Cari Blog Ini

Minggu, 24 Desember 2017

Kompak, Kanit Binmas Polsek Buluspesantren Bersama Babinsa Amankan Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW

Kebumen - (25/12/2017) Indahnya kebersamaan, berkahnya persatuan. Kalimat yang cocok untuk menggambarkan kekompakan TNI-POLRI dalam melindungi serta mengayomi masyarakat. Suatu momen pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan khotmil Qur'an wal kutub di Masjid Al Ikhlas desa Setrojenar, Buluspesantren, Kebumen memperlihatkan sinergi anggota polisi dan tentara.

Nampak Kanit Binmas Polsek Buluspesantren, Aiptu Sukamto bersama beberapa anggota kepolisian bahu membahu dengan Babinsa Koramil Buluspesantren dalam mengamankan acara pengajian.

Acara pengajian yang digelar bertepatan libur Natal dihadiri ribuan peserta umat Islam dan para santri TPQ Al Ikhlas diisi ceramah Al Mukarom KH. 'Ath Thori Ma'mun dari Magelang.

Lokasi masjid berada di pinggir jalan utama provinsi, jalan Daendels yang menghubungkan Yogyakarta-Cilacap sehingga arus lalulintas cukup padat dan ramai. Aiptu Sukamto bersama anggota Koramil Buluspesantren dengan semangat mengatur arus kendaraan yang berlalu lalang.

Pengasuh TPQ Al Ikhlas, Ustadz Sholeh mengatakan, "Kami sengaja menyelenggarakan pengajian dan khotmil Qur'an bersamaan dengan libur Natal agar menampakkan kerukunan dan kebhinekaan".

"Saudara-saudara yang Nasrani memperingati hari kelahiran nabinya, maka umat Islam pun memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun tetap rukun dan saling toleransi" imbuh Ustadz Sholeh. (Binmas Polsek Buluspesantren / Bhayangkara Indonesia News).

Sabtu, 23 Desember 2017

5 Jurus Jitu Kapolres Kebumen Hadapi Natur 2018

KEBUMEN - (23/12/2017) Menghadapi libur panjang akhir tahun dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru (Natur) 2018, Kapolres Kebumen, AKBP. Arief Bahtiar, SIK, MM menerapkan (5) lima jurus jitu Kamtibmas. Strategi ini diterapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat Kebumen khususnya dalam menikmati libur panjang akhir tahun.

Berikut 5 jurus jitu Kamtibmas yang dilakukan Kapolres Kebumen bersama jajarannya dan didukung Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kebumen.

Kesiapan Pasukan Pengamanan

Sebanyak 650 personel Polres Kebumen nantinya akan terjunkan untuk mengamankan Natal dan tahun baru 2018 dekat ini, dengan sandi Operasi Pengamanan Lilin Candi 2018.

Hal ini diungkapkan langsung Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, melalui Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer dalam Rakor Ekuinda menghadapi Natal dan Tahun baru, di gedung Jatijajar Pendopo Kabupaten Kebumen, Senin (18/12) pagi.

Selain gereja, pengamanan malam pergantian tahun akan dititikberatkan di Alun-alun Kebumen dan Benteng Vanderwijk Gombong. Selama operasi lilin, Polres kebumen sedikitnya menyiapkan dua pos pengaman, yakni pos pengamanan Lalulintas Gombong dan Pos pengamanan Alun-lun Kebumen.

Kesiapan Sarpras dan Kendaraan Dinas Polisi

Selasa (19/12) siang, semua kendaraan dinas diapelkan dan dicek kondisinya, tak luput juga semua isi gudang Sat Sabhara dikeluarkan dan dilakukan pengecekan dengan penuh teliti. Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, melalui Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer, pengecekan ini dilakukan sebagai langkah dini untuk mengetahui kondisi Sarpras pengamanan Natal dan tahun baru dekat ini.

"Hari ini kita cek semuanya. Baik kendaraan dinas roda dua, roda empat, peralatan SAR, Peralatan Dalmas, kelengkapan perorangan, kita cek. Jadi jika ada kekurangan, kita masih ada waktu untuk memperbaiki atau melengkapi," ucap Waka Polres saat pengecekan.

Rekayasa Lalulintas dengan Car Free Night

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, melalui Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer, "Car-free Night" akan diberlakukan jika pengunjung alun alun Kebumen terjadi peningkatan yang cukup tinggi.

Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Suryo Wibowo, saat dikonfirmasi mengenai rekayasa lalu lintas "Car-free Night"  nanti ada beberapa ruas jalan yang ditutup. Sehingga untuk kawasan alun alun Kebumen, steril dari kendaraan bermotor.

"Pemberlakuan Car-free Night ini, sebetulnya, dari tahun ke tahun sudah dilakukan Polres Kebumen. Kita berlakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan sehingga arus lalulintas menjadi krodit," ungkap AKP Suryo.

Sidak Harga dan Ketersediaan Sembako di Pasar

Kapolres Kebumen AKBP. Arief Bahtiar, S.I.K., M.M. bersama Forkompimda Kebumen melaksanakan kunjungan ke Pasar Induk Tumenggungan Kebumen untuk memantau ketersediaan dan harga Sembako jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Kamis (20/12).

“Kegiatan kunjungan ke pasar bersama Forkompimda di maksudkan untuk membantu dan memantau sidak harga sembako serta sebagai perwujudan dari Polres Kebumen untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap penjual dan pembeli sehingga bisa beraktifitas dengan aman dan nyaman" terang AKBP Arief Bahtiar.

Himbauan Tidak Ada Sweeping, Tidak Ada Paksaan Mengenakan Atribut Natal kepada Karyawan

Selama perayaan Natal, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar meminta tidak ada aksi sweeping dan paksaan kepada warga non Nasrani untuk mengenakan atribut Natal. Hal ini diungkapkan Kapolres Kebumen saat pertemuan silaturahmi ormas keagamaan dan tokoh lintas agama di hotel Maxolie, Jumat (22/12) sore.

Diungkapkan Kapolres Kebumen, hal itu untuk menjaga situasi Kamtibmas selama perayaan Natal dan Tahun baru. AKBP Arief juga mengajak, kepada tokoh lintas agama untuk patroli bersama selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

(Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indonesia News).

Senin, 11 Desember 2017

Arief Bahtiar, Pelopor Inovasi Pelayanan Kepolisian Kini Memimpin Polres Kebumen

Kebumen (11/12/2017) AKBP. Arief Bahtiar, SIK, MM resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kebumen menggantikan AKBP. Titi Hastuti, S.Sos yang menduduki jabatan baru sebagai Kasubbagum Bagrenmin AKPOL Lemdiklat Polri. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kepolsian Daerah Jawa Tengah, Irjen. Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Senin (11/12).

Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi terhadap jajaran perwira menengah di lingkungan Polda Jawa Tengah. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST 2754 / XI / 2017 tertanggal 16-11-2017, Arief Bahtiar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Jawa Tengah kini memimpin Korps Bhayangkara di kota yang berjuluk Kebumen Beriman.

Arief Bahtiar bukanlah sosok asing di lingkungan Polda Jateng. Sejak tahun 2007 polisi ganteng ini sudah bertugas di wilayah Jawa Tengah, tepatnya sebagai Kepala Satuan Lalulintas Polres Brebes. Bahkan di tahun 2009 pernah menjabat sebagai Kasubbag Lantas Bag Ops Polwil Banyumas, kota yang sangat dekat dengan Kebumen.

Karir polisi kelahiran Jakarta 1975 ini memang banyak di lalulintas. Pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Jepara (2008), Kasi STNK Subdit Min Regident Ditlantas Polda Jateng (2010), Kasi BPKB (2011), sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakapolres Pekalongan dan selanjutnya Wakapolres Semarang (2012).

Ayah dua orang putri cantik, Zakiya Julieta Bahtiar dan Zaskia Adyalieta Bahtiar, lulus pendidikan Akademi Kepolisian Semarang tahun 1998. Lulusan AKPOL 1998 adalah perwira remaja pertama yang tidak dilantik oleh Presiden Soeharto, mereka lahir di Era Reformasi sehinga sering dikenal sebagai PAJERO (Perwira Remaja Era Reformasi).

Banyak sekali PAJERO yang sukses berprestasi ketika menjadi pemimpin, beberapa bahkan langsung mendapat penghargaan dari Kapolri dan Kementerian PAN RB. Sebut saja AKBP. Wahyu Sri Bintoro (Kapolres Bojonegoro), AKBP. Fadly Samad (Kapolres Probolinggo), AKBP. Takdir Mattanette (Kapoles Banjarmasin), AKBP. I Made Agus Prasatya (Kapolres Madiun) dan AKBP. Agung Marlianto (Kapolres Jombang, peraih penghargaan Adhi Makayasa 1998).

Suami dari anggota Bhayangkari, Novy Puryanti, ini mengikuti pendidikan Sespimmen Polri pada tahun 2014 dan pernah berdinas di Polda Papua, sebelum akhirnya kembali ke Polda Jateng dengan jabatan Analis Kebijakan Muda Bidang Waster Ditpamobvit, pada tahun 2015. Selanjutnya Arief Bahtiar dipercaya sebagai Kepala SPKT Polda Jateng pada tahu 2016, tepatnya tanggal 3 Juni.

Di masa kepemimpinannya, SPKT Polda Jateng membuat terobosan dalam bidang pelayanan publik berupa inovasi teknologi informasi berbasis Android yang disebut SMILE Police Polda Jateng. Bersama Kapolda dan Kabid Humas, Arief Bahtiar merancang aplikasi Smile Police yang terdiri dari 6 aplikasi online yaitu Panic Button,  E-Bhabin,  E-Public Service, E-Complaint, E-Learning, E-Office. Sistem Informasi Manajemen Layanan Elektronik (SMILE Police) ini diluncurkan langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Prof. Drs. HM. Tito Karnavian, MA, Ph.D bersama Menteri PAN RB, Asman Abnur di Semarang, 4 Februari 2017.

Dalam Panic Button terdapat aplikasi Public Panic Button untuk masyarakat yang ingin mengirimkan pesan darurat, permintaan pertolongan kepada pihak kepolisian dan kerabat. Pengguna cukup menekan tombol SOS pada layar smartphone minimal tiga kali, secara otomatis aplikasi mengirimkan pesan darurat yang telah didaftarkan, polisi dan operator dasbord monitoring. Polisi dilokasi terdekat akan segera merespon dan operator akan menugaskan jajaran kepolisian segera menuju lokasi kejadian perkara.

