Cari Blog Ini

Jumat, 31 Maret 2017

HOTEL, LOKASI FAVORIT BERBUAT MESUM DI KEBUMEN

KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Tindak asusila dan perbuatan maksiat di Kabupaten Kebumen sepertinya makin menjadi-jadi. Indikasinya, meski sudah berkali-kali dirazia, petugas masih mendapati pasangan mesum di hotel-hotel.

Sejauh ini, hotel sepertinya,masih menjadi lokasi yang paling "favorit" bagi mereka yang berotak ngeres untuk berbuat maksiat. Bahkan Satpol PP Kebumen baru-baru ini merazia pasangan mesum di sebuah hotel yang belum diresmikan di Kota Beriman.

Empat perempuan dan dua laki-laki diamankan. Konon katanya, mereka adalah pekerja hotel yang membawa sejumlah perempuan untuk bermesum ria di hotel tersebut.

Adanya pasangan mesum di sebuah hotel yang belum diresmikan, dibenarkan Kabid Tibum Satpol PP Kebumen Suratno SH MH. "Razia tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari warga," katanya, kemarin (30/3/2017).

Adanya kejadian ini semakin membuat sejumlah pihak khawatir dengan situasi Kebumen saat ini. Sejumlah pihak mendesak Pemkab menutup tempat-tempat yang rawan terjadi tindak maksiat. Apalagi, ada diantara pelakunya yang masih berstatus pelajar. Sudah begitu, mereka seringkali kedapatan berbuat tak senonoh di tempat-tempat publik. (cah /bharindonews.blogspot.co.id).

Kamis, 30 Maret 2017

Polres Kebumen Masil Lakukan Penyelidikan Kasus Hilangnya Final Drive Seharga 250 Juta

KEBUMEN – (30/3/2017) Polres Kebumen masih menyelidiki kasus hilangnya seperangkat  Final Drive bernilai ratusan juta yang digondol kawanan pencuri. Keterangan ini diungkapkan langsung Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH saat dimintai keterangan tentang pencurian spare part mesin alat berat Exavator Komatsu milik PT Armada Hada Graha yang tengah diparkir di Jalan Lintas Selatan Tambakmulyo - Wawar, Termasuk desa Tanggulangin, Kebumen, Kamis (30/03).

Melalui Kasubbaghumas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH, Kapolres Kebumen menjelaskan peristiwa pencurian itu diketahui pada hari Rabu (29/03) sekira pukul 07.00 Wib.

“Saat itu Sayrif (38) hendak menjalankan alat berat itu namun ternyata ada yang tidak beres. Alat itu milik PT PT Armada Hada Graha yang digunakan untuk pengerjaan proyek jalan lingkar selatan selatan Kebumen,” jelas AKP Willy.

Saat ditanya mengenai modus pencurian itu, Willy menerangkan jika pelaku menggunakan alat berupa kunci palsu untuk memaksa masuk kedalam kabin Excavator, selanjutnya bagian Final Drive dibongkar menggunkan kunci roda.

Akibat kejadian itu, selain Vinal Drive seharaga Rp. 250.000.000,-, monitor milik excavator merk Komatsu itu juga raib dalam peristiwa pencurian itu yang masih ditangani Polres Kebumen.

Berdasarkan penyelidikan di lapangan, AKP Willy menyimpulkan pelaku itu adalah sindikat dan faham betul kegunaan dan manfaat barang yang dicuri tersebut.

Kejadian hilangnya Final Drive ini, di Kebumen bukan kali pertama, sebelumnya kejadian serupa juga terjadi di kecamatan Padureso dan Ayah. Dalam aksi itru pencuri menyikat vinal drive alat berat Excavator yang ditinggal tanpa pengawasan.

Mewakili Kapolres Kebumen AKP Willy mengingatkan kepada pemilik ataupun pekerja agar peristiwa itu tidak terulang, alat berat saat tidak digunakan harus dijaga betul untuk memastikan alatnya aman dari pencuri. (Humasres Kebumen/bharindonews.blogspot.co.id).

Hotel Melati di Kebumen Jadi Tempat Mesum, 7 Pasangan Digelandang Polisi

KEBUMEN – (30/3/2017) Asyik ngamar, 7 (tujuh) pasangan tidak resmi digiring Polres Kebumen. Mereka yang digiring itu, kedapatan sedang ngamar di dua hotel kelas melati di wilayah pinggiran Kebumen.

Dijelaskan Kapolres Kebumen, AKBP Alpen, SH, SIK, MH, melalui AKP Krida selaku Kasat Sabhara Polres sekaligus Katim Tipiring Polres Kebumen, saat ini pihaknya  tengah gencar melakukan operasi penyakit masyarakat dengan sasaran hotel, Kamis (30/03).

