo, Rembang, Brebes, Purbalingga, dan Kota Salatiga.
”Lima kabupaten belum menjalankannya. Pembentukan Satgas Saber Pungli di Pemprov Jateng sudah selesai,” kata Kunto.
Daerah yang telah mengeluarkan SK pembentukan satgas saber pungli diminta sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas. Bukan sekadar formalitas menggugurkan kewajiban Perpres.
Akhir Desember
Mengetahui ada lima kabupaten yang belum membentuk Satgas Saber Pungli, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono memberikan batas akhir. Semua daerah harus sudah membentuk satgas pada akhir Desember 2016.
Alasan daerah yang belum membentuk karena tidak ada perintah, menurutnya, tidak tepat. Sebab, amanat Prepres sudah jelas, yakni melaksanakan pemberantasan pungli di lingkungan kerja masing-masing dengan membentuk unit pemberantasan pungli.
Unit berada pada satuan pengawas internal atau unit kerja lain di lingkungan kerja masing-masing. ”Ini bentuk komitmen memberantas pungli. Akhir Desember harus sudah menyelesaikan,” tandas Puryono.
Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, pembentukan satgas saber pungli juga harus diikuti dengan reformasi mental aparatur sipil negara (ASN) yang meliputi PNS maupun pegawai dengan kontrak kerja.
Dengan perubahan mental pegawai yang merupakan pelayan masyarakat, birokrasi akan semakin baik. Tanpa perubahan mental, maka pembentukan satgas saber pungli akan sia-sia. (H81-61 / berita.suaramerdeka.com).

PEKERJA DOUBLE TRACK TEWAS TERSAMBAR KERETA API DI KEBUMEN


KEBUMEN- (30/01/2017) Hari ini, Senin (30/1)  sekitar pukul 13.41 WIB Kapolsek Kebumen Iptu Mardi SH, MM bersama dengan anggota jaga dan piket reskrim saat mendatangi TKP laka kereta api di sebelah barat perlintasan KA Stasiun Kebumen termasuk Dk. Bojong Kel. Panjer Kebumen KM40+3/4 telah terjadi laka KA Orang terserempet Kereta Api hing MD.

Identitas Korban : EKO PURWADI, 50 Th, Karyawan Proyek Doubletrack KA, Alamat Dk. Planjetan Ds. Depok Kec. Toroh Kab. Grobogan.

Saksi-saksi : Karnadi, 37 Th, swasta, Alamat Ds. Depok Rt 03 Rw 13 Kec. Toroh Kab. Grobogan dan Suharto, 48 Th, swasta, Alamat Ds. Talun Rt 05/02 Kec. Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim.

Identitas KA : KA Lodaya jurusan Bandung-Solo No. KA: 80 No. Loko: CC2061350 Masinis Nama Angkit, Asisten Masinis Dwi Nanang.

Kronologi Kejadian : Pada hari Senin tgl 30 Januari 2017 pukul 14.41 wib Korban yg sedang bekerja pada proyek double track rel KA pada saat Kereta Lodaya jurusan Bandung Solo melintas dari arah Barat ke Timur, Korban dari arah selatan berlari menyebrang ke arah utara Rel tidak melihat kedatangan Kereta tersebut. Karena jarak kereta sudah dekat sehingga korban terserempet hingga MD.

Luka Korban : Kaki patah, Kepala pecah dengan kondisi isi kepala terburai berserakan.

Pihak Polsek Kota dipimpin Kapolsek, Inafis dan Team Medis melakukakan olah TKp dan membawa Korban ke RSUD Kebumen untuk dilakukan pemeriksaan dari team Inafis.

(Sie Humas Polsek Kebumen/Res Kebumen / bharindonews.blogspot.co.id).