E-Public Service merupakan aplikasi untuk memudahkan berbagai pelayanan.  Seperti Smart Regident Center meliputi E-BPKB, STNK reminder dan SIM Online. E-BPKB atau elektronik BPKB diciptakan untuk memudahkan masyarakat mengecek keabsahan BPKB serta mengakses identitas pemilik dan nomor pada BPKB.

Sedangkan STNK reminder bertujuan untuk mengingatkan masyarakat yang akan mengesahkan STNK tahunan serta masa jatuh tempo perpanjangan 5 tahunan.  Nantinya masyarakat akan langsung menerima  notifikasi melalui smartphonenya. Bagi masyarakat yang akan mendaftar untuk mendapatkan SIM baru  dan perpanjangan Polri juga menyediakan layanan SIM Online diseluruh Satpas di Indonesia.

Pemohon cukup mengisi formulir online disitus sim.korlantas.polri.go.id. Setelah mendaftar pemohon akan menerima notifikasi melalui email. Bukti registrasi kemudian dibawa ke kantor satpas terdekat untuk proses lebih lanjut. E-Public servise juga meliputi SKCK online untuk masyarakat yang akan mengajukan pembuatan SKCK. Pemohon juga mengisi secara lengkap data yang terdapat dalam situs skck.jateng.polri.go.id. Pemohon kemudian akan menerima nomor registrasi untuk dibawa ke Polres terdekat.

E-Complaint hadir sebagai wadah pengaduan masyarakat terhadap kinerja dan layanan kepolisisan yang ditangani oleh bidang profesi dan pengamanan untuk menyampaikan keluhannya, masyarakat dapat mengisi form keluhan dalam aplikasi e-complain keluhan tersebut secara otomatis diterima admin website bidpropam.jateng.go.id laporan ini selanjutnya akan diteruskan kepada Kabid Propam Subbid Provos, Subbid Wabprov, dan Subbid Paminal. Tindak lanjut dari laporan tersebut akan dikirimkan kepada pelapor.

Sebagai Kepala SPKT, Arief Bahtiar bersama dengan Kabid Humas Polda Jateng melakukan sosialisasi SMILE Police melalu media massa baik cetak maupun elektronik. Tanpa kenal lelah, dia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi SMILE Police untuk mempercepat pelayanan kepolisian. Sayang sekali jika aplikasi yang berbiaya mahal ini tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, demikian selalu disampaikan oleh Arief Bahtiar dalam setiap kegiatan sosialisasinya.

AKBP. Areif Bahtiar, SIK, MM, pelopor inovasi pelayanan publik di Polda Jawa Tengah kini memimpin Polres Kebumen. Semoga di bawah kepemimpinannya, pelayanan kepolisian di Kebumen lebih efektif dan efisien, penanganan kamtibmas dan perkara juga lebih cepat dan memuaskan. Tujuan akhirnya adalah meningkatnya kepercaya masyarakat terhadap Institusi Polri, seperti yang dicanangan Kapolri dalam jargon Polisi Promoter (Profesional Modern Terpercaya).

Sebagai Kapolres Kebumen yang baru, Arief Bahtiar bahkan berkomitmen menambah slogan Polri menjadi Polisi Promoter dan BERSAHAJA (Berintegritas, Solid, Akuntabel, Humanis, Kerjasama).

Semarang, 11  Desember 2017
Arief Luqman El Hakiem
Ketua Relawan TIK Kabupaten Kebumen,
Kabid.  Branding Polri & Kemitraan pada Bhayangkara Indonesia News / Investigative Journalisme.

Rabu, 29 November 2017

Pemprov DKI Jakarta Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Jakarta - (29/11/2017) Gubernur baru DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan kembali memanjakan warga ibukota dengan menghapus sanksi administrasi atau denda pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) bagi wajib pajak yang memiliki tunggakan.

"Dengan adanya program pemutihan ini, maka siapa yang melakukan pelunasan atas kewajiban pajaknya sekarang silakan melakukan. Dari mulai besok sampai dengan tanggal 23 Desember," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017).

Gubernur yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS itu berharap, seluruh masyarakat taat membayar pajak kendaraannya.

Penghapusan ini mulai berlaku 30 November sampai 23 Desember 2017.

"Di periode itu bebas untuk melakukan pelunasan tanpa terkena sanksi apapun meskipun sudah terlambat lima tahun silakan datang dan anda tidak akan kena sanksi. perhari ini data yang belum lakukan kewajibannya cukup besar," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/11).

Program ini bermaksud untuk memberikan kesadaran di masyarakat bahwa membayar pajak adalah suatu kewajiban bagi suatu warga negara.

"Dan membiasakan untuk melunasi pajak itu penting sehingga ada kebiasaan melunasi tanggung jawab," ujarnya.

Kemudian Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, dan Jasa Raharja akan menggelar razia untuk sasaran kendaraan bermotor yang menunggak pajak atau belum daftar ulang.

"Jadi kita memberikan satu sisi kebebasan, tidak dikenai sanksi maka itu lakukan. kita akan lakukan razia. jadi ini fair nih, razianya sambil diberikan bebas bila terjadi penunggakan," terangnya.

Menurut data yang dia dapat, terdapat 2,3 juta roda empat dan yang menunggak jumlahnya 30 persen atau 694 ribu. kendaraan roda dua dan tiga dari jumlah 7 juta, yang menunggak 3,3 juta, jadi 47 persen kendaraan roda dua dan tiga di Jakarta tidak melunasi pajak. Dan hanya 53 persen yang melunasi pajak.

Jadi kalau dihitung jumlah pajak yang harusnya dibayarkan sekitar Rp 8,6 triliun tetapi yang menunggak jumlahnya RP 1,7 triliun. Jadi, kata Anies, selama akhir November sampai 23 Desember sanksi pajak dibebaskan.

"Dan kita berharap para wajib pajak bisa menunaikan kewajibannya sesegera mungkin sesuai periodenya dan sesudah itu kita akan intensifkan razia gabungan," tutupnya.

Ia mengaku prihatin dengan pemasukan pajak kendaraan bermotor di Ibu Kota. Kata Anies, pihaknya optimis dengan cara tersebut dapat menyedot pajak yang maksimal.

"Kita sudah membicarakan ini dengan Ditlantas Polda Metro Jaya. Dan institusi Pemprov, Badan Pajak dan Retribusi Provinsi akan menggelar razia gabungan untuk sasaran kendaraan bermotor yang menunggak pajak atau belum daftar ulang," tandasnya. (ALH /Bhayangkara Indonesia News).

Jumat, 27 Oktober 2017

Istimewa, Dengan Pakaian Adat, Pasukan GERAX Pelajar Kebumen Deklarasikan Gerakan Anti Hoax

Kebumen - (27/10/2017) Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Upacara 89 Tahun Hari Sumpah Pemuda tahun ini di alun-alun Kebumen, Jum'at (27/10).

Disamping upacara digelar maju sehari yaitu pada tanggal 27 Oktober 2017, di tengah-tengah ribuan peserta yang memadati sisi utara alun-alun Kota Kebumen ada sepasukan pelajar setingkat SMA dengan memakai baju adat nampak bersemangat membacakan ikrar Deklarasi Gerakan Anti Hoax.

Tiga puluh pelajar yang tergabung dalam komunitas Generasi Anti Hoax (GERAX) itu berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Kebumen. Mereka berkumpul mengenakan baju adat dari berbagai daerah, mulai Jawa, Sumatera hingga pakaian adat Papua. Ada juga yang mengenakan pakaian modern berupa jas lengkap dengan pecinya.

Pilihan baju adat untuk meneladani semangat para pemuda Nusantara 89 tahun silam. Ketika mereka berkumpul dari berbagai wilayah di Nusantara untuk menyatukan tekad dan semangat dalam satu janji suci Sumpah Pemuda.

Pasukan GERAX ini berbaris rapi dari pinggir, dengan langkah mantap menuju ke hadapan Inspektur Upacara, Bupati Kebumen, Ir. HM. Yahya Fuad, SE. Sampai di tempat pembacaan ikrar Deklarasi Anti Hoax, pasukan ini bermanuver membentuk barisan setengah lingkaran.

Dipimpin oleh Yadi Nur, siswa SMA Negeri 1 Karanganyar, pasukan GERAX membacakan Ikrar Deklarasi Gerakan Anti Hoax. Bahwa Hoax, Hate Speech dan Scam adalah perbuatan keji, tercela yang harus dilawan dan diperangi. Karena hoax terbukti telah mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Sebagaimana diketahui, GERAX adalah komunitas mitra binaan Polres Kebumen, merupakan bagian dari program kerja Relawan TIK Indonesia daerah Kebumen. Sebelumnya, sejak dibentuk 31 Agustus lalu di Mapolres Kebumen, hingga saat ini, GERAX terus melakukan kegiatan literasi Sehat dan Cerdas Berinternet ke sekolah-sekolah.

Bupati Kebumen, Ir. HM. Yahya Fuad, SE yang berkenan menerima perwakilan GERAX setelah upacara, menyampaikan apresiasi dan siap untuk melantik atau mengukuhkan kepengurusan RTIK Kebumen juga GERAX.

"Ini luar biasa, suatu organisasi belum dilantik tapi sudah menunjukkan kinerja positif. Biasanya kan organisasi dilantik baru bekerja, atau malah habis dilantik terus bubar. Lanjutkan, jajaran OPD terkait siap bersinergi dengan RTIK juga GERAX" ujar Bupati di pendopo rumah dinas.

Pada kesempatan yang sama Kapolres Kebumen, AKBP. Titi Hastuti, S.Sos juga merasa puas dan antusias melihat anak-anak binaannya menunjukkan performa yang membanggakan.

"Kami akan terus membina dan memantau kegiatan GERAX agar konten hoax dan ujaran kebencian bisa ditekan, khususnya di wilayah Kebumen" terang Kapolres.

Pada kesempatan tersebut, pasukan GERAX bersama Kapolres dan sejumlah anggota Polres Kebumen berkesempatan membuat video ucapan selamat kepada Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian, yang merayakan ulang tahun ke 53 pada Kamis 26 Oktober kemarin. Juga atas dikukuhkannya Jenderal Tito sebagai Guru Besar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK). (ALH / Bhayangkara Indonesia News).

Selasa, 17 Oktober 2017

AKBP Titi Hastuti, S.Sos ; Polres Kebumen Siaga Antisipasi Bencana

KEBUMEN – (17/10/2017) Hujan yang terus melanda Kabupaten Kebumen pada Senin (16/10) siang sampai malam hari, mengakibatkan air sungai meluap dan masuk ke wilayah perkampungan warga. Luapan sungai Kedungbener membanjiri hampir semua pedesaan disekitar sungai yang bermuara di Sungai Lukulo itu.