Tujuh pasang laki laki perempuan tidak resmi itu, tertangkap basah tim tipiring sedang memadu kasih di dalam kamar hotel pada hari Rabu sekira pukul 21.00 Wib.

Saat digeledah, mereka tidak bisa menunjukan buku nikah, dan kepada petugas tim tipiring mengaku hanya sebatas kekasih dan mereka berencana akan menikah.

Dari tujuh pasang yang tertangkap tangan sedang ngamar, dijelaskan AKP Krida, hanya empat pasang yang hadir dalam pemanggilan itu.

Mereka yang tertangkap rata rata adalah orang kebumen dan bersetatus single maupun bujangan.

Saat dimintai keterangan, mereka berencana akan serius dan melanjutkan hubungannya ke pernikahan. Meski mengaku akan menikah dikemudian hari, AKP Krida sangat menyayangkan sekali tindakan para pemuda itu.

Pemanggilannya ke Sat Sabhra Polres Kebumen oleh Tim Tipiring, dijelaskan AKP Krida, untuk mendata ulang dan dibuatkan surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan mesumnya.

Kepada tiga pasang yang tidak hadir pada siang ini, dijelaskan  AKP Krida, pihaknya tetap akan melakukan pemanggilan ulang kepada mereka, yang sudah lebih dulu didata setelah penggrebekan tadi malam.

Digelarnya operasi penyakit masyarakat ini, menurut AKP Krida, karena banyaknya laporan yang masuk ke Polres Kebumen, mengenai aksi mesum pasangan tidak resmi di kamar hotel.

Pihaknya sangat mengapresiasi kepada warga yang mau memberikan masukan kepada Polisi. Sekecil apapun informasi sangat diharpakan sekali Polres Kebumen untuk menjaga sit kamtibmas di kota yang berselogan Beriman. (Humasres Kebumen/bharindonews.blogspot.co.id).

Rabu, 29 Maret 2017

LIEM NICHOLAS, Pemuda China Dalam Keadaan Mabok Menabrak Polisi Hingga Tewas di Semarang

Semarang – (28/3/2017) Penyidik Polrestabes Semarang menahan pemuda mabuk, Liem Nicholas Dicky Lopas (24), warga Jenderal Sudirman 340 A Semarang Barat yang telah menabrak Bripka Andi Saputra (37) anggota Urmin Unit Propam Polrestabes Semarang hingga meninggal di Jalan Sriwijaya pada Jumat, (24/3) dini hari. “Sudah kita tahan usai pemeriksaan. Kalau ada informasi tidak ditahan itu tidak betul. Laporkan ke saya kalau pelaku dilepas,” tegas Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji SIK.

Kecelakaan tragis itu dialami Bripka Andi yang mengendarai sepeda motor ditabrak mobil Honda CRV dikemudikan Nicholas dari arah berlawanan. Pengemudi mobil yang mabuk melaju kencang dan keluar jalur tepatnya di depan Asrama Jalan Sriwijaya hingga menabarak korban. Dalam posisi tersebut, tubuh Andi yang jatuh di aspal jalan langsung dilindas mobil milik pelaku. “Hantaman keras itu membuat anggota kami terpental dan motornya ringsek. Anggota saya mengalami luka berat di bagian kepala, kaki dan tangan hingga meninggal,” jelas Kapolrestabes Semarang yang juga langsung ikut mendatangi di lokasi kecelakaan.

“Sebelum kecelakaan, supir mobil menegak minuman keras bersama tiga rekannya di kafe Jalan Ahmad Yani. Ngakunya cuma satu botol,” ucap Kombes Pol Abioso Seno Aji, SIK. Tersangka yang berstatus mahasiswa langsung ditetapkan menjadi tersangka. “Setelah kami lakukan pemeriksaan, dia langsung kami tetapkan sebagai tersangka dan kini sudah menahannya,” ungkapnya. Hingga saat ini, petugas Polrestabes Semarang masih terus melakukan pengembangan, termasuk akan meminta keterangan tiga rekan sopir mobil tersebut.

Sementara itu, isak tangis dari Keluarga dan handai tolan korban tak bisa diredam, saat jenazah tiba di rumah duka di Jl Cinde Raya Timur RT 13 RW 06 Candisari, meninggalkan 1 istri, Siti (32) dan 3 anak perempuan yaitu Jihan (9), Yasmin (7), dan Janet (5). (Humas Polrestabes Semarang /bharindonews.blogspot.co.id).