Air dengan kedalaman kurang lebih 1 meter masuk ke rumah-rumah warga. Beruntung warga sekitar aliran sungai yang sudah siaga sejak sore hari bisa menyelamatkan diri dan harta benda nya. Hanya tercatat satu sepeda motor yang sempat hanyut terbawa derasnya aliran banjir namun akhirnya bisa ditemukan pada siang harinya.

Selain sungai besar, sungai-sungai kecil pun meluap membanjiri areal persawahan, tidak mampu menahan limpahan air hujan yang turun semalaman.

Tidak hanya banjir, hujan juga mengakibatkan tanah longsor di berbagai titik seperti Kecamatan Ayah, Rowokele, Karanggayam dan Alian. Longsoran tanah yang menimpa rumah warga menimbulkan kerugian material puluhan juta rupiah. Pohon-pohon yang tumbang akibat tanah yang mengikat akarnya menjadi lunak pun turut menyumbang kerusakan di beberapa rumah milik warga di Kecamatan Puring, Buluspesantren dan Buayan.

Kepala Kepolisian Resor Kebumen AKBP Titi Hastuti, S.Sos yang memantau langsung lokasi terdampak bencana siang ini, Selasa (17/10) mengatakan, bahwa Polres Kebumen dan jajaran telah menyiagakan personilnya untuk mengantisipasi datangnya bencana pada musim penghujan ini.

“Kami tetap memprioritaskan pada upaya penyelamatan jiwa manusia apabila terjadi bencana alam, kemudian baru material atau harta benda milik penduduk yang terkena bencana.” jelasnya seraya berharap masyarakat yang bermukim disekitar aliran sungai untuk waspada terhadap terjadinya banjir susulan bila hujan turun lagi dengan intensitas yang tinggi.

Terkait munculnya buaya di Sungai Lukulo yang menghebohkan warga Desa Kedungwinangun, Klirong, Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH menghimbau warga sekitar untuk waspada dan sementara menjauh dari pinggiran sungai.

“Kewenangan dan kemampuan untuk melakukan penangkapan terhadap buaya ada pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), karena kita ketahui bersama, ada beberapa spesies buaya yang dilindungi di Indonesia. Untuk itu kita hanya bisa menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan sementara menjauh dari tepian sungai Lukulo dimana binatang itu muncul" tutup Willy. (Humas Res Kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Senin, 09 Oktober 2017

Parah, Tiga Siswi Digagahi Lima Laki Laki di Pasar Hewan Kebumen

KEBUMEN – (9/10/2017) Bikin geleng geleng kepala, Polsek Kebumen Polres Kebumen menangani empat kasus persetubuhan dan pencabulan di bawah umur sekaligus.

Kasus ini sekaligus menjadi kasus menonjol yang ditangani Polres Kebumen dalam pertengahan tahun 2017 ini.

Dalam kasus tersebut, sedikitnya empat tersangka diamankan Polsek Kebumen. Satu diantaranya tersangka masih berstatus di bawah umur.

Para tersangka yang diamankan polisi masing masing berinisial, PC (21)warga Kebumen, MF (20) warga Buluspesantren, RZ  (14) warga Buluspesantren dan FR (20) warga Buluspesantren Kebumen.

Untuk tersangka berinisila AN saat ini masih dalam pengejaran (DPO).

Korban dalam kasus ini adalah tiga siswi dan masih di bawah umur, warga Ambal.

Saat dihubungi Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto menerangkan, ke empat tersangka kini berada di Rutan Polsek Kebumen dan masih menjalani pemeriksaan, Senin (09/10) pagi.

Berdasarkan informasi, ke tiga korban “Mawar, Melati, Kenanga” (bukan nama asli) digagahi tersangka pada tanggal 1-2 Oktober kemarin.

“Ada yang melakukan pencabulan, ada pula tersangka yang melakukan persetubuhan. Kini kasusnya masih didalami. Mereka melakukan aksi bejatnya di Pasar Hewan Kebumen pada malam hari pada tanggal tersebut,” kata AKP Willy.

Masih kata AKP Willy, 3 tersangka berhasil diamankan polisi pada hari Rabu tanggal 4 oktober dan 1 tersangka berinisial FR menyerahkan diri pada hari Sabtu (07/10) malam.

"Penangkapan tersangka dilakukan Rabu (4/10/2017), tetapi tersangka FR menyerahkan diri di Polsek Kebumen, Sabtu (7/10/2017) malam setelah sempat dilakukan pencarian," Imbuhnya.

Akibat perbuatannya tersangka PC dan MF terancam pasal 81 sedangkan RM, FA serta AN terancam pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

"Kami menghimbau orang tua untuk mengawasi pergaulan anak, mengontrol penggunaan handphone, dan membekalinya dengan ilmu agama agar tidak terjerumus pada pergaulan yang salah," tuturnya.

(humas/res kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Kamis, 05 Oktober 2017

105 Siswa Setingkat SMA Ikuti Seleksi Program Binlat Masuk Polri

KEBUMEN - (5/10/2017) Sebanyak 105 pelajar setingkat SMA di Kabupaten Kebumen mengikuti seleksi administrasi penjaringan calon peserta pembinaan latihan masuk Polri di Polres Kebumen, Kamis (05/10) sore.

50 peserta yang lolos, nantinya akan berkesempatan mengikuti bimbingan dan latihan yang difasilitasi oleh Polres Kebumen dan Pemda Kabupaten Kebumen untuk mengikuti pembinaan dan latihan persiapan seleksi masuk Polri tahun 2018 mendatang.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui AKP Sugiriyanto selaku Kepala Tim Administrasi seleksi mengatakan, bagi yang lolos, mulai bulan November hingga Februari 2018 akan mengikuti pelatihan.

"Bagi yang lolos, kita persiapkan untuk mengikuti seleksi penerimaan Polri tahun depan. Mereka akan kami latih sebagaimana test masuk Polri. Sehingga mereka punya gambaran. Tanpa dipungut biaya," kata AKP Sugiriyanto disela sela memimpin proses seleksi administrasi.

Masih kata AKP Sugiriyanto, bagi para peserta yang dinyatakan lolos seleksi penjaringan tersebut, belum bisa dikatakan lolos masuk pendidikan.

"Artinya, mereka tetap harus ikut seleksi saat ada pembukaan penerimaan Polri. Lolos penjaringan belum tentu lolos test masuk pendidikan. Namun, setidaknya mereka selangkah di depan karena sudah mempersiapkan diri dari awal," ucapnya.

Salah satu peserta Rifanda (17) pelajar SMK asal Rowokele mengaku senang ada program tersebut, karena dirinya, dari awal memang bercita cita ingin jadi Polisi.

"Dari dulu saya bercita cita ingin jadi polisi. Saya suka polisi. Maka dari itu saya ikut seleksi ini," katanya.

Lain halnya dengan Siti Nurikah (18) yang juga pelajar SMK di Rowokel, mengungkapkan ingin sekali jadi polwan karena sering nonton polisi di tv.

"Polisi keren. Saya sering nonton di tv. Saya ingin sekali jadi polwan. Ingin bahagiakan orang tua," ungkapnya saat mengikuti seleksi.

(Humas res Kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Minggu, 01 Oktober 2017

M. Jasin, Jenderal Polisi Dibalik Peristiwa 10 Nopember 1945

Sekilas Tentang Sejarah Bangsa Indonesia

TANPA KEPOLISIAN TIADA HARI PAHLAWAN

Peran Polisi tidak pernah diungkit-ungkit dalam peristiwa Hari Pahlawan. Padahal Peran Polisi sangat utama karena tanpa Polisi tidak ada yang namanya Hari Pahlawan yang sekarang setiap tahun kita peringati. Masyarakat banyak yang tidak tahu tentang sejarah Polisi bahkan di kalangan Polisi sendiri pun kurang akan kesadaran sejarahnya sendiri. Padahal Bung Karno mengatakan, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya”.

“Tanpa peran M. Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa tidak akan ada peristiwa 10 November.”

Demikian pernyataan Jenderal (TNI) Moehammad Wahyu Soedarto, seorang tokoh yang terlibat dalam peristiwa heroik 10 November 1945. 10 November 1945 diabadikan dalam sejarah bangsa dan diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa ini terjadi di Surabaya dan di kota Pahlawan ini Polisi pernah melaksanakan “Proklamasi Polisi” Dalam ejaan lama yang berbunyi :

“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Polisi sebagai Polisi Repoeblik Indonesia”.
Soerabaja, 21 Agoestoes 1945
Atas Nama Seloeroeh Warga Polisi
Moehammad Jasin – Inspektoer Polisi Kelas I.

Proklamasi Polisi itu merupakan suatu tekad anggota Polisi untuk berjuang melawan tentara Jepang yang masih bersenjata lengkap, walaupun sudah menyerah. Proklamasi itu juga bertujuan untuk meyakinkan rakyat bahwa Polisi adalah aparat negara yang setia kepada Republik Indonesia yang berjuang bersama rakyat dan bukanlah alat penjajah. Ketika terjadi insiden bendera, 19 september 1945, Polisi Pimpinan Moehammad Jasin bergerak cepat mereka menyatu dengan rakyat.

Jenderal TNI Muhammad Wahyu Sudarto – Pelaku 10 November 1945, menyatakan :

“Saya hanyalah bagian dari sejarah perjuangan tanah air. Itu pun Cuma di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Sebetulnya pada “Peristiwa Surabaya” ada tokoh yang lebih hebat tetapi di mana kini tidak banyak yang kenal. Namanya Moehammad Jasin, orang Sulawesi Selatan. Jika beliau tidak ada, Surabaya tidak mungkin seperti sekarang. Beliau adalah Komandan Pasukan Polisi Istimewa. Kalau tugas Bung Tomo adalah “memanas-manasi rakyat”, Pak Jasin ini memimpin pasukan tempur. Kesatuannya boleh dibilang kecil, cuma beberapa ratus orang saja. Itu sebabnya mereka bergabung dengan rakyat. Kalau rakyat sedang bergerak, di tengah-tengah selalu ada truk atau panser milik Pasukan Polisi Istimewa lengkap dengan senjata mesin.

Melihat Rakyat bak gelombang yang tak henti-henti itu, Jepang yang waktu itu sudah kalah dari Pasukan Sekutu menyerah kepada RI dan intinya adalah Pak Jasin.
Demikian pula kala Inggris (Sekutu) mendarat di Surabaya. Bila tidak ada Pak Jasin, arek-arek Suroboyo tidak bisa segalak itu. Pasukan Inggris datang pertama kali dengan satu brigade pada 28 Oktober 1945. Namun, setelah mereka terdesak, secara bertahap mendarat lagi empat brigade” (JENDERAL TNI MUHAMAD WAHYU SUDARTO – PELAKU 10 NOVEMBER 1945)

Polisi Istimewa (PI) yang sekarang bernama Brigade Mobil (Brimob) adalah jelmaan  dari CSP (Central Special Police). Apalagi, pada Agustus 1945 itu, hanya Polisi yang masih memegang senjata. Karena, setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, penguasa Jepang di Indonesia membubarkan tentara PETA dan Heiho, sedangkan senjata mereka dilucuti. Soetamo (Bung Tomo), pemimpin Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) yang juga salah satu pejuang terkemuka dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, menyatakan :

“PETA diharapkan dapat mendukung perjuangan di Surabaya tahun 1945 , tetapi PETA membiarkan senjatanya dilucuti oleh Jepang, untung ada Pemuda M. Jasin dengan pasukan-pasukan Polisi Istimewanya yang berbobot tempur mendukung dan mempelopori perjuangan di Surabaya.”- Soetomo (Bung Tomo)

Pasukan Polisi Istimewapun pada saat itu diperintahkan oleh Jepang untuk menyerahkan senjatanya, karena Jepang ditugaskan oleh sekutu untuk menjaga dan memelihara keamanan di Indonesia agar sekutu dengan aman dapat menginjakkan kakinya di bumi Indonesia. Namun secara tegas Polisi menolak perintah tersebut sehinga pada masa itu hanya Polisi yang memiliki persenjataan sedangkan kesatuan lain tidak ada.

Hal ini juga ditegaskan oleh Jenderal TNI AD SUDARTO ex. TRIP dan pelaku 10 Nop 1945 sbb :

“Omong kosong kalau ada yang mengaku di bulan Agustus 1945 memiliki kesatuan bersenjata. Yang ada pada waktu itu hanya pasukan-pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. JASIN, bahkan ia menyatakan bahwa tanpa peran pasukan-pasukan Polisi Istimewa dibawah pimpinan M. JASIN tidak akan ada peristiwa 10 Nopember 1945.”
- Jenderal TNI AD SUDARTO ex. TRIP dan pelaku 10 Nop 1945.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa jika pertempuran itu berlangsung tanpa dukungan dan kepeloporan Pasukan Polisi Istimewa, niscaya patriotisme perjuangan rakyat di Surabaya tidak akan seheroik apa yang tercatat dalam sejarah. Hal itu juga dikuatkan dalam pidato peresmian Monumen Perjuangan Polisi Republik Indonesia di Surabaya yang disampaikan oleh Pangab RI, Jenderal (TNI) Tri Surtrisno pada 2 Oktober 1988 : “Kekuatan Pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. Jasin harus dikaji oleh seluruh bangsa Indonesia.”

Lebih lanjut Jendral (TNI) Tri Sutrisno mengatakan, “Tindakan Inspektur I Moehammad Jasin untuk mempersenjatai Rakyat Pejuang telah memberikan andil yang cukup besar dalam gerak maju para pejuang kemerdekaan di Surabaya, yang kemudian mencapai puncaknya dalam pertempuran heroik di Surabaya tanggal 10 Nopember 1945”.

Persenjataan yang dibagikan oleh Polisi ini didapat dari gudang-gudang senjata tentara Jepang yang diserbu dan direbut secara paksa maupun dengan perjanjian penyerahan senjata dengan jaminan keselamatan tentara Jepang karena mereka sudah amat terdesak hingga menyerah. Dalam perjanjian penyerahan senjata ini, M. Jasin hadir sebagai wakil dari pihak Indonesia dan menjamin keselamatan jiwa tentara Jepang yang menyerah.

Seperti yang tercatat dalam buku Soetjipto Danoekoesoemo, "Hari-Hari Bahagia Bersama Rakyat". Tiga peleton tentara Jepang menyerahkan senjata kepada Polisi Istimewa Seksi I dengan syarat keselamatan mereka dijamin, pada 1 Oktober 1945.

Pada 2 Oktober 1945, di Gedung General Electronics di Kaliasin, Jepang menyerahkan senjata setelah terjadi pertempuran sengit dengan Tim Polisi Istimewa di bawah pimpnan Soetjipto Danoekoesoemo. Dalam pertempuran ini tentara Jepang mengeluarkan senjata-senjata mitraliur.

Pada Hari yang sama, M. Jasin yang bersama Soetomo (Bung Tomo) yang mewakili pihak Indonesia berhasil menandatangani perjanjian penyerahan senjata untuk membuka gudang Arsenal tentara Jepang yang terbesar se-Asia Tenggara di Don Bosco-Sawahan, Surabaya. Pelucutan ini diawali dengan perlawanan sengit tentara Jepang. Setelah terjadi tembak-menembak sengit dan menelan korban jiwa barulah Jepang menyerahkan senjata.

Pada akhirnya tentara Jepang menyerahkan seluruh persenjataan, termasuk tank dan panser kepada Polisi Istimewa. Polisi Istimewa kemudian membagi-bagikan senjata tersebut kepada rakyat dan pemuda dalam organisasi. perjuangan.

Senjata rampasan yang dibagikan tersebut menjadi modal awal terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian berubah menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

Segera setelah itu, Surabaya dibanjiri senjata api dari berbagai jenis yang digunakan untuk menghadapi pasukan Inggris dan Belanda pada peristiwa Hari Pahlawan.

Karena terlalu banyaknya senjata yang beredar di Surabaya, maka berbagai senjata tersebut juga didistribusikan keseluruh pelosok pulau Jawa untuk mendukung perjuangan di wilayah masing-masing. Senjata-senjata tersebut bahkan juga sampai ke Bandung dimana perjuangan di sana dikenal dengan peristiwa Bandung Lautan Api.

Dalam pertempuran-pertempuran melawan tentara Jepang, Abdul Radjab ex TRIP, pelaku 10 Nopember 1945, menyatakan :

“Pasukan-pasukan Polisi Istimewa bertempur melawan Tentara Jepang dengan gagah berani” - Abdul Radjab ex TRIP, pelaku 10 Nopember 1945

Keterlibatan M. Jasin sebagai pasukan Polisi Istimewa dalam peristiwa heroik itu jelas tidak diingkari oleh semua tokoh pejuang yang terlibat. Bahkan seorang Jenderal TNI AD, Abdul Kadir Besar SH, juga menyatakan : “Saya berani mempertanggungjawabkan pemberian kedudukan bagi Moehammad Jasin sebagai Singa Pejuang Republik Indonesia berdasarkan jasa-jasanya.”

Penyataan senada diberikan juga oleh seorang tokoh penting peristiwa 10 November 1945, DR. H. Roeslan Abdulgani, yaitu : “M. Jasin dan Polisi Istimewa yang dipimpinnya adalah modal pertama perjuangan di Surabaya.”

Demikian Pula pernyataan Jenderal (TNI) Moehammad Wahyu Soedarto, seorang tokoh yang terlibat dalam persitiwa heroik itu, yaitu : “Tanpa peran M. Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa tidak akan ada peristiwa 10 November.”

Kehebatan Pasukan Polisi Istimewa dalam arena perjuangan Surabaya bukan hanya dikagumi kawan tapi juga disegani oleh lawan. Hal ini terdapat dalam pernyataan resmi Van der Wall, seorang Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan (Ministerie van Onderwijs en Wetenschappen) Pemerintah Belanda : “De Poelisi Istimewa, de gewezen Poelisi Istimewa guderende de Japanse tijd, onder leiding van M. Jasin is niets anders dan een Militaire strijd kracht.” (Polisi Istimewa, Mantan Polisi Istimewa diwaktu Jepang, pimpinan M. Jasin tidak lain adalah satu kekuatan tempur militer).

Sumber :
Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang
Meluruskan Sejarah Kelahiran Polisi Indonesia
Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, 2010

Sabtu, 30 September 2017

E-Pojok Baca Samsat Kebumen Diresmikan Kapolda Jawa Tengah

KEBUMEN - (30/9/2017) Ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, MM, M.Hum, secara resmi E-Pojok Baca di Kantor Samsat Kebumen secara resmi dilaunchingkan, Jumat (29/09) sore.

Peresmian E-Pojok Baca, merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan kunjungan kerja Kapolda Jateng ke Polres Kebumen.

Acara ini dihadiri jajaran pejabat Polda Jateng, Bupati Kebumen, Kapolres Kebumen, unsur Forkompinda, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Kapolda Jateng dengan Bupati Kebumen M.Yahya Fuad, dalam rangka pembinaan dan latihan calon peserta penerimaan anggota Polri tahun 2018, serta penyerahan sertifikat Mapolsek Kutowinangun, dari Kepala BPN Kebumen kepada Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jateng mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga ibu Ridu, sebagai ahli waris, yang telah menghibahkan tanahnya untuk dijadikan kantor Mapolsek Kutowinangun.

Terkait keberadaan E-Pojok Baca yang ditempatkan di ruang tunggu samsat, Kapolda Jateng juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan Kasatlantas AKP Suryo Wibowo, karena telah ikut mendorong minat baca masyarakat, sesuai himbauan Kapolri, dengan keberadaan E-Pojok Baca.

“Namun yang paling utama, pelayanan tetap nomer satu,” pesan Kapolda Jateng.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti menjelaskan, bahwa E-Pojok Baca merupakan salah satu inovasi untuk pelayanan prima, yang ditempatkan di ruang tunggu, dan bisa dimanfaatkan masyarakat saat membayar pajak kendaraan di Samsat.

“Sambil menunggu pelayanan, mereka bisa memanfaatkan E-Pojok Baca ini,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, didampingi Kasatlantas, AKP Suryo Wibowo.

Luas E-Pojok Baca ini 3×4 meter, yang difasilitasi dengan 2 laptop, dan buku perpustakaan sebanyak 500 buku.

Nantinya akan ada petugas yang menjadi pemandu disini setiap harinya. Layanan berbasis IT ini, menurut AKBP Titi Hastuti, merupakan inovasi bentuk kerjasama antara Satlantas, Samsat, dan perpustakaan daerah untuk mendorong masyarakat Kebumen gemar membaca. (Humas/Res Kebumen /Bhayangkara Indonesia News).