Senin, 27 Maret 2017

Polres Buleleng Razia Tempat Hiburan untuk Pengamanan Hari Raya Nyepi 1939 Caka

Buleleng - (25/3/2017) Untuk memastikan prosesi perayaan Hari Nyepid1939 Caka  berjalan khidmat, jajaran Polres Buleleng melakukan razia di sejumlah tempat  hiburan malam, Kamis (23/3) dipimpin langsung Kasatnarkoba,  AKP Ketut Adnyana Tunggal Jaya.

Beberapa tempat hiburan malam yang disisir antara lain Cafe Lima Sangket, Cafe Asri  Panji, Cafe Bidadari Banyuasri dan Cafe Mr Big  Penarukan.

Menurut Kapolres Buleleng, melalui Kasatnarkoba,  AKP Ketut Adnyana Tunggal Jaya, razia dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan yang bisa merusak kekhidmatan Hari Raya Nyepi.

Dalam razia yang dilakukan sekitar  pukul 23.00 WITA tidak ditemukan sesuatu yang membahayakan seperti narkotika ataupun mikol ilegal dan hanya  diketemukan satu pengunjung tdk membawa kartu identitas dan sudah diserahkan kepada Satpol PP untuk dilakukan pendataan. (Ardana /bharindonews.blogspot.co.id).

Polsek Singaraja Apel Kesiapan Pengamanan Hari Raya Nyepi 1939 Caka

BULELENG - (27/3/2017) Hari ini, Senin (27/3), sekira pukul 09.00 WITA, bertempat di Lapangan Apel Polsek Singaraja telah berlangsung Apel kesiapan Pengamanan  Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939, Tanggal 28 Maret 2017, Selaku Irup Kapolsek Singaraja Kompol I Nyoman Suarnata, dan bertindak sebagai Komandan Upacara, Kanit Sabhara Polsek Singaraja AKP IGB. Iriawan Baladika.

Apel tersebut dihadiri​ juga Danramil 1609 Buleleng, Kasi Sat Pol PP Kecamatan Buleleng, 1 Pleton Pers Polsek Singaraja, 1 Pleton Pers Koramil 1609   Buleleng, 1 Pleton Pecalang Se Kec Buleleng.

Dalam amanatnya, Kapolsek Singaraja   membacakan Maklumat Kapolda Bali yang mana di tekankan untuk selalu menjaga dan memelihara kamtibmas di lingkungan masing-masing, pengendalian diri jangan sampai terjadi gesekan pada saat Perarakan Ogoh-ogoh, tidak mengkonsumsi minuman keras, menjalankan Catur Brata Penyepian dengan sungguh-sungguh sehingga tercipta situasi yang aman terkendali.

Sejalan dengan himbauan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, bahwa perayaan Nyepi membawa semangat kebhinekaan dan persaudaraan. I Nyoman Suarnata berharap, perayaan Nyepi kali ini berjalan aman lancar dan khidmat. (Ardana/bharindonews.blogspot.co.id).

Jumat, 24 Maret 2017

KEMBALI, OPLOSAN MERENGGUT NYAWA DI KLIRONG KEBUMEN

KEBUMEN – (24/3/2017) Diduga setelah minuman keras oplosan yang oleh kalangan penikmat minuman keras akrab dengan sebutan oros-oros, Suhiran alias Sakri, seorang warga desa Jogosimo, Klirong, Kebumen harus meregang nyawa.

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH, minuman beralkohol yang menewaskan Suhiran itu diracik menggunakan alkohol 70 persen dan dicampur dengan es batu, Jumat (24/03).

Dalam keterangannya AKP Willy menjelaskan, kejadian itu berawal pada hari Senin (20/03) saat itu korban bersama rekannya berpesta miras di Klirong dan pulang dalam keadaan mabok berat.

Setelah sadar, korban sempat mengeluhkan jika mata nya merasa sakit akibat menenggak miras itu. Pada hari Rabu (22/03) malam, korban mendapatkan perawatan di RSUD Kebumen hingga akhirnya meninggal pada hari Kamis (23/03) pukul 11.00 WIB.

“Oros-oros Itu adalah minuman beralkohol kreasi para penggemar minuman keras, sebagai pengganti minuman keras yang dijual di pasaran. Dampak dari minuman keras alternatif itu sangat berbahaya sekali. Alkohol murni kan bukan untuk diminum, itu buat bersihkan koreng (luka luar). Orang yang meminumnya bisa keracunan,” paparnya.

Meskipun sudah banyak korban berjatuhan akibat minuman keras oplosan, para pemabuk seolah tidak jera dan masih mau mengkonsumsi minuman keras semacam itu.

“Kami sangat menyayangkan sekali masih adanya sebagian masyarakat yang tidak jera dan masih mengkonsumsi minuman keras, apalagi yang dibuat sendiri dengan bahan – bahan yang tidak jelas komposisi nya.” ucap Willy. (Humas Res Kebumen /bharindonews.blogspot.co.id).