Program Pembinaan dan Pelatihan, Trobosan Polres Kebumen Untuk Calon Anggota Polri

Kebumen - (30/9/2017) Polres Kebumen dibawah kepemimpinan AKBP. Titi Hastuti, S Sos membuat sebuah terobosan baru dalam proses rekrutmen anggota polri. Baru-baru ini di-lounching sebuah Program Pembinaan dan Pelatihan bagi pemuda pemudi di Kebumen yang ingin mengabdi sebagai Prajurit Bhayangkara.

Disadari bahwa tantangan sebagai anggota Korps Tribrata makin berat, sehingga diperlukan kualitas SDM yang mumpuni dan berkarakter. Hal ini diawali sejak proses rekruitmen. Persyaratan dan test seleksi menjadi anggota polri juga makin ketat dan bersih dari sogokan juga nepotisme.

Program Binlat calon anggota polri tersebut diresmikan langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum di kantor Samsat Kebumen, Jum'at (29/9) disaksikan para pejabat utama Polda Jateng, Bupati dan jajaran Forkompinda Kebumen.

Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Condro Kirono, MM,. MHum meyakinkan masyarakat bila seleksi penerimaaan calon peserta pendidikan Polri bersih. Hal itu sesuai dengan prinsip Polri untuk mendapatkan anggotanya melalui seleksi yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

“Penentu keberhasilan mengikuti seleksi, ada pada calon peserta pendidikan. Karena itu sebelum mengikuti seleksi diperlukan pembinaan dan pelatihan,” ujar Kapolda Jateng.

Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara Polda Jateng dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen di Kebumen, Jumat (29/09) di halaman depan Kantor UPPD ( Samsat) Kebumen. Nota kesepahaman yang ditandatangani Kapolda Jateng dan Bupati Kebumen HM Yahya Fuad yaitu tetang program pembinaan dan pelatihan calon peserta pendidikan Polri tahun 2018.

Kapolda menerangkan bahwa, hasil seleksi setiap tahapan langsung dibuka dan diketahui calon peserta. Misalnya hasil seleksi kesehatan, administrasi, akademik dan psikotest. Tranparansi hasil seleksi di setiap tahapan, salah satu wujud transparansi dalam seleksi calon peserta pendidikan Polri.

Kapolres Kebumen, AKBP. Titi Hastuti, S.Sos mengatakan, dalam program pembinaan dan pelatihan yang diselenggarakan Polres Kebumen tersebut, pembiayaan dibebankan pada anggaran Pemkab Kebumen. Pembinaan dan pelatihan calon peserta pendidikan Polri tahun 2018 asal Kebumen, baru bisa diperuntukkan bagi 50 orang peserta.

“Tahun depan, diharapkan Pemkab Kebumen menambah anggaran, sehingga pesertanya bisa menjadi 100 orang,” jelasnya. (humas res kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Kamis, 28 September 2017

KAPOLRES MOJOKERTO DIDAULAT SEBAGAI WARGA KEHORMATAN PSHT MOJOKERTO

Mojokerto - (29/9/2017) Dalam rangkaian Suroan Agung tahun 2017 pada malam hari ini Kamis (28/9/17) pukul 21.30 WIB digelar malam Tasyakuran dan Wisuda pengesahan Warga Baru PSHT (Persaudaraan Setia Hati Teratai) Cab Mojokerto, dengan mengambil tempat di Aula Batalyon Para Raider 503.

Di hening nya malam ini tidak akan terlupakan bagi ke 223 orang yang akan di sahkan sebagai warga baru PSHT. Mereka yang di sahkan nanti nya akan mendapat sabuk putih berasal dari Kain Mori dan mendapat gelar sebagai seorang pendekar.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata S.Sos S.I.K MH. di sahkan sebagai Warga Kehormatan PSHT dan dikenakan baju Sakral PSHT oleh Bapak Hari ketua PSHT Cab Mojokerto

Dalam sambutannya Kapolres Mojokerto mengucapkan selamat kepada Warga Baru PSHT Terate yang Dilantik, semoga Menjadi Pendekar yang mempunyai budi pekerti luhur.

Beliau juga Berpesan untuk menjaga Keutuhan NKRI,  dengan saling Menghargai perbedaan yang ada di seluruh wilayah Indonesia karena dengan sikap saling Menghargai perbedaan yang ada akan menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. " pungkasnya. (rk/dwa /Bhayangkara Indonesia News).

Rabu, 27 September 2017

Adu Domba TNI vs Polri, Operasi Sistematis Pelemahan NKRI

JAKARTA - (26/9/2017) Pengamat intelijen, Ridlwan Habib menilai ada pihak ketiga yang mencoba melakukan adu domba antara Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN). "Dari penelusuran dengan metode open source intelligence atau OSINT, operasi adu domba ini menggunakan medsos," kata Ridlwan di Jakarta, Senin (25/9).

Situasi politik nasional mulai menghangat terkait polemik pengadaan senjata. Namun Menko Polhukam Wiranto sudah menegaskan hal itu hanya terkait komunikasi yang belum tuntas. Sementara, di media sosial persoalan itu terus menjadi perbincangan.

Dia menjelaskan, pada Sabtu (23/9) pukul 22.00 WIB muncul tagar di media sosial #PanglimaTantangBIN. Tagar itu sempat menjadi trending topik di Twitter. "Dari penelusuran saya, itu menggunakan auto bot, mesin, bukan akun asli," kata alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Tagar #PanglimaTantangBIN itu menggunakan link URL sebuah berita di website www.perangbintang.com. "Setelah saya cek, website itu di-hosting dari luar negeri, " kata Ridlwan.

Website perang bintang.com beralamat IP di 198.185.159.145 yang berada di Naples, Florida, Amerika Serikat. "Ada intensi dari pembuat situs itu untuk menyamarkan penjejakan," kata Ridlwan.

Pada Ahad (24/9) isu makin memanas karena beredar berita melalui WhatsApp group yang mengutip situs perang bintang.com. "Padahal di berita itu ada wawancara fiktif seolah-olah Kepala BIN diwawancarai padahal tidak pernah dan tidak jelas lokasi wawancaranya. Tujuannya jelas fitnah dan menyesatkan," kata Ridlwan.

Selain BIN, lanjut dia, akun-akun anonim juga memanaskan situasi dengan seolah-olah menuduh Polri mempunyai senjata ilegal. Bahkan dengan gambar-gambar hoaks.

Dia mencontohkan salah satu unggahan di media sosial yang menunjukkan tumpukan gambar senjata AK 47 yang disebut-sebut milik Polri. Namun setelah ditelusuri di internet itu gambar tumpukan senjata dalam konflik Yaman tahun 2016. "Jadi memang tujuannya adu domba dengan modal gambar hoaks," katanya.

Dia menilai isu ini adalah upaya pecah belah oleh kepentingan asing agar Indonesia gaduh. Tujuannya agar masyarakat saling curiga termasuk personel di dalam kepolisian, BIN, dan TNI. "Operasi intelijen asing yang sangat berbahaya karena mengadu domba para Bhayangkari negara, padahal hubungan Panglima, Kepala BIN, dan Kapolri harmonis dan baik baik saja," katanya.

Ridlwan meyakini pihak asing ingin menciptakan kegaduhan agar pembangunan di Indonesia terganggu. "Masyarakat dibuat tidak tenang oleh isu-isu, sehingga resah dan tidak percaya pada pemerintah. Ini sangat berbahaya, " katanya.

Dia menilai respon Menko Polhukam dalam menenangkan suasana sudah tepat dan terukur. "Kalau setelah ini terus memanas, pasti ada kepentingan asing yang tidak ingin Indonesia akur, rukun dan damai,"
Mari kita dukung bersama seluruh anak bangsa ini, TNI POLRI BIN adalah asset paling  berharga milik bangsa ini, harus bersatu bersinergi menjaga NKRI, kamtibmas dan stabilitas. Jangan sampai diadu domba oleh  fihak asing atau fihak manapun yg ingin menghancurkan bangsa dan negara kita. Panglima TNI , Kapolri, Ka BIN harus kompak bersatu demi negara dan bangsa. kata Ridwan.

Koordinator Indonesia Intelligence Institute itu mengimbau masyarakat umum agar bijak sebelum menyebar kabar di media sosial. "Bangsa ini kuat kalau bersatu, kita akan hancur jika dipecah belah dan diadu domba. Indonesia harus bersatu," katanya.

Red: Teguh Firmansyah
Source: Antara

Sumber : http.republika.co.id/

KIRAB AGUNG NUSWANTORO MAJAPAHIT 1951 SAKA, KAPOLRES MOJOKERTO TERIMA TOMBAK PUSAKA

Mojokerto - (25/9/2017) Dalam Memasuki bulan Suro di Kab Mojokerto selalu di gelar kegiatan kearifan lokal yakni Ruwat Agung Nuswantoro Majapahit, tak terkecuali pada tahun ini 1951 Saka atau 2017 dalam kalender Masehi.

Dalam rangkaian Ruwat Agung pada siang ini Minggu (24/9) sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengambil tempat di Pendopo Agung Trowulan Dsn Nglingkup Ds Trowulan Kec Trowulan Kab Mojokerto di gelar Kirab Agung Nuswantoro Majapahit 1951 Saka dengan tema Dikdaya Pusaka Bumi Nusantara.

Kegiatan di awali dengan prosesi doa oleh para sesepuh dilanjut dengan kirab oleh forkopimda menggunakan kereta kuda yg dikawal oleh para prajurit Bhayangkara Majapahit dari museum menuju Pendopo Agung Trowulan.

Sesampainya di Pendopo Agung Forkopimda menerima pengalungan bunga oleh Budayawan dan di lanjut dengan prosesi penyerahan 4 pusaka Majapahit. Pusaka yang diserahkan Antara lain yakni Pataka Majapahit, Bendera Merah Putih, Tombak Samudro Pusaka, dan Payung Gringsing.

Pataka diserahkan kepada Bupati Mojokerto (H. Mustofa Kamal Pasa SE), Bendera merah putih diserahkan kepada Kasdim 0815 (Mayor inf Nur Yakin S.Sos), Tombak Pusaka diserahkan kepada Kapolres Mojokerto (AKBP Leonardus Simarmata S.Sos S.I.K MH.) dan Payung Gringsing kepada Kajari Mojokerto (Lubis SH.MH.)

Kirab ini diikuti 18 kecamatan SE-Kab Mojokerto dan ada sekitar 5000 warga masyarkat yg berkumpul meramaikan kegiatan tersebut. Kegiatan berjalan lancar dan penuh suka cita kemeriahan. (dwa /Bhayangkara Indonesia News).

Selasa, 19 September 2017

Aksi Polres Kebumen, Rehab Total Rumah Mbah Surip

KEBUMEN – (19/9/2017) Jajaran Polres Kebumen kembali beraksi. Kali ini, sasarannya adalah rumah nenek renta Mbah Surip (70), warga desa Jagasima Klirong yang menjadi temuan Sat Lantas Polres Kebumen saat pembagian sembako “door to door” akhirnya direhab total.

Rumah yang dihuni Mbah Surip dan anaknya yang kedua Udin (55) itu jauh dari kata “Rumahku Istanaku”.
Direhabnya rumah yang terbuat dari dinding gedek “anyaman bambu” itu karena sebagian atapnya ambrol dan kayu penyangga banyak yang keropos.

Ancaman menimpa penghuninya sangat besar. Bahkan saat musim penghujan, penghuni harus merasakan dinginnya air yang masuk ke rumah, karena atap sudah sudah pada bolong.

Hal tersebutlah yang membuat Sat Lantas Polres Kebumen harus mengadakan bedah rumah karena tidak kuasa melihat kondisi rumah nenek enam anak tersebut.

Dijelaskan Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Suryo Wibowo, bedah rumah ini dalam rangka peduli sesama rangkaian kegiatan HUT Polantas yang ke 62 Polres Kebumen.

Untuk memprakarsai, Sat Lantas Polres Kebumen tidaklah sendiri. Satlantas menggandeng komunitas Sedulur Kebumen dan para dermawan untuk ikut berpartisipasi.
Adapun proses rehab, dijelaskan AKP Suryo Wibowo, dimulai hari Senin (18/09) kemarin.

“Proses bedah rumah telah dilakukan mulai hari Senin kemarin. Kita tidak sendirian. Kita dibantu komunitas Sedulur Kebumen, Banser dan warga sekitar. Kita targetkan 1 Minggu rumah sudah siap huni. Bahkan, total ada 3 rumah yang akan kami bedah. Namun ini yang paling parah,” jelas AKP Suryo Wibowo saat meninjau langsung proses bedah rumah, Selasa (19/09) siang.

Adanya bantuan tersebut, Kepala Desa Jagasima Sokhibun, menyambut gembira.

Karena informasi yang diperoleh, rumah Mbah Surip sebetulnya sudah diusulkan ke pemerintah untuk dilakukan bedah rumah.

Namun, Udin, anak Mbah Surip yang nomor dua menolaknya dengan berbagai alasan. Sehingga pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak.

“Hadirnya jajaran Satlantas di desa kami sangat kami rasakan bantuannya. Bahkan, Udin yang tadinya menolak akhirnya berhasil dibujuk pak polisi agar rumahnya dibedah,” ucap Kepala Desa.

Selain itu, keprihatinan datang bukan hanya dari pemerintah dan polisi yang melihat langsung kondisi rumah. Salah satu warga yang letaknya berjejer dengan Mbah Surip juga mengatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut, terutama saat musim penghujan.

“Kalo pas hujan, Mbah Surip sering kami bujuk untuk mengungsi di rumah kami. Kami khawatir rumahnya roboh. Namun Mbah Surip selalu menolaknya. Ya, kami terimakasih kepada pak polisi akhirnya rumah Mbah Surip diperbaiki” kata Atun (35) tetangga paling dekat dengan rumah Mbah Surip.

Lanjut Kasat Lantas, rumah Mbah Surip akan direhab menjadi rumah permanen dengan dua kamar tidur. Untuk ukuran bangunan mengacu bangunan lama yakni 7×5 meter.
(humas res Kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Selasa, 05 September 2017

Divonis 4 Tahun, Sekda Kebumen Nonaktif, Adi Pandoyo Tidak Ajukan Banding

Semarang - (5/9/2017) Sekretaris Daerah Kebumen nonaktif, AP dijatuhi vonis 4 tahun penjara dan Rp 200 juta subsider kurungan dua bulan, dikurangi masa tahanan dalam Sidang Tindak Pidana Korupsi di Semarang, Selasa ini (5/9).

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang dengan agenda mendengarkan putusan, dipimpin oleh Hakim Ketua, Siyoto, SH, Hakim Anggota, Mahmuda, SH, dihadiri Jaksa Penuntut Umum, Fitroh Rohcayati, SH dan Joko Herlambang, SH.

Majelis Hakim juga menetapkan barang bukti tetap dalam status disita dan terdakwa diwajibkan membayar biaya persidangan  Rp 7500,-.

AP didakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana  korupsi uang negara/gratifikasi sebanyak Rp 2.5 milyar yang diberikan oleh Khayub Muhammad Lutfi( pengusaha yang juga calon Bupati Kebumen) dengan rincian pemberian awal 1 milyar rupiah dan hari berikutnya 1.5 milyar rupiah.

Barang bukti yang ditemukan oleh petugas KPK di tempat kerja terdakwa sebanyak Rp 180 juta yang kemudian disita oleh pihak KPK.

Hal-hal yang meringankan terdakwa diantaranya ; terdakwa sopan selama persidangan, terdakwa sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab, terdakwa mengakui kesalahannya. Sementara hal yang memberatkan diantaranya; perbuatan korupsi merupakan perbuatan tercela di mata masyarakat dan negara.

Setelah pembacaan putusan oleh Majelis Hakim, terdakwa AP menyatakan menerima putusan tersebut. Sementara pihak JPU menyatakan pikir-pikir, karena putusan pengadilan lebih ringan dari tuntutan Jaksa, selama 5 tahun penjara.

Dengan kenyataan bahwa JPU masih pikir-pikir, berarti putusan tersebut belum memiliki kekuatan hukum tetap (incracht). JPU diberi waktu selama 7 hari untuk pengajuan banding, apabila sampai batas waktu 7 hari tersebut JPU tidak mengajukan banding, berarti keputusan sidang hari ini bersifat tetap dan final.

Diberitakan sebelumnya, Sekda nonaktif, AP mengajukan diri sebagai JC (Justice Collaborator) dan dikabulkan oleh pihak JPU. Artinya akan ada kemungkinan, kasus korupsi yang menjerat beberapa pejabat di Kebumen ini masih akan terus bergulir.

AP dipastikan akan mengungkap nama-nama baru yang diduga kuat menjadi aktor utama dengan peran lebih besar. Ini berarti, masyarakat Kebumen masih akan disuguhi drama proses pengungkapan kasus perampokan uang negara yang selama ini terjadi di Kabupaten termiskin nomor dua di Jawa Tengah. (Suhardi /Bhayangkara Indonesia News).

Minggu, 03 September 2017

Foto-foto Hoax Terkait Rohingya

Gambar 1
Foto ini bukanlah gambar pertikaian apalagi pembantaian umat muslim yang dilakukan oleh bikhu. Foto ini adalah foto demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat Myanmar terhadap pemerintah atas sulitnya biaya hidup terutama karena kenaikan harga BBM di negara tersebut pada tahun 2007.

Gambar 2
Foto ini juga sebenarnya adalah bagian dari penangkapan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan di Thailand Selatan.

Gambar 3
Seperti diskripsinya, foto ini dikatakan sebagai foto seorang bikhu yang bersenjatakan pistol dan ikut dalam pembantaian orang-orang Rohingya saat terjadinya konflik. Sebenarnya foto ini adalah foto kerusuhan dan demonstrasi sebagai tuntutan reformasi pada pemerintah Burma tahun 2007, saat itu para bikhu memang aktif terlibat dalam berbagai demonstrasi yang melawan pemerintah.

Gambar 4
Seperti yang terlihat pada gambar, foto hoax ini pertama kali disebarkan oleh seorang facebooker bernama Noer Kholis Faqih, dimana dia menyatakan bahwa foto ini merupakan foto anak-anak Rohingya di Myanmar yang disiksa dengan cara melindas tangan mereka dengan motor.

Tanpa mengecek berita tersebut sebenarnya kita bisa tahu bahwa foto ini tidak menggambarkan situasi di Myanmar.

Orang yang membawa motor sama sekali tidak nampak seperti orang Burma (wajah Indo China) melainkan wajah orang Asia Selatan, dan memang benar, seperti yang diberitakan oleh CNN dan BBC.

Foto tersebut sebenarnya menggambarkan seorang guru bela diri di India yang ingin menguji ketahanan para siswanya dengan cara melindas tangan mereka dengan motor yang kemudian aksi ini banyak dikritik oleh para pakar pendidikan di India dan negara lain.

Jadi foto tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Gambar 5
Foto ini dikatakan sebagai korban muslim Rohingya saat kerusuhan di Myanmar, namun fakta sebenarnya adalah korban ledakan tangki bahan bakar (BBM) di Kongo pada tahun 2010.

Gambar 6
Foto tersebut bukanlah foto pembunuhan, justru sebaliknya foto tersebut adalah foto situasi ketika umat Buddhist di Tibet membantu evakuasi mayat pasca terjadinya gempa di Cina.

Gambar 7
Foto terakhir adalah foto kebakaran masjid yang terjadi di India, tepatnya yaitu Masjid Dastgeer Sahib di SriNagar tahun 2012.

Kamis, 31 Agustus 2017

Pelajar Kebumen Deklarasikan Generasi Anti Hoax ( GERAX)

Kebumen - (31/8/2017) Bertempat di Gedung Tribrata Polres Kebumen, ratusan pelajar SMA, MA dan SMK di wilayah Kebumen mendeklarasikan terbentuknya jaringan Generasi Anti Hoax yang disingkat GERAX, Kamis siang ini (31/8).

Acara yang dimotori oleh Polres Kebumen ini menghadirkan perwakilan siswa dari sekolah menengah yang terdiri dari pengurus OSIS dan Dewan Pramuka di sekolah masing-masing, dikemas dalam tajuk Sosialisasi Cerdas Berinternet bagi Kalangan Pelajar dan Remaja.

Kapolres Kebumen, AKBP. Titi Hastuti, S.Sos yang membuka secara langsung sekaligus sebagai Keynote Speaker menjelaskan bahwa fenomena Hoax, ujaran kebencian dan penipuan via media online sudah sangat mengkhawatirkan.

"Perkembangan media sosial, terutama maraknya konten Hoax, ujaran kebencian, hasutan dan penipuan via media online sudah sangat memprihatikan. Kami merasa perlu membentengi generasi muda terutama kaum pelajar dengan bekal cerdas berinternet dan bermedia sosial" terang Kapolres Kebumen, AKBP. Titi Hastuti, S.Sos dalam sambutannya.

"Bapak Presiden Joko Widodo juga Bapak Kapolri, secara jelas memberi perhatian khusus terhadap penanganan ujaran kebencian dan penyebaran Hoax. Untuk itu, kami berinisiatif untuk mengundang dan mengumpulkan para pelajar Kebumen untuk cerdas menyikapi informasi dan melawan setiap upaya provokasi" lanjut Bu Titi penuh semangat.

Panitia menghadirkan narasumber, dari Redaksi Bhayangkara Indonesia News, Arief Luqman El Hakiem, yang sekaligus sebagai Redaktur Pelaksana Maspolin atau Masyarakat Polisi Indonesia.

Dalam paparannya, Arief menjelaskan tentang sejarah medsos, strategi penanganan hoax dan cara jitu menghadapi scammer (penipuan) media online.

"Sekarang medan perang dan aksi kejahatan banyak bergeser dari dunia nyata ke dunia maya. Meski aparat sudah membentuk Pasukan Cyber yang melakukan patroli siber secara intensif, namun pembekalan dan pelibatan masyarakat untuk waspada dalam menggunakan internet, tetap harus dilakukan" terang Arief Luqman.

Kegiatan Sosialisasi Cerdas Berinternet ini berlangsung dari sekira pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, dilanjutkan pembacaan ikrar Deklarasi Gerakan Anti Hoax disingkat GERAX. Dengan penuh semangat dan antusias, para peserta menyatakan diri sebagai Generasi Anti Hoax yang siap melawan dan memerangi segala bentuk provokasi, hasutan dan penyebaran Hoax yang mengancam ketentraman juga persatuan.

Pembacaan dan penandatanganan deklarasi juga disaksikan oleh pejabat Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Kebumen. Nampak hadir Pimpinan DPRD, Wakil Bupati, Komandan Kodim 0709 dan Ketua Pengadilan Negeri Kebumen.

Hadir pula menyaksikan pembacaan ikrar Deklarasi Gerakan Anti Hoax, jajaran pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen, Dinas Kominfo, Komandan Satpol PP, Kepala Kesbangpol Linmas Kebumen dan kalangan pers.

Para pejabat Forkompinda berkesempatan memberikan sambutan dan wejangan kepada para pelajar untuk waspada, semangat dan lebih cerdas dalam menghadapi serangan media sosial.

Tidak lupa, setelah acara ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, para peserta berebut berfoto bersama dengan Ibu Kapolres Kebumen dan jajaran pejabat Forkompinda. (Humas Res Kebumen /Bhayangkara Indonesia News).

Rabu, 30 Agustus 2017

Hoax ; Sejarah dan Perkembangannya


Anda mungkin telah mengetahui tentang hoax yang sekarang ini sedang tren dan dianggap sebagai musuh terbesar pengguna internet dan jejaring sosial. Namun apakah Anda mengetahui defenisi hoax yang sebenarnya dan juga sejarahnya hingga sekarang menjadi sangat populer? Berikut pemaparan tentang hoax secara luas untuk Anda ketahui dan mungkin Anda juga berminat untuk menjadi debunker.

Sejarah Hoax

Hoax (dibaca: Hoks) adalah sebuah tipuan dan kebohongan yang menyamar sebagai kebenaran, istilah ini populer di internet dan media sosial karena peredaran hoax memang lebih mudah berkembang di internet dan media sosial.

Kata "hoax" berawal dari "hocus pocus" yang berasal dari bahasa latin "hoc est corpus" yang artinya "ini adalah tubuh". Kata ini awalnya digunakan oleh penyihir untuk mengklaim kebenaran, padahal sebenarnya mereka sedang berdusta.

Hocus digunakan untuk menipu yang digunakan untuk sihir atau mantra para penyihir dan pesulap jaman dahulu. Kata "hoax" sendiri didefinisikan sebagai tipuan berasal dari Thomas Ady dalam bukunya candle in the dark (tahun 1656) atau risalah sifat sihir dan penyihir.

Istilah hoax biasa digunakan untuk berita palsu, legenda urban, rumor, dan kebohongan yang menipu. Pada dasarnya hoax diciptakan untuk menipu banyak orang dengan cara merekayasa sebuah berita agar terkesan menjadi sebuah kebenaran.

Istilah Hoax mulai populer berdasarkan film drama Amerika yang dibintangi oleh Richard Gere "The Hoax". Film itu dirilis tahun 2006 yang disutradarai oleh Lasse Hallstrom, penulis skenario William Wheeler yang berdasarkan dari novel dengan judul yang sama karya Clifford Irving (1981). Dalam film "The Hoax", Irving ikut membantu sebagai penasihat teknis, namun ternyata hasil skenario film sangat jauh berbeda dengan isi novel aslinya.

Banyak kejadian yang diuraikan Irving dalam bukunya telah diubah atau dihilangkan dari film. Dengan alasan tidak suka dengan skenarionya yang melenceng jauh dari novel aslinya, Irving memutuskan mengundurkan diri dan tidak mau terlibat dalam pembuatan film itu dan meminta namanya dihapus dari kredit film tersebut.

"Saya dipekerjakan oleh produser sebagai penasihat teknis film, namun setelah membaca naskah terakhir saya meminta agar nama saya dihapus dari kredit film, itu mungkin disebabkan karena plot naskah tidak sesuai dengan novel aslinya," kata Irving.

Sejak saat itu film "The Hoax" dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan. Istilah hoax mulai populer digunakan dikalangan netizen berasal dari film tersebut untuk menggambarkan sebuah kebohongan. Seiring berjalannnya waktu, kata "hoax" mulai ngehits dan gencar digunakan netizen diseluruh dunia termasuk Indonesia untuk menyebut sebuah kebohongan.

Tentang Kebenaran

Subjektivitas adalah kebenaran, dan kebenaran adalah subjektivitas. Makna kebenaran bukan tentang menemukan fakta-fakta objektif secara pribadi dari pengalaman hidup, kebenaran ditemukan dalam bagaimana seseorang berhubungan dengan pengalaman-pengalaman pribadi dan orang lain.

Pada dasarnya, setiap orang tidak akan dapat menemukan kebenaran dengan caranya sendiri, menentukan kebenaran harus mempelajari setiap kebenaran dari berbagai sudut pandang dengan menempatkan diri pada posisi yang berbeda-beda (berhubungan satu sama lain).

Ketika seseorang selalu bertanya kepada mawar, maka mawar akan menjadi bunga yang terindah. Lalu bagaimana dengan bunga lainnya? Kebenaran akan selalu subjektif jika akal dan hati hanya melangkah pada satu arah.

Anda tidak akan menemukan kebenaran tentang 'kegelapan', sampai Anda menjalani hidup dalam kegelapan. Anda tidak akan sepenuhnya mengetahui tentang kegelapan, sebelum merasakan berada di sebuah ruang tanpa cahaya.

Logika bukanlah rumus pasti dalam menemukan kebenaran. Terkadang kita harus menyentuh api untuk dapat mengetahui seberapa panas yang dihasilkan oleh api. Pada hakekatnya kebenaran selalu tersembunyi, jangan pernah berharap menemukan kebenaran dalam teori paradigma. Sejatinya kita tidak akan mungkin mendapatkan jawaban dari pertanyaan, jika pertanyaan enggan untuk hinggap untuk menyapa kebenaran.

Tentang Hoax

Netizen Indonesia pada umumnya hanya sebatas mengenal hoax sebagai 'berita palsu/tipuan'. Banyak orang yg mencoba debunked dan mengklaim mampu menganalisis hoax. Banyak orang yang 'bisa', tapi hanya sekedar bisa. Mayoritas manusia bisa bernyanyi, tapi apakah mereka yang bisa bernyanyi layak disebut penyanyi? Begitupun dengan orang-orang yang bisa membongkar hoax apakah layak disebut debunker?

Jika mendefinisikan hoax hanya sebatas berita palsu, alangkah baiknya Anda mempelajari kembali definisi hoax secara luas. Hoax tidak lepas dari perjalanan sejarah, dalam esensinya sejarah mencatat sebuah tradisi "Satir Art Hoax" (SAH). Apa itu satir art hoax? Satir adalah kritikan, art adalah seni, sedangkan hoax adalah tipuan/manipulasi/mengakali/kebohongan.

Sejarah mencatat SAH dimulai sekitar abad ke-7. SAH digunakan oleh kritikus untuk mengkritik fenomena kehidupan dalam masyarakat. Tradisi SAH dimainkan oleh seorang kritikus dalam mengkritik sebuah karya seni.

Contoh kasuh SAH terjadi pada tahun 1938, seorang petani Perancis menemukan sebuah patung marmer wanita yg terkubur di dalam tanah di ladang miliknya. Para ahli seni memuji penemuan besar itu yang diidentifikasi sebagai karya seni Yunani-Romawi dari abad ke-1 SM. Namun, akhirnya seorang seniman bernama Francesco Cremonese mengakui telah membuat patung itu, dua tahun sebelumnya ia dengan sengaja mengubur patung itu. Cremonese menjelaskan bahwa apa yg dilakukannya semata hanya untuk menunjukan kurangnya pengakuan yg tidak layak atas dirinya sebagai seorang seniman. Dia menganggap karya seni hanya diakui dan dihargai jika itu berasal dari masa lalu.

Satir art hoax juga digunakan kritikus dalam mengkritik para akademisi yang banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah untuk selalu belajar, sehingga mereka tidak bisa menikmati kehidupan di luar yang lebih luas dan bebas. Hoax mulai populer pada abad ke-20, melalui perkembangan internet. Pada awalnya Satir Art Hoax, lalu berubah menjadi Satir Hoax, kemudian kian keluar dari jalur menjadi Satir dan/atau Hoax. Jadi, jika merunut pada perjalanan sejarah, definisi hoax tidak sempit hanya berkutat pada masalah " berita palsu". Hoax mencakup suatu perbuatan yang bertujuan untuk menipu/membohongi orang lain dengan cara memanipulasi, mengakali, ataupun menutupi fakta yang sebenarnya.

Menjadi seorang debunker butuh proses panjang untuk mengasah kemampuan, tidak hanya terfokus pada ruang sempit (selalu mengandalkan informasi dari internet dan pada kasus yang mudah). Banyak debunkers terkenal di masa lalu yg belum mengenal internet berhasil memecahkan kasus. Seperti Stephen Barret yg membongkar tentang perdukunan medis, Philip Klass pelopor dalam bidang penyidikan skeptis UFO, dan ada juga Harry Houdinidebunked spiritualis.

Sumber : hoaxes.id

Ketika Master SEO, M. Khoirul Amin "Ngulik" Seputar Fenomena Hoax Bersama Kabid Humas Polda Kepulauan Riau

Tanjungpinang- (30/8/2017) Ada pemandangan menarik di malam acara Pameran Inovasi Pelayanan Publik yang digelar Polda Kepulauan Riau, kemarin malam, Selasa (29/8). Nampak Mohammad Khoirul Amin, tokoh dibalik berbagai inovasi pelayanan publik Institusi Polri tengah berbincang santai dengan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Drs. Erlangga di Gedung Lancang Kuning, Polda Kepri.

Dengan mengenakan pakaian santai mereka berdua nampak ngobrol serius seputar fenomena Hoax dan strategi conter opini untuk meningkatkan branding Institusi Polri. Mereka berdiskusi di tengah persiapan menyambut kedatangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Dr. Asman Abrur, SE, M.Si esok harinya, Rabo (30/8).

Sebagaimana disampaikan oleh Kapolri, Jenderal Polisi Drs. HM. Tito Karnavian, MA, PhD, dalam berbagai kesempatan, bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Institusi Polri, 50% nya dipengaruhi oleh media, 30% dari perilaku anggota di masyarakat, dan 20% dari kenerja.

Artinya, tingkat kepercayaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri sangat dipengaruhi oleh pemberitaan di media, baik cetak, elektronik maupun media online.

Disinilah peran strategis, media online dan komunitas masyarakat yang cinta polri yang biasa disebut Netizen Polri. Dari Netizen kemudian meningkat menjadi Komunitas Blogger Polri. Mereka adalah kelompok masyarakat yang secara intensif membantu polri melakukan conter opini dan menyebarkan kegiatan humanis serta prestasi Korps Tribrata.

Kepada Kabid Humas Polda Kepri, Mohammad Khoirul Amin, yang dikenal sebagai Master SEO ( Search Engine Optimazing) menjelaskan beberapa teori Cyber Troop dan strategi membentuk Komunitas Blogger Polri yang tangguh sehingga mampu persempit penyebaran konten Hoax di media online.

Khoirul Amin adalah otak dibalik inovasi pelayanan publik, SKCK online yang pertama kali diluncurkan oleh Kapolri di Polres Sidoarjo beberapa waktu yang lalu. Inovasi SKCK online ini kemudian diterapkan di beberapa polres, seperti Bojonegoro, Kampar, dan yang terbaru adalah Polres Tanjungpinang, Polda Kepri.

Dalam pameran tersebut Polres Tanjungpinang yang dipimpin AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, SH, SIK, MH, menampilkan aplikasi SKCK Online, SP2HP Online, Pengaduan Online yang dikemas dalam satu wadah aplikasi besar dengan nama Tanjungpinang One Touch ( TOT ).

Sementara itu, atas prestasi dan dedikasinya, Mohammad Khoirul Amin pernah mendapat penghargaan dari kepolisian Belanda dan FBI sebagai programmer pembuat sistem C.I.S (Crime Investigation System). Pria yang punya semboyan “Saya memang kadang berjalan dengan lambat tapi saya tidak pernah mundur” ini memiliki banyak anak untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Banyak telanta muda yang dipoles oleh Khoirul Amin menjadi instruktur dan mentor beberapa polres untuk membuat inovasi pelayanan publik nya, seperti SKCK online, SP2HP online dan sidik jari online.

Berikut biografi dari sosok inspiratif ini :
Nama : M. Khoirul Amin, S.H., S.Kom., M.Kom.
Tgl Lahir : 8 Juni 1977
Zodiak : Gemini
Shio : Ular
Bapak Asuh : Irjen Pol Herman S. Sumawiredja
Kakak Asuh : Kombespol Dwi Setyadi, Kombespol M. Iqbal, Kombespol Nasri , Kombes Pol Muh Anwar Nasir S.Ik MH

Leader of Cybernet Teamwork Stikom 1997
Ketua Umum LP3i Computer Club Indonesia 1998
Ketua Umum Independent Enterprise – 1999
Dosen dan Tim Pengajar pengembangan profesi LP3i 2000
Ceo Of 1st Comp ( your system solution ) 2000
Tim anggota Pencipta FBI ( Forum belajar Informatika Unitomo ) 2001
CEO Of 1st Comp ” your system solution” 2001
Manager E.D.P PT.Buana Elang emas komunikasi – 2002
Senior Enginering JTV – 2003
Ketua Tim System Analyst Yayasan Galuh Handayani 2004
Pencipta Crime Investigation System Polda Jatim 2006
Ketua Tim Cyber Force Polda Jatim 2006
Pencipta Sistem Pengawasan Penyidikan Polda Jatim 2007
Pencipta Traffic Accident Investigation System Polda jatim 2007
Pencipta Traffic Monitoring Aanalyst Polda Jabar 2008
MovieBox Rent 1st Disc 2008
Pencipta Finger Print Crime Recognition Poltabes surabaya 2010
pencipta E-Library Crime Arsip Ditreskrimum Polda Jatim 2009
Pencipta Crime Geografis information system poltabes sby 2010
Pencipta SICK ( Sistem Informasi Catatan Kriminal ) 2011
pencipta DACAK ( data catatan kriminal )Polda Kalbar 2011
Pencipta Sispam kota Polres metro Jakut 2012
Ketua Tim Pengawas Kecurangan Pilkada Jatim 2013
Direktur PT. Gading Bahana Medinfo 2013
Komisaris Gading FM Radio Gaul Community Kelapa Gading Jakarta 2013
Ceo Of CIS-AV ( Antivirus Lokal ) 2013
Pencipta Sispamlu Polda Metro Jaya 2014
Pencipta Crime Index System Analyst Polres Metro Jakut 2014
Kepala Departemen dan pengawas Sistem Informasi Teknologi Universitas ITATS Surabaya
Pencipta SKCK Online Polresta Sidoarjo Dengan Database Nasional

Prestasi lainnya adalah Pencipta Media Management Tribratanews Polda Jawa Timur, Pencetus Halodunia.net dan masih banyak lagi jabatan-jabatan yang disandangnya dan dapat diteladani. (Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indonesia News).

HUT 69 Polwan, Polres Kebumen Dropping Air Bersih di Karanggayam

KEBUMEN - (30/8/2017) Polres Kebumen bekerjasama dengan BPBD kabupaten Kebumen memberikan bantuan air bersih kepada warga desa Kalirejo kecamatan Karanggayam kabupaten Kebumen, rabu (30/08/2017).

Kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan Polwan dalam rangka HUT Polwan ke-69. Ini merupakan bentuk kepedulian Polwan kepada masyarakat terutama yang kekurangan air. 

Sebanyak tiga tangki air dibagikan kepada ratusan warga di desa Kalirejo yang dibagi menjadi dua titik. Warga setempat menyambut baik kegiatan ini.

Bahkan Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti turun langsung membaur dengan para Polwan dan PJU Polres Kebumen untuk membagikan langsung air bersih kepada desa tersebut yang mengalami kekeringan.

Menurut AKBP Titi Hastuti, yang menjadi kebutuhan masyarakat yang paling prioritas saat ini adalah air bersih. Sehingga di moment HUT Polwan ini dilaksanakan kegiatan pembagian air bersih.

“Melihat banyak sekali desa-desa yang kekeringan, kemudian kesulitan dalam mencari air bersih sehingga kita memberikan sesuatu yang bernilai bagi masyarakat. Air sangat bernilai harganya terutama di musim kering seperti ini,” kata kapolres.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara Polres Kebumen dengan BPBD, Muspika kecamatan Karanggayam, serta perangkat desa setempat. (Humas Res Kebumen / Bhayangkara Indonesia News).

Minggu, 27 Agustus 2017

Pasang Foto Profil Anggota TNI, Tipu Wanita Jutaan Rupiah

bhayangkaraindonesianews.blogspot.co.id - Mengaku sebagai angota Tentara Nasional Indonesia (TNI), seorang pria bernama Armanto (23) warga Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarajambi, Jambi, memperdaya wanita bernama Tenty Budi Hati (28) di jejering media sosial.

Korban tertipu bujuk rayu pelaku hingga menelan kerugian Rp4,9 juta. "Pelaku mengaku anggota TNI yang berdinas di Jakarta dan akan pindah ke Jambi," kata Kapolsek Jelutung AKP Benny H. Pane kepada wartawan, Sabtu, 26 Agustus 2017.

Kejadian bermula saat pelaku dan korban berkenalan di media sosial Facebook. Dari situ, Armanto mulai melakukan pendekatan kepada korban hingga membuatnya jatuh cinta. Korban bahkan dijanjikan akan dinikahi oleh pelaku.

Tak beberapa lama, Armanto pun mulai melancarkan aksinya dengan meminta tolong korban untuk meminjamkannya sejumlah uang. Anggota TNI gadungan itu mengaku memerlukan uang untuk keperluan dinas, yakni mengurus kepindahannya ke Jambi.

Korban yang sudah terlajur jatuh cinta dan percaya kepada pelaku, mengirimkan sejumlah uang dalam beberapa tahap pengiriman. Pertama, korban yang berprofesi sebagai perawat di salah satu RS di Kota Jambi itu mengirim uang senilai Rp500 ribu kepada pelaku.

Tak cukup sampai disitu, korban kembali melakukan pengiriman kedua senilai Rp1,5 juta. Korban yang sudah sangat percaya kepada pelaku kembali melakukan pengiriman ketiga Rp1,7 juta. Terakhir, korban kembali mengirim uang Rp1,2 juta, sehingga totalnya mencapai Rp4,9 juta.

"Korban yakin akan pengakuan pelaku yang sudah berhubungan melalui telepon dan akan membayar utangnya," tuturnya.

Meski begitu, janji hanya lah janji dan Armanto pun tak kunjung menghubungi korban lagi. Merasa sudah tertipu dengan TNI gadungan, korban pun melaporkannya ke polisi.

Polisi pun menyusun rencana untuk melakukan penangkapan terhadap korban. Saat dihubungi dan komunikasi melalui telepon tersambung, korban mengajak pelaku bertemu di kawasan Hutan Kota Jambi. Dari situ, pelaku dibekuk tanpa perlawanan oleh polisi.

Kepada polisi, Armanto mengaku uangnya hasil dari menipu korban digunakan untuk DP pengambilan satu unit sepeda motor. "Sisanya saya gunakan untuk kehidupan sehari-hari," bebernya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan kepentingan pemeriksaan, tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Jelutung, berikut barang bukti yakni dua lembar resi transfer uang dari korban kepada pelaku.

Sumber : beritacenter.com